Pemilihan Walikota Pagaralam

Kapolres Akui Ada Laporan Dugaan Praktik Uang Jelang Pemilihan Walikota Pagaralam

Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono SIk MH membenarkan adanya laporan dugaan praktik politik uang di Kota Pagaralam.

Kapolres Akui Ada Laporan Dugaan Praktik Uang Jelang Pemilihan Walikota Pagaralam
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono SIk MH saat memberikan keterangan kepada awak media terkait ada massa geruduk Kantor Panwalu, Minggu (24/6/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono SIk MH membenarkan adanya laporan dugaan praktik politik uang di Kota Pagaralam.

Hal inilah penyebab adanya massa yang mendatangi kantor Panwalu Kota Pagaralam, Minggu (24/6/2018).

"Kedatangan massa ke kantor Panwaslu ini untuk mengadukan adanya dugaan politik uang atau money politic yang dilakukan salah satu tim Paslon Pagaralam," katanya.

Laporan sudah diterima oleh Panwalu dan Gakkumdu Kota Pagaralam. Laporan yang dilakukan oleh dua Paslon  ini akan langsung diproses oleh Panwalu dan Gakkumdu.

"Laporan sudah diterima dan langsung ditindak lanjuti. Bahkan pihak Panwaslu akan langsung menggelar rapat pleno terkait laporan ini," katanya.

Dengan adanya kejadian tertangkapnya dugaan praktik politik uang ini akan menjadi pelajaran bagi masyarakat Pagaralam maupun para paslon agar tidak melakukan aksi tersebut.

"Kita bersama Panwaslu sudah siang dan malam berpatroli untuk mencegah aksi ini. Kami harap ini menjadi pelajaran agar proses demokrasi di Pagaralam berjalan baik," tegasnya.

Kapolres menjelaskan, bahwa aksi money politic ini akan diproses. Bagi pemberi dan penerima akan mendapatkan hukuman yang sama yaitu hukuman kurangan selama 36 bulan dan denda Rp200 juta.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved