Heboh Buku 'Wali Setan' Pengakuan 2 Teroris Palembang, Semua Halal Dibunuh Kecuali Kelompok Ini

semua orang yang di luar kelompoknya adalah kafir. Terkhusus bagi polisi, mereka anggap sebagai kafir harbi atau kafir musuh utama

Heboh Buku 'Wali Setan' Pengakuan 2 Teroris Palembang, Semua Halal Dibunuh Kecuali Kelompok Ini
kolasesripoku.com

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -  Setelah ditangkap, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengaku sempat mengobrol panjang lebar dengan dua terduga teroris asal Riau yang ditangkap di Palembang kemarin.

Keduanya menyebut polisi sebagai kafir harbi yang harus dimusnahkan.

Dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Palembang, Zulkarnain menceritakan kronologis penangkapan dan hasil obrolannya dengan kedua pelaku berinisial HS alias AA dan HH alias AA.

Keduanya mengubah nama setelah masuk dalam kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

Dari obrolannya itu, Zulkarnain menyebut kedua pelaku hafal dengan Pancasila tetapi benci dengan dasar negara itu.

Mereka ingin merubah Pancasila menjadi khilafah sebagai target perjuangannya.

Baca: Rayuan Indah Hingga Wanita Dianggap Pabrik Anak, Begini Pengakuan Eks Simpatisan ISIS, Astaga!

"Mereka mengaku hafal Pancasila, tapi tidak pancasilais dan sangat tidak senang dengan Pancasila. Saya bilang sama mereka sila pertama ketuhanan yang maha esa, artinya kita beragama. Mereka ngotot, jadi saya anggap mereka bebel, mungkin mereka juga anggap saya bebel," ujarnya.

introgasi terduga teroris
introgasi terduga teroris (SRIPOKU.COM/ Rahmad Zilhakim)

Zulkarnain mengatakan, mereka mengaku menganut paham salafiyah melalui pengajian. Mereka juga belajar tentang agama dari internet sehingga mudah mengikuti ajaran sesat.

"Mereka pahamnya salafiyah, katanya. Tapi saya kira tidak ada kaitannya dengan agama," ujarnya.

Bagi keduanya, sambung Zulkarnain, semua orang yang di luar kelompoknya adalah kafir. Terkhusus bagi polisi, mereka anggap sebagai kafir harbi atau kafir musuh utama yang harus dimusnahkan.

Halaman
1234
Penulis: Welly Hadinata
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help