Tragis! Bapak Penjual Es Doger Jadi Korban Tabrak Lari Seorang Wanita Hingga Meninggal

Tragis, seorang wanita cantik tabrak bapak penjual es doger dari patah kaki hingga meninggal dunia.

Tragis! Bapak Penjual Es Doger Jadi Korban Tabrak Lari Seorang Wanita Hingga Meninggal
Kolase Sripoku.com
Penjual Es Doger menjadi korban tabrak lari 

SRIPOKU.COM - Kabar duka menaungi keluarga Kawid, seorang penjual es doger yang menjadi korban tabrak lari di Jalan Bendasari, Kondangjaya, Karawang Timur, Karawang, Jawa Barat.

Akibat kejadian pada Minggu (6/5/2018) itu, korban dikabarkan meninggal setelah kondisinya sempat kritis.
Sebelumnya diberitakan, pelaku adalah wanita cantik pengendara NMAX merah.
Ia menabrak Kawid dari belakang, hingga menyebabkan kakinya patah, lalu pergi.

Dalam video di Facebook, tampak keluarga Kawid mengungkapkan kesedihan atas kepergian korban.
Menurutnya, pelaku meminta masalah diselesaikan secara kekeluargaan.
Namun, sampai kini pelaku belum memberi uang sepeser pun sebagai bentuk tanggungjawab.

Penjual Es Doger menjadi korban tabrak lari
Penjual Es Doger menjadi korban tabrak lari ()
Penjual Es Doger menjadi korban tabrak lari
Penjual Es Doger menjadi korban tabrak lari ()
Penjual Es Doger menjadi korban tabrak lari
Penjual Es Doger menjadi korban tabrak lari ()
Penjual Es Doger menjadi korban tabrak lari, berikut foto yang menabrak
Penjual Es Doger menjadi korban tabrak lari, berikut foto yang menabrak ()

"Penginnya kita kan, nanggung jawab sepenuhnya lah, gimana. Merasa bertanggung jawab, kayak gitu kan. Belum, ngasih uang sepeser pun ya belum," kata keluarga korban.
Pelaku disebutkan datang ke rumah sakit hanya saat awal kejadian dan ketika korban dalam keadaan kritis.

Video itu diunggah akun Facebook Eris Riswandi.
Tampak juga foto keluarga korban mendapat donasi sebesar Rp4 juta dari Grup JBW'C&S.
Sementara itu, wanita cantik yang menabrak korban ramai diperbincangkan warganet dan hingga kini belum memberi keterangan.

Korban yang bernama Kawid ini mengalami patah kaki. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, korban akhirnya meninggal dunia.

Sementara Annisa maupun pihak keluarganya enggan bertanggung jawab. Mereka justru menghilang dan tidak memberikan bantuan sepeserpun. Padahal, sebelumnya ia meminta masalah ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Parahnya lagi, pelaku yang enggan bertanggung jawab ini justru menuliskan status di Facebooknya marah-marah karena diminta netizen untuk bertanggung jawab. Bahkan ia memilih berkaraoke dengan om-om daripada bertanggung jawab.

Baca: Cerita Jamaat Pasca Bom Meledak di Gereja Santa Maria Surabaya, Ngeri! Disini Lokasi Paling Parah

Baca: Ribuan Warga Tunjukkan Semangat Tinggi dalam Melangkah Bersama Paramex dan Sripo-Tribun

Baca: Video Detik-Detik Bom Meledak di Gereja Santa Maria, Korban Berserakan hingga Dugaan Bom Bunuh Diri

Penulis: Shafira Rianiesti Noor
Editor: Shafira Rianiesti Noor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help