Harga Karet di OKU Timur Kembali Anjlok, Petani Sampai Tanam Ubi Racun di Kebun

Harga getah karet di kabupaten OKU Timur kembali Mengalami penurunan dalam 1 bulan terakhir. Jika sebelumnya harga getah karet

Harga Karet di OKU Timur Kembali Anjlok, Petani Sampai Tanam Ubi Racun di Kebun
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Salah satu petani karet yang menebang seluruh pohon karet miliknya dengan asalan tanaman karet tidak lagi menjanjikan karena harganya tak kunjung membaik. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Harga getah karet di kabupaten OKU Timur kembali Mengalami penurunan dalam 1 bulan terakhir. Jika sebelumnya harga getah karet bulanan sebesar Rp. 9.000 per kilogram, saat ini mengalami penurunan menjadi Rp. 8.500 per kilogram (Kg).

Penurunan harga getah karet tersebut bukan hanya terjadi pada getah karet bulanan, namun karet mingguan juga mengalami penurunan menjadi Rp Rp. 6.000 hingga Rp. 6.500 per kilogram.

Penurunan harga getah karet tersebut tentu saja membuat petani resah dan khawatir penurunan akan terus terjadi hingga membuat harga getah karet benar-benar anjlok dan merugikan petani.

Baca: Siap-siap! AHM Luncurkan All New Honda Vario 125 dan 150 di Sumsel, Berikut Keunggulannya 

"Harga getah karet selama beberapa tahun terakhir benar-benar anjlok. Petani karet bener-bener kebingungan untuk menutupi operasional dan kebutuhan rumah tangga serta pendidikan.

Bahkan tidak sedikit petani karet yang mengalihfungsikan lahan mereka untuk menanam ubi racun dan tanaman lain," ungkap Wagiran, petani karet asal Kecamatan Madang Suku II ketika dikonfirmasi, Senin (16/4/2018).

Baca: Jelang Ramadhan, Rutinitas PLN Muaradua OKUS Lakukan Pemangkasan Pohon 3 Jam Dalam Sehari

Menurut Wagiran, penurunan harga getah karet tersebut biasanya akan bertahan hingga beberapa bulan kedepan.

Bahkan meskipun ada kenaikan hanya naik beberapa ratus rupiah saja yang terus saja belum bisa menutupi kebutuhan rumah tangga pendidikan dan operasional perkebunan. Petani berharap harga getah karet meskipun tidak kembali seperti beberapa tahun lalu namun bertahan diatas Rp. 10 ribu per kg nya.

Baca: Sempat Tak Sadarkan Diri, Warga Binaan Lapas Muaraenim Meninggal Dunia

"Jika di atas Rp. 10 ribu per kg, maka petani sudah bisa mencukupi kebutuhan rumah maupun kebutuhan pendidikan dan operasional perkebunan. Namin jika di bawah itu maka petani akan kesulitan untuk menutupi kebutuhan operasional apalagi untuk menutupi kebutuhan rumah dan pendidikan anak," katanya.

Sedangkan Dinata, petani karet lainnya berharap agar pemerintah memiliki solusi dalam Mensejahterakan petani baik petani karet maupun petani sawah. Penurunan harga getah karet tersebut kata dia, sudah terjadi cukup lama hingga saat ini pemerintah belum memiliki solusi cara mengatasi Android yang harga karet tersebut.

Baca: LRT Dipastikan Akan Dibawa Melewati Jembatan Musi II, Ini Alasan Kenapa tak Lintasi Ampera

"Semestinya pemerintah bisa melakukan audiensi dengan daerah lain atau pembeli karet sehingga memiliki solusi bagaimana caranya agar harga karet bisa kembali seperti beberapa tahun lalu atau minimal bisa menutupi kebutuhan petani," harapnya. (*).

Penulis: Evan Hendra
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help