Warga Muaraenim Antusias Buat Sertifikat Tanah Gratis

"Memang ada daerah yang belum begitu antusias, namun tertutupi oleh daerah yang antusias," ujar Kepala Kantor Pertanahan Muaraenim.

Warga Muaraenim Antusias Buat Sertifikat Tanah Gratis
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Muji Burohman : Kasi Hubungan Hukum Kantor Pertanahan Kabupaten Muaraenim 

Laporan wartawan sriwijaya post, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Meski tenaga ukur terbatas, namun Kantor Pertanahan Muaraenim optimis target program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang diberikan pemerintah sebayak 12 ribu persil pada tahun 2018 akan tercapai.

"Memang ada daerah yang belum begitu antusias, namun tertutupi oleh daerah yang antusias," ujar Kepala Kantor Pertanahan Muaraenim Yuliantini melalui Kasi Hubungan Hukum Muji Burohman, di Muaraenim, Selasa (10/4/2018).

Menurut Muji yang juga merangkap Koordinator Program PTSL Muaraenim, bahwa dari data terakhir yang masuk kepihaknya untuk persil sudah terukur sebanyak 1883 persil yang tersebar di Desa Pagar Gunung, Kecamatan Lubai sebanyak 200 persil, Desa Pinang Belarik Kecamatan Ujan Mas sebanyak 430 persil dan Kelurahan Muaraenim 1023 persil.

Sedangkan yang mendaftar masih banyak mungkin ribuan juga, karena masih dihimpun oleh RW masing-masing.

"Jadi 1023 persil itu sudah diukur oleh petugas kami, sedangkan yang lainnya bertahap dilakukan pengukuran," ujarnya.

Saat ini, kata Muji, ada tiga kecamatan yang sudah dilakukan sosialisasi seperti kecamatan Semende Darat Tengah (SDT), Semende Darat Laut (SDL) dan Semende Darat Ulu (SDU), namun sampai sekarang yang mendaftar masih sedikit sehingga belum dilakukan pengukuran.

Pihaknya bersama pemerintah setempat terus memberikan pengertian kepada warganya tentang penting dan keuntungan tanah jika telah dilakukan sertifikat.

"Mungkin karena adat tunggu tubang dimana tanah adalah milik bersama. Namun sebenarnya bisa dilakukan sertifikat, makanya kita lakukan sosialisasi terus," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Muji, ia berharap kepada masyarakat yang tanahnya belum disertifikatkan untuk segera disertifikatkan terutama di daerah yang masuk dalam program sertifikat gratis tersebut.

Dan khusus untuk Kelurahan Muaraenim, pihaknya akan menutup untuk pendaftarannya sampai tanggal 15 April 2018, karena akan dialihkan ke keluarahan dan kecamatan lainnya di Kabupaten Muaraenim.

"Petugas dan waktu kami terbatas, jadi kami bekerja harus sesuai jadwal, jika tidak target ditetapkan akan jauh meleset," tukasnya.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help