Salut! Para Remaja di Kertapati Ini Salurkan Nilai Seni & Solidaritas Meski Ditengah Keterbatasan

Keseruan para remaja di Kota Palembang yang melakukan kegiatan kesenian sangat menarik perhatian, terlebih bagi mereka yang membuat suatu acara

Penulis: Wahyu Kurniawan | Editor: Reigan Riangga
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Anak kecil di perkampungan yang sedang belajar kepada seorang pria di perpustakaan jalan. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Keseruan para remaja di Kota Palembang yang melakukan kegiatan kesenian sangat menarik perhatian, terlebih bagi mereka yang membuat suatu acara di halaman rumah yang tak terlalu besar.

Meski dengan keterbatan dan seakan seadanya, menimbulkan perhatian bagi warga sekitar kampung pun bermunculan untuk sekedar melihat ataupun bertanya-tanya.

Perlu diketahui acara yang bertajuk 'Galeri Hore dua' di buat oleh remaja yang bersemangat menyerukan sebuah arti pertemanan, solidaritas dan berkesenian.

Acara ditengah permukiman warga itu dan memasuki sebuah gang kecil di daerah Kertapati.

Remaja yang menunjukkan Zine yang dibuat oleh teman-temannya, Minggu (8/4/2018).
Remaja yang menunjukkan Zine yang dibuat oleh teman-temannya, Minggu (8/4/2018). (SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN)

Ada pula kegiatan mereka buat mulai dari launching Zine, membahas isu lokal, menggambar bersama hingga bermusik.

Dengan semangat juang, mereka terus mengikuti kegiatan dengan sangat antusias. Bukan hanya sekedar kaum Adam saja yang datang ataupun ikut dalam ajang ini, tetapi kaum hawa juga ikut berkontribusi.

Dengan biaya sendiri acara ini sangat erat dengan kekeluargaan, saling sapa tegur dan memberikan informasi. Tampak keceriaan terpancar dari muka para remaja yang terus memberikan pengetahuan baru bagi teman lainnya.

Baca: Lampaui Target, Tanjungenim Catatkan Rekor Baru di Muri dengan Memasak Ini

Mereka membuat acara ini tanpa adanya sponsor dan tidak mendapatkan keuntungan apapun dalam bentuk uang, bahkan mereka membuat sebuah kotak donasi untuk orang-orang yang membutuhkan.

Para remaja itu sama-sama ingin memajukan kesenian Kota Palembang dan mencerdaskan serta membuka pikiran masyarakat secara luas tentang kesenian dan bersolidaritas.

Aji, selaku remaja yang ikut dalam kegiatan mengatakan, ini sebuah kegiatan yang dibuat oleh teman-teman dengan uang pribadi (kolektif) karena kurangnya wadah untuk berkegiatan yang lebih mewah dari ini.

Baca: Hadiri Kampanye Akbar HarFit, Armada Ajak Masyarakat Palembang Bergoyang

"Iya kita sama teman-teman patungan untuk acara ini, tidak ada perhatian khusus dari pemerintah untuk para remaja membuat acara seni," jelasnya, Minggu (8/4/2018).

Ia dan teman-temannya juga berharap kepada pemerintah untuk menyediakan tempat gratis dan memperhatikan para seniman yang ada di kota, setiap kegiatan juga mereka sulit untuk menyewa gedung dan lain-lain. (*)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved