Begini Hasil Analisis BMKG Pasca Gempa Tektonik di Bengkulu

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran Naik-oblique

Begini Hasil Analisis BMKG Pasca Gempa Tektonik di Bengkulu
Kolase Sriwijaya Post/Net
gempa bumi 

Laporan Wartawan Sripoku.com Yandi Triansyah 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - - Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG
Drs. Moch. Riyadi, M.si mengatakan, pada Kamis,( 22/3 2018) pukul 07.08.01 WIB, wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempabumi tektonik.

Dikutip melalui pesan WhatsApp Info Cuaca Sumsel,  menyatakan hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan Mw=5,0 (update) terjadi dengan koordinat episenter pada 4,74 LS dan 102,77 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 54 km arah Barat Daya Kabupaten Bengkulu Selatan, Propinsi Bengkulu pada kedalaman 57 km.

Dampak gempabumi yang digambarkan oleh Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan dirasakan di daerah Manna pada skala II SIG-BMKG atau III MMI, informasi dirasakan dari masyarakat menunjukkan bahwa dampak gempabumi tersebut dirasakan di Kepahiang, Seluma dan Liwa II SIG-BMKG (III- IV MMI).

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.

Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran Naik-oblique (Oblique-Thrust)

Hingga pukul 07.45 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved