SriwijayaPost/

Broadcast Pelaksanaan e-CCTV Membuat Para Pengendara Was-was, Ini Kata Pihak Terkait

Tidak sedikit pengendara sepeda motor maupun mobil mulai was-was bakal diberlakukannya e-CCTV di setiap lampu merah.

Broadcast Pelaksanaan e-CCTV Membuat Para Pengendara Was-was, Ini Kata Pihak Terkait
SRIPOKU.COM/ABDUl HAFIZ
Para pengendara baik sepeda motor maupun mobil tertib berhenti di batas garis lampu merah Jl Jenderal Basuki Rahmad Simpang Polda, Minggu (10/9/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tidak sedikit pengendara sepeda motor maupun mobil mulai was-was bakal diberlakukannya e-CCTV di setiap lampu merah jika melanggar garis.

"Kami dapat broadcast informasi kalau kito melewati garis batas pas lagi lampu merah bakal tersorot e-CCTV dan bakal keno dendo kageknyo," ungkap Tina, seorang pengendara mobil di Palembang, Minggu (10/9/2017).

Hal senada juga dikatakan Evan yang mengaku mendapat informasi bahwa kendaraan yang melintas di jalanan Kota Palembang.

"Dalam broadcast itu katanya, besok Senin depan ada uji coba tilang e-CCTV. TL sepanjang jalan Soekarno Hatta, lampu merah Jl Jenderal Sudirman, lampu merah Rajawali, lampu merah Simpang Angkatan 66 dan sepanjang Jl Kol H Burlian agar diminta berhenti di belakang garis. Hati hati dengan kecepatan ketika lampu TL sudah menyala warna kuning. Karena sensor CCTV akan me-ngezoom saat lampu kuning menyala.  Mungkin juga di beberapa wilayah atau tempat lain," kata Evan.

Dikatakan Evan, dalam pesan broadcast itu mengatakan mulai September 2017 akan dipasang ratusan CCTV di tempat-tempat yang rawan pelanggaran lalu lintas seperti Traffic Light maupun tempat lain.

Dalam pesan itu juga menyebut, tujuan pemasangan CCTV tersebut adalah untuk menangkap secara detail visual para pelanggar Lalin selanjutnya akan dilakukan penilangan secara elektronik dan dikirim surat krmh alamat sesuai Nopol bahkan CCTV tersebut dapat menangkap gambar wajah dan Nopol secara jelas.

Menurut pesan itu jika berhenti di lampu merah jangan melebihi Stop Line lebih baik ambil belakangnya Stop Line.

Disebutkan juga bahwa Pemkot Palembang akan menggandeng kerjasama Satlantas Polresta Palembang, Kejaksaan Negeri , PN dan Dishub Kota maupun instansi lain.

"Mari bersama -sama tertib Lalu Lintas di jalan dg Motto Keselamatan Sebagai Kebutuhan No 1," sebutnya.

Kasatlantas Polrestas Palembang Kompol Yudha Widyatama yang dikonfirmasi terkait beredarnya broadcast ini mengaku belum mengetahui rencana tersebut.

"Belum ada surat permohonan dari Dishub masuk ke ruangan saya terkait hal tersebut," kata Kompol Yudha Widyatama.

Begitu pula Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Kurniawan mengatakan informasi hanya hoax yang dipublikasikan di media sosial.

"Mungkin ini hoax yang ingin lalu lintas lebih tertib supaya pengguna jalan takut melanggar. Memang setahu kita itu memang rencana Polri melakukan e-tilang yang dilaunching Bapak Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Sampai sekarang kita di Kota Palembang masih manual. Kami juga belum. Kalaupun akan memberlakukan, pastinya kita akan lakukan sosialisasi e-CCTV ini," kata Kurniawan.

Kendati demikian, Kurniawan menyambut baik jika wacana ini bakal diberlakukan di Palembang ke depannya. Namun hal ini butuh biaya tinggi untuk pemasangan CCTV, belum lagi untuk jaringannya.

"Tapi tentunya rencana program kami akan ke sana. Barangkali kalau sudah Palembang Smart City ada yang namanya ATCS, semacam tidak manual. Kamera di titik untuk melihat kondisi lapangan. Kalau terjadi mati lampu. Melihat misalnya sebelah kiri perlu untuk dicepatkan. Namun ini masih rencana. Kalau nanti kita gunakan, pasti disosialisasikan dulu dan pastinya koordinasi dengan yang lainnya," terangnya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help