SriwijayaPost/

Penderita Terkurung Di Kamar Itu Sudah Terpasung. Kementrian Sosial Sampai Lakukan Ini

Pihak Kementerian Sosial melalui unit pelaksana teknis Provinsi Sumsel langsung menjemput dan evakuasi para penderita pasung di sejumlah desa dalam Ka

Penderita Terkurung Di Kamar Itu Sudah Terpasung. Kementrian Sosial Sampai Lakukan Ini
SRiPOKU.COM/EHDI AMIN
Tim UPT Kementerian sosial Provinsi Sumsel menemui bupati Empatlawang H.Syahril sebelum mengevakuasi penderita pasung. 

SRIPOKU.COM, EMPATLWANG - Sebanyak 15 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari 36 penderita ODGJ di pasung di Kabupaten Empatlawang setelah asesment tahap pertama di bawa ke RSJ Ernaldi Bahar Palembang.

Hanya saja dari 15 asesment tahap pertama sembilan baru di evakuasi ke RSJ Ernaldi Bahar Palembang.

Pihak Kementerian Sosial melalui unit pelaksana teknis Provinsi Sumsel langsung menjemput dan evakuasi para penderita pasung di sejumlah desa dalam Kabupaten Empatlawang dengan menggunakan satu unit bis dan beberapa kendaraan dinas Sosial.

Menurut data Dinsos Empatlawang dari 15 ODGJ asesment tahap pertama diantaranya 9 orang di bawa ke RSJ Ernaldi Bahar Palembang, selebihnya nanti akan dikirim ke PSBL Darma Guna Bengkulu, dan ke rehabilitasi Napza Medan.

Tim evakuasi berjumlah puluhan orang sempat menemui bupati Empatlawang sebelum bertolak ke rumah penderita pasung.

Bupati Empatlawang, Syahril Hanafiah yang sebelumnya sempat dikahabarkan sakit karena kelelahan, Syahril berharap agar Empatlawang terbebas dari pasung.

Tim UPT Kementerian sosial Provinsi Sumsel menemui bupati Empatlawang H.Syahril sebelum mengevakuasi penderita pasung.
Tim UPT Kementerian sosial Provinsi Sumsel menemui bupati Empatlawang H.Syahril sebelum mengevakuasi penderita pasung. (SRiPOKU.COM/EHDI AMIN)

Syahril sempat menyampaikan apresiasinya atas kerja Dinsos Empatlawang kpasung ini harus tidak ada lagi dan terbebas .

"Paling tidak dari 15 orang yang akan dibawa ini akan kembali ke keluarga dan masyarakat nantinya," kata Syahril di hadapan petugas kementerian Sosial, Selasa (29/8/2017)

Kepala panti sosial Bina Laras Bengkulu, Wibowo mengatakan arti pasung itu tidak selalu terpasung menggunakan kayu, melainkan secara fisik mereka terkekang itu di sebut terpasung.
" secara fisik penderita ODGJ yang dikurung didalam kamar itu sudah terpasung namanya dalam artian penderita terkekang," terang Wibowo.

Wibowo menjelaskan ternyata dari data awal di laporkan Dinas Sosial Empatlawang sebanyak 36 ODGJ terpasung diduga masih ada penderita lain belum terdata seraya menyebut data jumlah pasung ini cukup tinggi untuk satu daerah.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help