Tak Senang Ditagih Hutang, Adit Main Ancam pakai Parang dan Cuka Para

Pelaku nekat melakukan pengancaman terhadap korban bermula dari korban yang menagih hutang terhadap pelaku.

Tak Senang Ditagih Hutang, Adit Main Ancam pakai Parang dan Cuka Para
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kapolsek Kertapati, AKP Deli Haris ketika mengelar pelaku perkara penganiayan, yakni Adit (23), Senin (20/3). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Adit (23), tersangka pengancaman dengan sebilah parang dan cuka para terpaksa berurusan dengan polisi.

Warga Jalan Pintu Besi Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati ini, harus mendekam dibalik sel tahanan Polsek Kertapati Palembang.

Adit dibekuk petugas buser Polsek Kertapati, usai petugas mendapati laporan dari korbannya, Gujli Jon Aad (30), yang mengaku sudah diancam pelaku dengan senjata tajam jenis parang dan cuka para.

"Pelaku nekat melakukan pengancaman terhadap korban bermula dari korban yang menagih hutang terhadap pelaku. Diduga tidak senang, pelaku pun nekat mengancam korban menggunakan sajam," ungkap Kapolsek
Kertapati, AKP Delli Haris, Senin (20/3).

Namun keributan tersebut, lanjut Deli, sempat di damaikan oleh orang tua pelaku. Akan tetapi, diduga pelaku masih menyimpan dendam terhadap korban, pelaku pun kembali mengancam korban, akan menyiram cuka para.

"Atas ulahnya pelaku dikenakan pasal 335 ayat 1 tentang pengancaman," ungkap Deli.

Sedangkan, pelaku Adit saat diamankan mengakui perbuatannya yang sudah mengancam korban dengan senjata tajam jenis parang dan cuka para.

"Saya khilaf pak, waktu itu saya kesal karena memang lagi tidak ada uang, sedangkan dia (korban-red) menagih terus. Saya menyesal pak," kata pria pengangguran ini.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help