SriwijayaPost/

Indeks Harga Saham Gabungan

Diperkirakan, IHSG Masih Melemah

Perdagangan saham Rabu (22/2/2017) diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak melemah.

Diperkirakan, IHSG Masih Melemah
www.mitrainvestor.com
Ilustrasi, IHSG. 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Perdagangan saham Rabu (22/2/2017) diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak melemah.

Berita Lainnya:  Terbatas, IHSG Diprediksi Menguat

Bahana Securities memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5.320-5.360 sepanjang sesi perdagangan hari ini.

"saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ACES, SMRA, WSKT, BMRI, SMBR," tulis Bahana Securities kepada Kompas.com.

Sebelumnya pada perdagangan saham Selasa (21/2/2017) IHSG ditutup di level 5.340,99 atau melemah 0,34 persen terhadap penutup sebelumnya, Di Selasa, posisi IHSG naik 0,89 secara bulanan dan naik 0,84 persen secara tahunan.

Penyebab turunnya IHSG di Selasa yakni adanya aksi jual asing di saham auto serta aksi ambil untung di saham pertambangan.

Aksi-aksi tersebut membuat IHSG tutup di zona merah dan menyisakan sektor perkebunan yang berada di zona hijau.

Investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 146,6 miliar di pasar reguler. Secara bulanan, investor asing mencatatkan net buy Rp 2,6 triliun, atau net buy Rp 1,3 triliun secara tahunan).

Di Selasa, sebanyak 120 saham mengalami kenaikan, 213 saham mengalami penurunan, 100 saham tidak mengalami perubahan, dan 145 saham tidak mengalami perdagangan.

Lima saham dengan kapitalisasi besar yang motor pergerakan IHSG yakni CPIN (-6,41 persen), ICBP (-1,49 persen), BMRI (-1,11 persen), HMSP (-1,04 persen), GGRM (-0,58 persen).

Lima saham yang banyak dijual asing di pasar reguler yakni ASII (Rp 182,2 miliar), TLKM (Rp 55,3 miliar), GGRM (Rp 37,2 miliar), PTPP (Rp 34,3 miliar), PGAS (Rp 20,1 miliar).

Rupiah
Sementara itu pada Rabu ini Bahana memperkirakan nilai tukar rupiah akan ditutup pada level 13.347 per dollar AS atau menguat 0,17 persen terhadap penutupan sebelumnya.

Secara bulanan rupiah tertekan 0,04 persen, sementara secara tahunnan rupiah tertekan 0,94 persen.

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help