SriwijayaPost/

Indeks Harga Saham Gabungan

Terbatas, IHSG Diprediksi Menguat

IHSG sepekan kemarin masih tercatat menguat 0,39 persen. Untuk jangka pendek, IHSG diprediksi masih ada penurunan. Analis Senior Binaartha Sekuritas

Terbatas, IHSG Diprediksi Menguat
www.money.id
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan kemarin masih tercatat menguat 0,39 persen. Untuk jangka pendek, IHSG diprediksi masih ada penurunan.

Berita Lainnya:  Terbatas, IHSG Diperkirakan Melemah

Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pada pekan ini pergerakan IHSG akan dipengaruhi dari banyaknya faktor global. Seperti, statement dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, rilis data indeks manufaktur di beberapa Negara, harga komoditas.

”Sementara dari dalam negeri pergerakan Rupiah, tapi pergerakan Rupiah juga menunggu sentiment dari global,” kata Reza, Minggu (19/2/2017).

Sehingga pada pekan ini IHSG masih bergerak cenderung terbatas dengan rentang support 5.315-5.335 dan resistance 5.387-5.425. Melihat Spinning top candle telah terbentuk yang memberikan sinyal IHSG berpotensi menurun.

Pergerakan IHSG akan berada pada dekat middle Bollinger band area. MACD berada pada pergerakan yang flat sehingga menunda terbentuknya golden cross. Dimana RSI, stochastic terbatas untuk menguat.

Analis NH Korindo Bima Setiaji mengatakan secara candle dan distribusi IHSG sudah menunjukan tren bearish dalam jangka waktu pendek. Sehingga dia memprediksi range perdagangan besok pada level support 5.330 dan resistance 5.410. ”Hanya jangka pendek, bukan berarti tidak ada potensi penguatan,” kata Bima.

Dia mengatakan salah satu katalis positifnya adalah data Ekonomi Indonesia yang cukup baik. Seperti surplusnya neraca perdagangan Indonesia pada bulan Januari sebesar 1,40 miliar dollar AS, yang disebabkan naiknya ekspor.

Naiknya ekspor disebabkan tingginya harga komoditas, sehingga tingkat PDB pada kuartal I tahun ini diprediksi meningkat. Sehingga secara mikro ekonomi masih dipandang baik oleh pelaku pasar.

Selain itu pasar juga sudah mengestimasi dua buruknya kinerja dua emiten besar seperti BMRI dan UNVR yang cukup membebani gerak IHSG. Sehingga seharusnya tidak ada lagi, sentiment negatif yang mempengaruhi untuk jangka waktu menengah. (Emir Yanwardhana)

Sumber : KONTAN.co.id

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help