Pertumbuhan Asuransi Kerugian Tumbuh Tipis

"Ini dipicu adanya sedikit perbaikan di sektor asuransi kendaraan. Masih lebih bagus dari tahun lalu,"

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Darwin Sepriansyah
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dengan adanya perkembangan lebih baik dari sektor asuransi kendaraan, membuat geliat bisnis asuransi kerugian tumbuh tipis.

Hal tersebut diungkapkan, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Sumsel, Suwedi, Sabtu (11/6/2016).

"Tahun ini perkembangan bisnis asuransi cukup baik, walaupun ekonomi belum begitu baik, namun untuk sektor bisnis asuransi kerugian masih tetap tumbuh, meski tipis," ujarnya.

Suwedi mengatakan, meski tumbuh tipis, persentase tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ini dipicu adanya sedikit perbaikan di sektor asuransi kendaraan. Masih lebih bagus dari tahun lalu," katanya.

Di semester pertama tahun ini, Suwedi mengatakan, premi asuransi kerugian secara general masih bisa tumbuh di angka 5 sampai 10 persen.

Geliat asuransi kendaraan saat ini, juga turut mempengaruhi bisnis asuransi umum, pasalnya asuransi masih merupakan backbone bisnis asuransi umum.

"Kontribusinya cukup signifikan, bisa capai 60 persen. Dan pasar otomotif juga cukup baik karena adanya peningkatan di saat Ramadan," tuturnya

Walupun perkembangan asuransi kendaraan masih cukup bagus, namun di sektor lainnya, seperti properti dikatakan Suwedi masih belum membaik.

"Semester kedua, kami masih belum tau arahnya seperti apa. Harapannya, semester kedua nanti akan di picu dari sektor pembangunan infrastruktur yang akan digalakan pemerintah akan membantu pertumbuhan asuransi," ucapnya. (*)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved