Berita Ogan Ilir

Antrean Truk BBM di SPBU Ogan Ilir Mengular Nyaris 24 Jam, Pengendara Was-was Makan Badan Jalan

Antrean truk mengisi BBM Solar di 3 SPBU di Kabupaten Ogan Ilir mengular nyaris 24 jam hingga memakan badan jalan nasional, Minggu (7/6/2026).

Tayang:
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: tarso romli
Sripoku.com/handout/tidak ada
ANTREAN KENDARAAN - Antrean truk muatan yang hendak mengisi BBM di SPBU Indralaya pada Minggu (7/6/2026) siang hingga malam. Antrean panjang kendaraan tersebut sering memakan badan jalan. 

Ringkasan Berita:
  • Antrean pengisian BBM Solar di 3 SPBU Ogan Ilir (Indralaya, Indralaya Utara, Tanjung Raja) mengular nyaris 24 jam hingga memakan badan jalan nasional, Minggu (7/6/2026).
  • Di SPBU KM 32 Jalinteng, antrean truk bertonase besar dilaporkan memanjang hingga ke gerbang masuk kampus Unsri dan membahayakan pengendara.
  • Komisi II DPRD Ogan Ilir mendesak Pemkab memanggil pengelola SPBU, sementara Polsek Indralaya memperketat larangan parkir truk di bahu jalan.

Baca juga: Kronologi Sopir Truk Tewas Dikeroyok di SPBU Palembang, Pelaku Marah Ditegur Serobot Antrean Solar


SRIPOKU.COM, INDRALAYA  – Antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kian meresahkan warga. Selain memicu kemacetan parah, antrean kendaraan yang didominasi truk bertonase besar ini kerap memakan badan jalan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.

Kondisi ini salah satunya terlihat jelas di SPBU KM 35 Jalur Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Kayu Agung, tepatnya di kawasan Kota Indralaya.

Kendaraan besar terpantau mengular nyaris selama 24 jam penuh.

"Macet sudah pasti terjadi. Namun yang paling membuat kami khawatir adalah pergerakan truk-truk muatan besar itu saat keluar-masuk SPBU. Sangat membuat was-was," ujar Gusti Ali, salah seorang pengendara yang melintas, Minggu (7/6/2026) malam.

Menurut Gusti, manuver kendaraan berat tersebut sering kali mengejutkan pengendara lain karena posisinya yang terlalu menjorok ke aspal utama.

"Kadang ada truk Fuso yang mau maju, tetapi harus mundur sedikit dulu. Buntut kendaraannya langsung menghadap ke jalan raya, ini kan berbahaya bagi kendaraan di belakangnya," ungkapnya.

Mengular dari Gerbang Kampus Unsri

Fenomena serupa juga melanda SPBU KM 32 Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) Palembang-Prabumulih, Kecamatan Indralaya Utara.

Di titik ini, antrean ratusan meter bahkan sudah menjadi pemandangan sehari-hari sejak tiga minggu terakhir.

Antrean kendaraan besar tersebut dilaporkan memanjang hingga menyentuh area akses masuk gerbang kampus Universitas Sriwijaya (Unsri).

"Pagi, siang, malam, ketemu pagi lagi, antrean truk ini tidak pernah putus selama 24 jam. Parahnya lagi, sebagian sopir kadang tidak menyalakan lampu sein saat mau keluar dari barisan antrean. Pengendara di jalan raya tentu kaget," keluh Mandala, warga Indralaya Utara.

Baca juga: Pedagang di Palembang Keluhkan Antrean Solar Tutupi Akses Toko, Bikin Omzet Turun Drastis

DPRD Desak Pemkab Panggil Pengelola SPBU

Menanggapi keluhan publik yang meluas, Komisi II DPRD Ogan Ilir mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir untuk segera mengambil tindakan tegas dengan memanggil para pengelola SPBU yang menjadi titik sumbatan arus lalu lintas.

Ketua Komisi II DPRD Ogan Ilir, Amir Hamzah, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan resmi dari masyarakat terkait dampak buruk antrean logistik ini di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum).

Ia mencatat ada tiga SPBU utama yang paling sering memicu kemacetan, yakni SPBU di Kecamatan Indralaya, Indralaya Utara, dan Tanjung Raja.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved