Breaking News

Berita Muratara

Isak Tangis Warnai Kepulangan ART Asal Muratara yang Divonis Bebas, Eks Walikota Tawari Pekerjaan

Refpin tiba di kediaman ibunya di Desa Dharma Sakti, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, pada Selasa (5/5/2026) sore.

Tayang:
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Yandi Triansyah
Handout
MENANGIS - Isak tangis haru menyambut kepulangan Refpin, seorang Asisten Rumah Tangga (ART) asal Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang sempat viral akibat kasus dugaan kekerasan terhadap anak majikan di Bengkulu.  Refpin tiba di kediaman ibunya di Desa Dharma Sakti, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, pada Selasa (5/5/2026) sore. 
Ringkasan Berita:
  • Isak tangis haru menyambut kepulangan Refpin, seorang Asisten Rumah Tangga (ART) asal Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)
  • Kepulangan Refpin terjadi setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu menjatuhkan vonis bebas terhadap dirinya. 
  • Meski telah bebas, Elfahmi mengungkapkan bahwa kondisi psikologis Refpin saat ini masih terganggu akibat perkara hukum yang menjeratnya. 

SRIPOKU.COM, MURATARA – Isak tangis haru menyambut kepulangan Refpin, seorang Asisten Rumah Tangga (ART) asal Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang sempat viral akibat kasus dugaan kekerasan terhadap anak majikan di Bengkulu. 

Refpin tiba di kediaman ibunya di Desa Dharma Sakti, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, pada Selasa (5/5/2026) sore.

Kepulangan Refpin terjadi setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu menjatuhkan vonis bebas terhadap dirinya. 

Sebelumnya, ia sempat mendekam di balik jeruji besi selama 2 bulan 21 hari atas tuduhan mencubit anak majikan.

Kuasa hukum Refpin, Elfahmi Lubis, membenarkan bahwa kliennya telah berkumpul kembali bersama keluarga besarnya sejak Selasa pukul 16.00 WIB.

"Dia disambut haru oleh pihak keluarga. Isak tangis dari ibu dan adik-adiknya pecah karena mereka sudah menunggu dengan antusias sejak mendengar kabar kebebasannya," ujar Elfahmi saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).

Meski telah bebas, Elfahmi mengungkapkan bahwa kondisi psikologis Refpin saat ini masih terganggu akibat perkara hukum yang menjeratnya. 

Pihak kuasa hukum terus memberikan penguatan moral agar Refpin dapat bangkit dan menata kembali masa depannya.

"Secara psikologis dia terganggu. Untuk sementara waktu, Refpin ingin beristirahat dulu dari pekerjaan dan fokus berkumpul bersama keluarga di rumah," tambahnya.

Sebagai tulang punggung keluarga yang selama ini menopang ekonomi ibu dan adik-adiknya, Refpin menyatakan tetap ingin bekerja di masa depan. 
Namun, trauma mendalam membuatnya enggan kembali melakoni profesi sebagai ART.

Beruntung, sejumlah pihak mulai memberikan simpati dan tawaran pekerjaan bagi Refpin. 

Salah satunya datang dari mantan Walikota Lubuklinggau yang juga anggota DPR RI, SN Prana Putra Sohe.

"Ada tawaran untuk bekerja di usaha kafenya atau di SPBU. Namun, kami serahkan sepenuhnya kepada Refpin untuk memilih yang terbaik bagi dirinya. Tugas kami saat ini adalah memberikan dukungan agar dia tidak sedih berlarut-larut," pungkas Elfahmi.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved