Berita Muratara
Harimau Kembali Serang Ternak di Ulu Rawas Muratara, Total 13 Kerbau Warga Mati
Teror hewan buas kembali melanda warga Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- Teror hewan buas kembali melanda warga Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
- Seekor kerbau milik warga dilaporkan kembali mati setelah diterkam harimau, menambah daftar panjang ternak yang menjadi korban keganasan satwa dilindungi tersebut.
- Menurutnya, serangan hewan bergaris loreng ini bukan yang pertama kali terjadi di wilayahnya.
SRIPOKU.COM, MURATARA - Teror hewan buas kembali melanda warga Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Seekor kerbau milik warga dilaporkan kembali mati setelah diterkam harimau, menambah daftar panjang ternak yang menjadi korban keganasan satwa dilindungi tersebut.
Kepala Desa Kuto Tanjung, Ahmad Syukri, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut.
Menurutnya, serangan hewan bergaris loreng ini bukan yang pertama kali terjadi di wilayahnya.
“Benar, ada kerbau mati diterkam harimau. Sudah sejak awal tahun 2026 harimau muncul dan menyerang kerbau milik warga,” kata Ahmad Syukri kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).
Hingga saat ini, tercatat sudah ada 13 ekor kerbau milik warga Desa Kuto Tanjung yang mati akibat serangan harimau.
Kemunculan predator ini sangat mengkhawatirkan masyarakat setempat karena lokasinya yang sudah mendekati area perkampungan penduduk.
Jejak kaki harimau sering ditemukan di area persawahan hingga perkebunan milik warga, bahkan beberapa warga mengaku sempat berpapasan langsung dengan satwa tersebut.
Pihak pemerintah desa telah melaporkan kejadian ini ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan.
Merespons laporan tersebut, tim BKSDA telah turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan.
“Dua minggu lalu, BKSDA sudah turun kembali. Kali ini memasang kamera pemantau. Padahal harapan kami, dipasang perangkap agar harimau tersebut bisa segera ditangkap,” ungkap Syukri.
Mengantisipasi terjadinya korban jiwa, Ahmad Syukri mengimbau kepada seluruh warganya untuk meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta tidak pergi ke kebun sendirian, serta menghindari aktivitas berkebun pada waktu terlalu pagi atau terlalu sore mengingat harimau biasanya aktif muncul pada malam hari.
| Bocah Tujuh Tahun yang Hilang di Muratara Ditemukan Meninggal Dunia Tiga Kilometer dari Lokasi Awal |
|
|---|
| Sopir Mengantuk, Mobil Makan Bergizi Gratis Tergelincir Masuk Sungai di Muratara |
|
|---|
| Bocah 3 Tahun Meninggal Tenggelam, 2.867 Rumah di Muratara Terendam Banjir, 5 Jembatan Gantung Putus |
|
|---|
| Isak Tangis Warnai Kepulangan ART Asal Muratara yang Divonis Bebas, Eks Walikota Tawari Pekerjaan |
|
|---|
| Pria Asal Bengkulu Ini Jadi Jagoan di Jembatan Maur Baru Muratara, Disergap Polisi Temannya Kabur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/harimau-serang-kerbau.jpg)