Berita Pagar Alam

Destinasi Wisata Gunung Dempo Ditutup, PTPN  Regional 7 Pagar Alam Buka Suara  

Langkah ini diambil menyusul adanya perubahan regulasi dan standar perizinan baru yang dikeluarkan oleh PTPN I Regional 7 Lampung.

Tayang:
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Wawan Septiawan
DITUTUP SEMENTARA - Semua destinasi wisata yang ada di lahan HGU Milik PTPN 7 di Gunung Dempo ditutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. 
Ringkasan Berita:
  • Manajemen PTPN 7 Pagar Alam mengonfirmasi penutupan sementara seluruh destinasi wisata yang berada di lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik mereka
  • Langkah ini diambil menyusul adanya perubahan regulasi dan standar perizinan baru yang dikeluarkan oleh PTPN I Regional 7 Lampung.
  • Penutupan ini bersifat sementara hingga para pengelola atau mitra destinasi wisata mampu melengkapi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan.

SRIPOKU.COM, PAGAR ALAM – Manajemen PTPN 7 Pagar Alam mengonfirmasi penutupan sementara seluruh destinasi wisata yang berada di lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik mereka di kawasan Gunung Dempo

Langkah ini diambil menyusul adanya perubahan regulasi dan standar perizinan baru yang dikeluarkan oleh PTPN I Regional 7 Lampung.

Manajer PTPN 7 Pagar Alam Seviana Dewi, menjelaskan bahwa penutupan ini bersifat sementara hingga para pengelola atau mitra destinasi wisata mampu melengkapi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan.

"Benar, sementara kami lakukan penutupan. Hal ini terkait adanya regulasi dan perizinan baru dari PTPN I Regional 7 Lampung," ujar Seviana, Kamis (30/4/2026).

Beberapa dokumen krusial yang harus segera dipenuhi oleh para calon mitra antara lain dokumen Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) serta izin tata ruang. 

Seviana menegaskan, operasional wisata akan segera dibuka kembali setelah syarat-syarat tersebut terpenuhi.

"Semakin cepat syarat dilengkapi, maka akan semakin cepat dibuka kembali," tambahnya.

Penutupan ini sempat mengejutkan masyarakat setempat, mengingat kawasan Gunung Dempo merupakan ikon pariwisata utama di Sumatera Selatan yang menjadi motor penggerak ekonomi warga Pagar Alam.

Ketua Desa Wisata Gunung Dempo Wawan Alamsyah dalam press relesnya membenarkan jika saat ini destinasi wisata yang ada di kawasan Gunung Dempo yang menggunakan lahan milik PTPN 7 ditutup sementara.

"Dengan penuh kesadaran dan rasa haru, kami dari pengelola desa wisata di kawasan Gunung Dempo menyampaikan bahwa destinasi wisata ini untuk sementara waktu ditutup. Keputusan ini bukanlah yang kami inginkan. Selama ini kami bersama pihak HGU PT Perkebunan Nusantara I Regional 7 telah berupaya mengembangkan pariwisata dan memberdayakan masyarakat lokal melalui wisata berbasis komunitas," ujarnya.

Namun terkait regulasi dan perizinan yang berdampak pada keberlangsungan pengelolaan. Pihaknya memahami tempat ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga ruang kenangan dan kehidupan masyarakat.

"Kawasan Gunung Dempo sendiri telah menjadi daya tarik utama di Sumatera Selatan dan mulai dikenal secara nasional. Kami juga terus memperjuangkan potensi ini di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia agar dapat berkembang lebih luas," katanya.

Namun dijelaskannya, penutupan sementara ini dilakukan demi kebaikan bersama dan keberlanjutan ke depan. 

"Kami berterima kasih kepada seluruh sobat wisata, serta kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, PT Perkebunan Nusantara I Regional 7, dan Pagar Alam melalui Dinas Pariwisata Kota Pagar Alam atas dukungannya," jelasnya.

"Kami berharap masyarakat Gunung Dempo tetap menjadi bagian utama dalam pengelolaan potensi wisata ke depan. Bagi kami, Gunung Dempo adalah ruang hidup, identitas, dan warisan yang harus dijaga bersama," tambahnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved