Berita Pagar Alam

Breaking News: Gunung Api Dempo Erupsi, Semburkan Kolom Abu Setinggi 3.500 Meter

Gunung api setinggi 3.173 mdpl tersebut menyemburkan kolom abu berwarna putih tebal dengan ketinggian mencapai ± 3.500 meter di atas puncak.

|
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: tarso romli
Sripoku.com/handout/tidak ada
GAD - Gunung Api Dempo (GAD) dikabarkan kembali mengalami erupsi pada Rabu (15/4/2026). Hal ini berdasarkan hasil pengamatan Pos Pengamatan GAD Kota Pagar Alam. 
Ringkasan Berita:
  • Gunung Api Dempo menyemburkan abu vulkanik setinggi 3.500 meter di atas puncak pada Rabu (15/4/2026) siang dengan durasi erupsi hampir 14 menit.
  • Saat ini Gunung Dempo berada pada Level II (Waspada). Badan Geologi memperingatkan potensi erupsi freatik susulan yang bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa gejala awal.
  • Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati pusat kawah dalam radius 1 km dan sejauh 2 km ke arah sektor utara demi menghindari lontaran material dan gas berbahaya.

 


SRIPOKU.COM, PAGAR ALAM - Gunung Api Dempo (GAD) kembali mengalami erupsi pada Rabu (15/4/2026) pukul 11.45 WIB. Berdasarkan hasil pengamatan visual, gunung api setinggi 3.173 mdpl tersebut menyemburkan kolom abu berwarna putih tebal dengan ketinggian mencapai ± 3.500 meter di atas puncak.

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa kolom erupsi teramati condong ke arah timur laut.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi yang cukup lama, yakni sekitar 13 menit 49 detik.

"Kondisi bawah permukaan saat ini belum stabil. Erupsi ini bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa didahului gejala yang jelas karena karakter erupsi Gunung Dempo adalah tipe freatik," jelas Lana Saria dalam rilis resminya, Rabu malam.

Berdasarkan analisis data visual dan instrumental, tingkat aktivitas Gunung Api Dempo saat ini masih berada pada Level II (Waspada).

Badan Geologi mencatat adanya tren inflasi (penggembungan) pada alat tiltmeter di Stasiun Tugu Rimau sebelum erupsi terjadi, yang menandakan adanya tekanan dari bawah permukaan.

"Kami mengimbau masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan untuk tidak mendekati atau bermalam di dekat pusat aktivitas kawah Marapi dalam radius 1 kilometer," tegasnya.

Selain radius 1 km, Badan Geologi juga menetapkan zona bahaya sejauh 2 km ke arah bukaan kawah di sektor utara.

Wilayah ini berpotensi terlanda lontaran material erupsi freatik serta gas vulkanik yang membahayakan jiwa.

Pihak berwenang meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

Informasi resmi dapat dipantau melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau berkoordinasi langsung dengan Pos Pengamatan GAD di Kelurahan Dempo Makmur, Pagar Alam. 

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Warga Masih Buang Sampah Sembarang di Aliran Sungai, Pemkot Segera Ambil Tindakan Tegas

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved