Berita Viral

Viral Curhatan Mahasiswa Asal Muba Sumsel di Yogyakarta, 'Terjebak' di Asrama Beratap Langit

Mahasiswa asal Muba yang tengah merantau ke Yogyakarta tinggal di asrama yang kini tanpa atap. Curhatan mereka viral di medsos.

Tayang:
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Refly Permana
Instagram/@miminsekayu
TANPA ATAP - Tangkapan layar dari media sosial memperlihatkan kondisi Asrama Ranggonang milik mahasiswa Muba di Yogyakarta yang memprihatinkan. Saat hujan turun, bangunan tanpa atap itu tergenang air, sementara para penghuni terlihat mengepel dan membersihkan banjir yang masuk ke dalam kamar. 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa asal Muba yang tengah merantau ke Yogyakarta tinggal di asrama yang kini tanpa atap. Curhatan mereka viral di medsos.
  • Setiap hujan turun, para penghuni harus berjibaku menampung air dan membersihkan genangan yang tak kunjung surut.
  • "Sudah kami sampaikan ke pemda, tapi belum ada pergerakan sama sekali. Dari bagian umum juga belum merespon," keluh seorang mahasiswa.

 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Bertahan karena keterbatasan biaya membuat sejumlah mahasiswa asal Musi Banyuasin (Muba) tetap menghuni Asrama Ranggonang di Yogyakarta.

Padahal, kondisinya kini jauh dari kata layak. 

Curhatan para mahasiswa ini viral setelah diunggah akun media sosial Instagram bernama @miminsekayu.

Terlihat dalam video, asrama tanpa atap pasca roboh beberapa waktu lalu.

Bangunan tersebut tak lagi mampu menahan derasnya hujan yang kerap mengguyur sehingga penghuni harus sigap menyapu air ketika hujan.

Baca juga: Mahasiswa Asal Papua Suarakan Lima Tuntutan Mulai dari Pelanggaran HAM hingga PT Freeport

Air dengan mudah masuk dari bagian atas yang terbuka, merembes hingga ke kamar-kamar di lantai bawah. 

Setiap hujan turun, para penghuni harus berjibaku menampung air dan membersihkan genangan yang tak kunjung surut.

Ketua IKPM Muba, Mutia Mei Sari, mengatakan, kondisi ini terjadi karena hingga kini belum ada langkah lanjutan dari pemerintah daerah, meski puing-puing bangunan telah dibersihkan.

"Memang kemarin sudah dibersihkan, genteng diturunkan, rangka baja juga sudah dirapikan. Tapi sekarang bagian atas kosong, tidak ada penutup sama sekali," kata Mutia, Minggu (12/4/2026).

Lanjutnya, situasi semakin darurat karena Yogyakarta tengah memasuki musim hujan. 

Air yang masuk dari atas membuat kamar-kamar di lantai bawah kerap tergenang.

"Kalau hujan deras, air masuk ke kamar-kamar bawah. Kawan-kawan yang masih tinggal di situ kewalahan harus membersihkan air, apalagi jika beraktivitas di luar hujan otomatis kamar tergenang,"ungkapnya.

Pihaknya telah berulang kali melakukan koordinasi dan menyampaikan kondisi tersebut ke pemerintah daerah. 

Namun hingga kini belum ada respon maupun tindakan nyata.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved