Breaking News

Program Seragam Sekolah Gratis di Muba Lanjut, Pemkab Siapkan Rp25 Miliar

Program bantuan seragam sekolah gratis yang diprioritaskan bagi siswa yang benar-benar membutuhkan di Muba dilanjutkan.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/dokumen pemkab muba
SERAGAM SEKOLAH - Bupati Muba, H M Toha Tohet, menyerahkan seragam sekolah gratis kepada siswa SD/SMP sebagai bagian dari program pendidikan gratis Pemkab Muba untuk meringankan beban biaya pendidikan dan memastikan seluruh anak Muba dapat bersekolah dengan layak, Rabu (24/12/2025) lalu. Di tahun 2026, program seragam sekolah gratis dilanjutkan Pemkab Muba. 

Ringkasan Berita:
  • Program bantuan seragam sekolah gratis yang diprioritaskan bagi siswa yang benar-benar membutuhkan di Muba dilanjutkan.
  • Anggaran yang disiapkan dua kali lipat lebih besar dari tahun 2025.
  • Lantas, kapan program ini bakal direalisasikan?

 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Kabar gembira bagi ribuan siswa SD dan SMP dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). 

Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) tahun ini kembali menyiapkan program bantuan seragam sekolah gratis yang diprioritaskan bagi siswa yang benar-benar membutuhkan.

Program bantuan seragam ini mengacu pada Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022 tentang pakaian seragam sekolah, yang memberi kewenangan kepada pemerintah daerah untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu.

Kabid GTK Dikbud Muba, Sobriadi SSi MPd, mengatakan bahwa data penerima bantuan tahun ini sepenuhnya berasal dari sekolah, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran. 

Baca juga: Seragam Sekolah Gratis Janji Politik Walikota dan Wakil Walikota Pagar Alam Mulai Dibagikan

"Kalau yang mampu tentu tidak kita berikan. Semua berdasarkan data dan usulan dari sekolah, karena sekolah yang berada di lokasi secara langsung mengetahui keadaannya," kata Sobriadi, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, jumlah penerima masih menunggu data pasti dari hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Pasalnya, hingga saat ini belum dapat dipastikan total siswa yang akan masuk pada tahun ajaran baru.

"Sebagai gambaran, kuota bantuan diperkirakan menyasar sekitar 30 persen siswa kurang mampu dari total peserta didik baru, baik di jenjang SD maupun SMP dengan total jumlah SD 488 dan SMP 179.Bantuan yang diberikan sendiri merupakan sisa dari penerima yang tahun sebelumnya belum dapat dan siswa baru," ungkapnya.

Lanjutnya, mekanisme penyaluran seragam dilakukan pada awal tahun ajaran baru. 

Namun, karena proses teknis SPMB yang kemungkinan mengalami keterlambatan, penyaluran bantuan diperkirakan dilakukan setelah data siswa baru final.

"Idealnya setelah SPMB, tapi karena data belum final dan menyesuaikan data dari sekolah biasanya setelahnya," ujarnya.

Baca juga: Perjalanan Terakhir 2 Siswi di Muba, Seragam Sekolah Bersimbah Duka di Aspal Sekayu-Lubuklinggau

Pada tahun sebelumnya, Pemkab Muba telah menyalurkan sekitar 14 ribu stel seragam dengan total anggaran mencapai Rp11 miliar. 

Sementara untuk tahun 2026, pagu anggaran disiapkan sebesar Rp25 miliar, meski realisasi nantinya akan menyesuaikan dengan jumlah data penerima yang masuk.

"Memang betul pagu yang ada sebesar Rp25 M, tapi realisasinya nanti tidak sampai. Jika tahun sebelumnya mencapai 14 ribu STEL seragam, kemungkinan tahun ini tidak sampai diperkirakan kurang lebih 13 ribu. Seragam sendiri meliputi pakaian, topi, tali pinggang," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved