Berita Banyuasin
Lima Warga Banyuasin Positif Campak, Dinkes Gencarkan Imunisasi Massal dan Pemetaan Wilayah
Tercatat ada 15 suspek campak di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan dan lima orang di antaranya dinyatakan positif mengidap campak.
Penulis: Ardiansyah | Editor: tarso romli
Ringkasan Berita:
- Dinkes Banyuasin mengonfirmasi 5 warga positif campak dari total 15 suspek yang ditemukan di wilayah tersebut.
- Pemerintah melakukan pemetaan wilayah dan menggelar imunisasi massal (Outbreak Response Immunization/ORI) di tingkat PAUD serta Posyandu.
- Selain penanganan warga, Dinkes sedang menyiapkan regulasi perlindungan bagi tenaga medis agar tidak ikut terpapar saat melakukan pelayanan kesehatan.
SRIPOKU.COM, BANYUASIN – Kabupaten Banyuasin kini masuk dalam daftar wilayah dengan temuan kasus campak di Sumatera Selatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuasin segera melakukan pemetaan terhadap dampak suspek campak guna mengantisipasi penyebaran yang lebih luas.
Berdasarkan data terkini, tercatat ada 15 suspek di Kabupaten Banyuasin, di mana lima orang di antaranya dinyatakan positif mengidap campak.
Plt. Kadinkes Banyuasin, dr. Indah Daryane, menuturkan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat edaran resmi sebagai langkah kewaspadaan dini terhadap peningkatan kasus di wilayah tersebut.
"Kami sudah mengeluarkan surat edaran terkait penanganan campak secara umum. Selain itu, kami juga telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) di Posyandu dan PAUD di wilayah kerja puskesmas secara bertahap," ujar dr. Indah, Minggu (5/4/2026).
Langkah Penanggulangan dan Perlindungan Nakes
Dinkes Banyuasin terus melakukan pemantauan ketat dengan menggerakkan seluruh tenaga kesehatan (nakes), mulai dari tingkat Puskesmas Pembantu (Pustu) hingga rumah sakit.
Upaya ini difokuskan pada penanggulangan cepat agar mata rantai penularan dapat terputus.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah mengeluarkan instruksi terkait keselamatan kerja bagi tenaga kesehatan agar tidak ikut tertular saat menangani pasien.
"Untuk perlindungan khusus nakes, kami masih menunggu arahan turunan dari Dinkes Provinsi Sumatera Selatan. Setelah itu, baru akan kami keluarkan surat edaran khusus bagi nakes di Banyuasin," pungkasnya.
Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.
Baca juga: Debitur Seorang IRT di Jakabaring Dianiaya dan Ponsel Beserta Uangnya Dirampas Kreditur
campak
Plt. Kadinkes Banyuasin dr. Indah Daryane
Warga Banyuasin positif Campak
Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan
| Tinjau Titik Banjir di Sukajadi Timur, Wabup Banyuasin Instruksikan Pengerukan Lumpur |
|
|---|
| Klarifikasi Sekwan Jelaskan Anggaran Makan Minum Rp1,7 M hingga Operasional Ketua DPRD Banyuasin |
|
|---|
| Pastikan Tepat Sasaran, Direktur Keuangan Perum Bulog Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan di Banyuasin |
|
|---|
| Tolak Ganti Rugi Rp150 Ribu, Pemilik Lahan Tol Kapal-Betung di Banyuasin Protes Kebijakan KJPP |
|
|---|
| Nelayan Sungsang Keluhkan Sulitnya BBM dan Modal, Menko Polkam RI: Segera Lapor Presiden |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Periksa-Kesehatan-Ilustrasi-AI.jpg)