Berita Muara Enim

Jarak Cuma 2 KM dari Kantor Bupati, 2 Sekolah di Pusat Kota Muara Enim ini Belum Nikmati Program MBG

Namun, kedua sekolah tersebut belum menerima program MBG sejak pertama kali digulirkan.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Ardani Zuhri
BELUM DAPAT MBG : Jarak Cuma 2 KM dari Kantor Bupati, 2 Sekolah di Pusat Kota Muara Enim ini Belum Nikmati Program MBG 
Ringkasan Berita:
  • Sekolah di pusat Kota Muara Enim belum menerima Program MBG meski sudah didata berkali-kali.
  • Penyebab utama adalah belum tersedianya dapur SPPG di wilayah tersebut.
  • Realisasi MBG di Muara Enim baru mencapai sekitar 54 persen dari total sasaran.

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM — Sejumlah sekolah di Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim hingga kini belum menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun lokasinya berada di kawasan strategis dalam radius pusat kota.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (1/4/2026), SD Negeri 8 Muara Enim dan SMP Negeri 3 Muara Enim berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera dan hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari Kantor Bupati Muara Enim.

Namun, kedua sekolah tersebut belum menerima program MBG sejak pertama kali digulirkan.

Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 8 Muara Enim, Ruslaili, mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali didata terkait jumlah siswa dan guru, namun realisasi program belum juga dilakukan.

“Sejak awal program berjalan, siswa kami belum pernah menerima MBG. Padahal pendataan sudah beberapa kali dilakukan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 3 Muara Enim, Gunawan.

Ia menyebutkan bahwa hingga kini belum ada kejelasan terkait pelaksanaan program di sekolahnya, meskipun jumlah siswa mencapai sekitar 300 orang.

Kondisi tersebut memunculkan kecemburuan sosial di kalangan siswa dan wali murid, mengingat sejumlah sekolah lain, termasuk yang berada di wilayah lebih jauh, sudah lebih dulu menerima manfaat program tersebut.

Salah satu wali murid, Febrianti, mengaku heran karena sekolah yang berada di pusat kota justru belum tersentuh program MBG.

“Kalau ini program nasional, seharusnya merata. Anak kami belum pernah mendapatkannya,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Sekretariat Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Muara Enim, Oktafian Muharsyah, menjelaskan bahwa kendala utama belum terlaksananya program di wilayah tersebut adalah belum tersedianya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Untuk Desa Karang Raja memang belum ada dapur SPPG, sehingga program MBG belum bisa berjalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari total potensi penerima MBG di Kabupaten Muara Enim sebanyak 180.951 orang, hingga Februari 2026 baru sekitar 54 persen yang telah terlayani.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dibutuhkan 61 unit SPPG, sementara saat ini baru tersedia 35 unit.

Pemerintah daerah berupaya mempercepat pembangunan SPPG agar program MBG dapat segera merata di seluruh wilayah, termasuk Desa Karang Raja.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved