Berita MUBA

 Jadi Percontohan di Sumsel, Desa Tebing Bulang Muba Raih Penghargaan Desa Migran Emas Produktif

Desa Tebing Bulang meraih penghargaan Desa Migran Emas Produktif dari BP3MI Sumsel atas keberhasilan sistem tata kelola perlindungan pekerja migran.

Tayang:
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: tarso romli
Sripoku.com/handout/tidak ada
TERIMA PENGHARGAAN - Kepala Desa Tebing Bulang, Arisandi menerima piagam penghargaan Desa Migran Emas Produktif dari BP3MI Sumsel. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen Desa Tebing Bulang dalam memperkuat perlindungan dan pendataan pekerja migran Indonesia sejak tingkat desa. 

 

Ringkasan Berita:
  • Desa Tebing Bulang di Muba meraih penghargaan Desa Migran Emas Produktif dari BP3MI Sumsel atas keberhasilan sistem tata kelola perlindungan pekerja migran.
  • Program ini bertujuan memastikan warga setempat menempuh jalur keberangkatan ke luar negeri secara legal dan prosedural, serta menekan angka penempatan nonprosedural.
  • Disnakertrans Muba berkomitmen mereplikasi program Desa Migran Emas ke desa-desa kantong migran lainnya demi mengoptimalkan pengawasan sejak dari tingkat desa.

Baca juga: Solar Langka dan Antrean Mengular, Sopir Angdes Palembang-Pangkalan Balai Mengeluh Pendapatan Anjlok

SRIPOKU.COM, SEKAYU – Desa Tebing Bulang, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berhasil mengukir prestasi di tingkat provinsi. Desa ini meraih penghargaan dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan sebagai "Desa Migran Emas Produktif".

Apresiasi tersebut diberikan karena Desa Tebing Bulang dinilai sukses menginisiasi program Desa Migran Aman dan Sejahtera (Desa Migran Emas).

Program ini berfokus pada penguatan sistem perlindungan serta pendataan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terintegrasi langsung sejak dari tingkat desa.

Piagam penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Kepala Desa Tebing Bulang, Arisandi, dengan didampingi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muba, Herryandi Sinulingga AP.

Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, menyatakan bahwa program Desa Migran Emas ini tidak akan berhenti di satu titik, melainkan bakal terus diperluas ke wilayah pedesaan lain di Kabupaten Muba yang memiliki basis warga bekerja di luar negeri.

Menurutnya, keterlibatan aktif pemerintahan desa sangat krusial dalam memperkuat pengawasan dini.

"Tujuan utama dari program ini adalah memastikan setiap warga yang ingin bekerja ke luar negeri dapat berangkat secara aman, legal, dan sesuai prosedur resmi. Lewat program ini, pihak desa bisa melakukan pendataan mandiri, memberikan edukasi, sekaligus memutus mata rantai keberangkatan pekerja migran nonprosedural (ilegal)," ujar Herryandi, Senin (18/5/2026).

Herryandi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Muba berkomitmen penuh untuk mengawal nasib para pahlawan devisa tersebut agar mendapatkan kepastian hukum dan pelindungan yang layak.

"Kita ingin pekerja migran asal Muba berangkat dengan aman, bekerja dengan tenang, dan pulang dengan sejahtera. Oleh karena itu, aparatur desa harus ikut terlibat aktif dalam melakukan pendataan dan perlindungan," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala BP3MI Sumsel, Waydinsyah, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Tebing Bulang serta Disnakertrans Muba dalam mengawal isu perlindungan PMI dari akar rumput.

"Desa memegang peran yang sangat vital sebagai garda terdepan untuk memastikan warga yang hendak mengadu nasib ke luar negeri benar-benar menempuh jalur yang aman, legal, dan prosedural," pungkas Waydinsyah.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Heboh Dugaan Pencurian Gas Kota di Dapur Makan Bergizi Gratis Prabumulih, Pengelola Siap Kooperatif

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved