Berita Muara Enim

Atap Bangunan Ponpes Ulil Albab Terbang Disapu Angin Puting Beliung Jelang Berbuka Puasa

Suasana menjelang berbuka puasa di Pondok Pesantren (Ponpes) Ulil Albab Muara Enim, pada Sabtu (7/3/2026) berubah menjadi kepanikan.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Ardani Zuhri
RUSAK - Tampak bagian atap gedung Ponpes Ulil Albab rusak parah setelah diterjang angin puting beliung. 

Ringkasan Berita:
  • Angin puting beliung menghancurkan atap dan plafon tiga ruang kelas di lantai dua gedung utama Ponpes Ulil Albab Muara Enim.
  • Sebanyak 53 santri selamat dari musibah, namun mereka kini harus menjalani ujian dan kegiatan belajar di masjid karena ruang kelas rusak berat.
  • BPBD Muara Enim memperingatkan warga bahwa cuaca ekstrem berupa hujan disertai badai masih berpotensi terjadi hingga bulan Mei mendatang.

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Suasana menjelang berbuka puasa di Pondok Pesantren (Ponpes) Ulil Albab Muara Enim berubah menjadi kepanikan.

Angin puting beliung menerjang bangunan utama sekolah pada Sabtu (7/3/2026) sore, yang mengakibatkan kerusakan parah pada bagian atap dan plafon ruang kelas.

Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, aktivitas belajar mengajar para santri kini terganggu.

Ruang kelas yang berada di lantai dua gedung utama tidak lagi layak digunakan, sehingga sebanyak 53 santri tingkat SMP terpaksa melaksanakan ujian tengah semester dengan berdesakan di dalam masjid.

Kronologi Kejadian Salah seorang santriwati kelas IX, Aleycia Marco Ramadani (15), menceritakan kengerian saat angin kencang melanda sekitar pukul 17.30 WIB.

Saat itu, ia dan rekan-rekannya tengah menunggu waktu berbuka di dalam asrama.

"Awalnya terdengar suara pohon tumbang, lalu ada dentuman keras dari lantai dua. Kami sempat mengira ada gempa bumi. Saat keluar asrama, ternyata atap seng sudah beterbangan dan batu bata berjatuhan," ungkap Aleycia saat ditemui usai ujian di masjid ponpes, Senin (9/3/2026).

Senada, pengurus Ponpes Ulil Albab, Putri Sabilillah (26), menjelaskan bahwa cuaca saat kejadian memang mendung diiringi hujan gerimis.

Tiba-tiba, sapuan angin kencang menghantam bangunan berlantai dua tersebut.

"Lantai satu adalah asrama, sedangkan lantai dua untuk kelas dan kantor guru. Karena atap dan plafon tiga ruang kelas hancur, proses belajar kami pindahkan ke masjid yang berjarak sekitar 100 meter dari asrama," jelas Putri.

Ia berharap pemerintah atau instansi terkait segera memberikan bantuan perbaikan agar para santri dapat kembali belajar dengan layak.

Imbauan BPBD Muara Enim Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muara Enim, Abdurrozieq Putra, membenarkan peristiwa bencana alam tersebut.

Ia memastikan timnya telah melakukan pendataan di lokasi kejadian.

"Benar ada kejadian puting beliung di Ponpes Ulil Albab. Kami mengimbau masyarakat Muara Enim untuk tetap waspada karena musim hujan diprediksi baru akan berakhir sekitar bulan Mei," ujar Abdurrozieq.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved