Berita Ogan Ilir

Bocah 2 Tahun di Tanjung Raja Meninggal karena DBD, Sempat Dirawat di Rumah Sakit

Seorang bocah 2 tahun di Tanjung Raja Barat, Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), meninggal dunia karena mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Agung Dwipayana
TUNJUKKAN FOTO - Orang tua menunjukkan foto Ahmad Hijazi, Kamis (26/2/2026) pagi. Bocah 2 tahun tersebut meninggal dunia karena mengalami DBD. 
Ringkasan Berita:
  • Seorang bocah 2 tahun di Tanjung Raja Barat, Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), meninggal dunia
  • Sebelum meninggal, Ahmad Hijazi mengalami demam panas sejak Rabu (18/2/2026) lalu.
  • Firwansyah, orang tua Hijazi mengatakan bahwa demam panas anaknya sempat turun setelah diberi obat.

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Seorang bocah 2 tahun di Tanjung Raja Barat, Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), meninggal dunia karena mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD).

Bocah bernama Ahmad Hijazi mengalami demam panas sejak Rabu (18/2/2026) lalu.

Firwansyah, orang tua Hijazi mengatakan bahwa demam panas anaknya sempat turun setelah diberi obat.

Pada Sabtu (21/2/2026) petang, Hijazi kembali mengalami panas hingga dibawa ke Puskesmas Tanjung Raja.

"Anak saya sempat juga dibawa ke RSUD Ogan Ilir. Setelah itu direkomendasikan berobat di RSUD Palembang BARI," kata Firwansyah, Kamis (26/2/2026).

Menjalani perawatan selama lima hari, Hijazi menghembuskan napas terakhir pada Rabu (25/2/2026) siang sekira pukul 13.30.

Selain Hijazi, anak dari Firwansyah lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Palembang BARI.

"Anak saya satunya lagi ada juga yang dirawat di rumah sakit. Sekarang belum boleh pulang," tutur Firwansyah.

Keluarga Hijazi berharap ada tindakan dari pihak terkait untuk memberantas DBD.

Sementara Kepala Puskesmas Tanjung Raja, drg. Herlina Susmeiyanti membenarkan bahwa Ahmad Hijazi sempat dirawat di Puskesmas tersebut.

Setelah ada laporan DBD, pihak Puskesmas bertindak dengan menebarkan bubuk abate di pemukiman seputar kediaman Hijazi.

"Kami menebarkan bubuk abate untuk membasmi jentik nyamuk. Kami juga sedang persiapan melakukan fogging, tinggal menunggu kesiapan warga," ujar Herlina.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved