Viral Curhatan Sopir Antri BBM Kena Pungli, SPBU Minta Polisi Turun Tangan

Diduga terjadi aksi pungli dengan dalih uang parkir meminta uang kepada para sopir kendaraan yang tengah antri BBM.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Refly Permana
Facebook
Tangkap layar pelaku pungutan liar diduga dilakukan seorang pria dengan dalih uang parkir meminta uang kepada para sopir kendaraan yang tengah antri bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Megang di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. 
Ringkasan Berita:
  • Diduga terjadi aksi pungutan liar (Pungli) dengan dalih uang parkir meminta uang kepada para sopir kendaraan yang tengah antri BBM di SPBU Megang di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
  • Aksi pria tersebut direkam sopir yang resah dan viral di media sosial (Medsos) Facebook.
  • Menanggapi viralnya video tersebut, pihak SPBU Megang langsung angkat bicara dan memberikan penjelasan.

 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Diduga terjadi aksi pungutan liar (Pungli) dengan dalih uang parkir meminta uang kepada para sopir kendaraan yang tengah antri BBM di SPBU Megang di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Aksi pria tersebut direkam sopir yang resah dan viral di media sosial (Medsos) Facebook.

"Antri minyak diminta parkir, tolong Kapolda Sumatera Selatan, tolong dibantu Lubuklinggau nih," kata seorang sopir sara memvideokan oknum preman yang melakukan pungli di area lingkungan SPBU Megang. 

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak SPBU Megang langsung angkat bicara dan memberikan penjelasan. 

Baca juga: Dugaan Pungli PKL Taman Prabujaya Viral, Pedagang Diminta Setoran  Rp500 Ribu

Dimana pihak SPBU menegaskan tidak mengenal pria yang ada dalam video tersebut.

Pengawas SPBU Megang, Robi, mengatakan selaku pihak manajemen tidak mengetahui tentang perkara tersebut. 

"Kita berharap agar kepolisian menindaklanjutinya. Kami mengharapkan dari pihak yang berwenang terutama dari pihak kepolisian untuk menindak lanjuti," ujarnya pada wartawan, Minggu (22/2/2026).

Terkait mengenai perkara pungli yang dilakukan oleh para oknum itu, menurutnya sudah meresahkan konsumen-konsumen yang ingin melakukan pengisian BBM terutama produk biso solar.

Selain itu pihaknya juga mengaku tidak tahu dan tidak mengenal dengan pria yang ada di dalam video tersebut. 

"Kita tidak tahu, itu juga bukan kita yang mempekerjakannya. Jadi kami minta untuk kepolisian untuk menindaknya supaya keadaan bisa kondusif," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved