Berita Ogan Ilir

Ada Speedboat yang Tetap Nekat Angkut Pengunjung Keliling Rawa Tanjung Senai, 'Orang Mau Cari Duit'

Penutupan dilakukan setelah adanya evaluasi terkait standar keselamatan menyusul insiden kecelakaan speedboat yang terjadi pada Senin (16/2/2026) lalu

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Agung Dwipayana
TANJUNG SENAI RAMAI PENGUNJUNG - Situasi di dermaga speedboat di Tanjung Senai, tetap ramai pengunjung pada Sabtu (21/2/2026) petang. Sebelumnya, wisata air tersebut dinyatakan tutup dan tak boleh lagi beroperasi. 

Ringkasan Berita:
  • Wisata speedboat di Tanjung Senai, Ogan Ilir, tetap beroperasi meski telah dinyatakan tutup oleh Pemkab setempat.
  • Penutupan dilakukan setelah insiden speedboat terbalik yang dinilai membahayakan keselamatan penumpang.
  • Pengelola menilai keputusan tidak adil, sementara polisi menegaskan langkah diambil demi keselamatan.

SRIPOKU.COM, INDRLAYA - Wisata speedboat di kawasan Tanjung Senai, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, masih beroperasi meski sebelumnya dinyatakan ditutup oleh pemerintah daerah setempat.

Penutupan dilakukan setelah adanya evaluasi terkait standar keselamatan menyusul insiden kecelakaan speedboat yang terjadi pada Senin (16/2/2026) lalu.

Kapolsek Indralaya, AKP Junardi, mengatakan penutupan wisata air tersebut mulai diberlakukan sejak Kamis lalu, setelah sebelumnya disosialisasikan kepada para pengelola.

“Mulai hari Kamis kemarin, wisata air, wisata speedboat ditutup. Sebenarnya sudah sejak hari Rabu sebelumnya disampaikan,” ujar Junardi saat dikonfirmasi, Sabtu (21/2/2026).

Keputusan itu diambil setelah rapat antara Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui Dinas Perhubungan bersama pihak kepolisian.

Dalam rapat tersebut dibahas insiden speedboat terbalik akibat bermanuver di perairan Tanjung Senai.

Dalam kejadian itu, speedboat terbalik dan penumpang sempat terkurung di dalam air.

Beruntung tidak ada korban jiwa, meski peristiwa tersebut dinilai sangat berbahaya.

“Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun insiden tersebut sangat berbahaya dan jangan sampai terjadi lagi,” tegas Junardi.

Polisi sebelumnya telah beberapa kali mengingatkan pengelola wisata agar mengutamakan keselamatan penumpang, termasuk menyediakan pelampung dan tidak mengemudikan speedboat secara ugal-ugalan.

Namun, salah satu pengelola speedboat, Maruli, mengaku tetap mengoperasikan dua unit speedboat yang bersandar di dermaga Tanjung Senai.

Ia menilai keputusan penutupan tersebut tidak adil.

“Memang ada speedboat yang tidak patuh standar keselamatan. Tapi tidak semuanya dan tidak bisa dipukul rata,” ujarnya.

Menurut Maruli, operasional tetap dijalankan karena faktor ekonomi, terlebih menjelang bulan puasa dan Lebaran.

“Orang mau cari duit, apalagi ini bulan puasa, mau Lebaran. Kenapa usaha orang harus ditutup,” katanya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian menegaskan penutupan dilakukan demi keselamatan penumpang dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved