Berita Muba
Muba Masuk Masa Pancaroba, BPBD Siaga Hadapi Ancaman Kemarau Panjang
BPBD Muba juga menyiapkan skenario penanganan tanggap darurat hingga pascabencana.
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Odi Aria
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Musi Banyuasin diprediksi memasuki kemarau panjang mulai Mei 2026 akibat fenomena El Niño, meski saat ini masih terjadi hujan karena masa pancaroba
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut awal kemarau terjadi bertahap dari Dasarian I Mei hingga Dasarian II Juni 2026
- BPBD Muba meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemantauan hotspot, patroli terpadu, dan melibatkan perusahaan serta masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
SRIPOKU.COM, SEKAYU – Meski wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masih diguyur hujan dengan intensitas cukup lebat, masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca.
Pasalnya, Muba diprediksi segera memasuki musim kemarau panjang mulai Mei 2026, seiring potensi dampak fenomena El Niño yang dapat meningkatkan risiko kekeringan.
Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, mengatakan pihaknya telah
Langkah yang dilakukan meliputi pemantauan hotspot, patroli terpadu, hingga optimalisasi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB).
“Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama. Dengan prediksi El Niño yang berpotensi meningkatkan kekeringan, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga ikut meningkat dan harus diantisipasi sejak dini,” ujar Marko, Sabtu (25/4/2026).
Selain upaya pencegahan, BPBD Muba juga menyiapkan skenario penanganan tanggap darurat hingga pascabencana, termasuk rencana rehabilitasi dan pemulihan wilayah terdampak.
Dalam pelaksanaannya, BPBD turut melibatkan perusahaan serta masyarakat untuk mencegah terjadinya karhutla.
Marko menjelaskan, hujan yang masih terjadi saat ini merupakan bagian dari masa peralihan musim atau pancaroba menuju kemarau. Pada periode ini, hujan masih berpotensi turun, namun dengan frekuensi yang mulai berkurang.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Muba diprediksi mulai memasuki musim kemarau secara bertahap sejak Dasarian I Mei hingga Dasarian II Juni 2026.
“Ini masa peralihan, hujan masih bisa terjadi tapi tidak terus-menerus. Secara teknis, awal musim kemarau ditandai ketika curah hujan dalam satu dasarian berada di bawah 50 milimeter dan berlanjut setidaknya dua dasarian berikutnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, satu dasarian terdiri dari tiga periode dalam satu bulan, yakni tanggal 1–10 (Dasarian I), 11–20 (Dasarian II), dan 21 hingga akhir bulan (Dasarian III).
BMKG juga mengklasifikasikan sifat musim menjadi tiga kategori, yaitu Bawah Normal (BN) jika curah hujan kurang dari 85 persen dari rata-rata, Normal (85–115 persen), dan Atas Normal (AN) jika melebihi 115 persen.
Pada musim kemarau, kondisi Atas Normal kerap disebut sebagai “kemarau basah”, di mana hujan masih terjadi lebih sering dari biasanya.
Meski kondisi saat ini relatif aman, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca selama masa pancaroba.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada. Bagi yang tinggal di wilayah sungai agar mengantisipasi potensi banjir dan longsor, serta bagi pengendara agar berhati-hati terhadap pohon tumbang,” pungkasnya.
| Sinergi Pemkab Muba dan Perusahaan: PT Asta Dodol Mulai Perbaiki Jalan Rusak di Sanga Desa |
|
|---|
| Atasi Jalan Rusak di Sanga Desa, Pemkab Muba dan Perusahaan Berbagi Zona Perbaikan Darurat |
|
|---|
| 56 Sumur Minyak Ilegal di Keluang Muba Ditertibkan, 7 Pekerja Diamankan dan Puluhan Pondok Dibongkar |
|
|---|
| Kecanduan Judi Online, Pemuda di Sungai Lilin Nekat Curi Motor Lalu Menjualnya untuk Berjudi |
|
|---|
| Dilarang Pulang, Belasan Remaja Asal Jabar Korban TPPO di Muba Berhasil Diselamatkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Lahan-dan-kebun-karet-yang-terbakar-selama-musim-kemarau-panjang-ini.jpg)