Berita OKUTimur

Warga Desa Kemuning Kecamatan Belitang OKU Timur Manfaatkan Bantaran Tanggul Irigasi untuk Bertani

Petani di Desa Kemuning Kecamatan Belitang II Kabupaten OKU Timur memanfaatkan bantaran tanggul irigasi untuk menanam jagung dan sayuran.

Tayang:
Penulis: Choirul Rahman | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Choirul OKUT
MANFAATKAN LAHAN -- Warga Desa Kemuning Kecamatan Belitang II, OKU Timur memanfaatkan tanggul bantaran irigasi untuk menanam jagung dan sayuran sebagai solusi keterbatasan lahan pertanian, Senin (9/2/2026). Selain bernilai ekonomis, langkah ini juga efektif menjaga kebersihan tanggul dan menekan serangan hama tikus ke area persawahan. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Desa Kemuning memanfaatkan tanggul irigasi untuk menanam jagung dan sayuran akibat keterbatasan lahan pertanian.
  • Penanaman di tanggul irigasi dinilai efektif menjaga kebersihan lingkungan dan menekan populasi hama tikus yang merusak padi.
  • Harga jagung yang stabil mendorong warga menjadikannya sebagai tanaman alternatif untuk menambah penghasilan keluarga.
 

 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Keterbatasan lahan pertanian tidak menyurutkan kreativitas warga Desa Kemuning Kecamatan Belitang II Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan dalam menambah penghasilan keluarga. 

Untuk tetap produktif sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan persawahan, warga setempat memanfaatkan tanggul irigasi sebagai media tanam jagung dan aneka sayuran.

Langkah ini dilakukan sebagai solusi atas semakin minimnya lahan kosong di sekitar permukiman dan persawahan.

Namun lebih dari itu, penanaman jagung di sepanjang tanggul irigasi dinilai efektif menjaga kebersihan tanggul serta menekan populasi hama tikus yang kerap merusak tanaman padi milik petani.

Salah satu warga Desa Kemuning, Paryanto (40), mengatakan bahwa inisiatif tersebut lahir dari kebutuhan sekaligus pengalaman petani menghadapi serangan hama tikus yang bersarang di tanggul irigasi yang ditumbuhi rumput liar.

“Sekarang ini sudah jarang lahan kosong. Daripada tanggul dibiarkan penuh rumput dan jadi sarang tikus, kami manfaatkan untuk ditanami jagung dan sayuran,” ujar Paryanto saat ditemui, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, tanggul irigasi yang ditanami dan dirawat secara rutin akan tetap bersih sehingga tidak memberi ruang bagi tikus untuk berkembang biak.

Dampaknya, serangan hama ke area persawahan warga dapat ditekan secara signifikan.

“Kalau tanggulnya bersih dan ditanami, tikus tidak betah. Biasanya tikus itu suka tempat yang rimbun dan jarang dirawat. Sejak ditanami jagung, serangan ke sawah kami jauh berkurang,” jelasnya.

Selain memberikan manfaat dari sisi pengendalian hama, penanaman jagung di tanggul irigasi juga memberikan keuntungan ekonomi bagi warga.

Hasil panen jagung dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari maupun dijual sebagai tambahan penghasilan.

Paryanto menambahkan, kondisi harga jagung yang relatif stabil, seiring adanya Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, membuat warga semakin yakin menjadikan jagung sebagai tanaman alternatif yang bernilai ekonomis.

“Hasilnya memang tidak sebesar lahan sawah, tapi cukup membantu. Paling tidak bisa untuk konsumsi sendiri, sisanya dijual. Ini sangat terasa manfaatnya bagi kami,” katanya.

Ia menyebut, sejak tanggul irigasi dibersihkan dan ditanami jagung serta sayuran, lingkungan persawahan menjadi lebih tertata dan risiko kerusakan padi akibat hama tikus semakin menurun.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved