Berita OKI

21 Warga OKI Terjangkit DBD Sejak Awal Tahun 2026, 2 Orang Masih Dirawat

sebanyak 21 warga terpaksa menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung

Penulis: Nando Davinchi | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Nando Davinchi
RUANG RAWAT INAP - Sebanyak 21 warga terpaksa menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, Rabu (4/2/2026) 
Ringkasan Berita:
  • sebanyak 21 warga terpaksa menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung akibat DBD
  • 19 pasien sudah dinyatakan sembuh sedangkan dua pasien lainnya masih dilakukan perawatan. 
  • peralihan musim dari kemarau ke penghujan membuat lingkungan, terutama di wilayah perairan, menjadi sangat rentan.

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dilaporkan meningkat seiring memasuki musim pancaroba

Tercatat hingga Rabu (4/2/2026) siang, sebanyak 21 warga terpaksa menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Ruangan Rekam Medis RSUD Kayuagung, Yeni, didampingi Humas RSUD, Aidil, mengonfirmasi bahwa sebagian besar pasien telah dinyatakan pulih, namun masih ada pasien yang dalam penanganan intensif.

"Total selama Januari dan Februari 2026 ini, 19 pasien sudah dinyatakan sembuh. Saat ini, masih ada dua pasien yang menjalani perawatan, masing-masing satu orang di Paviliun Bende Seguguk dan satu orang di ruang penyakit dalam," ungkap Yeni saat memberikan keterangan, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, dengan peralihan musim dari kemarau ke penghujan membuat lingkungan, terutama di wilayah perairan, menjadi sangat rentan.

"Banyaknya genangan air yang berada disekitar lingkungan rumah justru menjadi tempat favorit bagi nyamuk aedes aegypti bersarang di sekitar pemukiman penduduk," ungkapnya.

Dengan begitu masyarakat diimbau tidak meremehkan gejala demam. Umumnya, bagi penderita DBD akan mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun selama lebih tiga hari

"Jika ada anggota keluarga demam tinggi dan kondisi badan tidak enak, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat baik puskesmas atau rumah sakit, agar bisa segera dilakukan cek darah dan penanganan cepat," tegasnya.

Diterangkan Yeni, rata-rata pasien yang dirawat inap suspek DBD membutuhkan waktu perawatan sekitar delapan hari di rumah sakit. 

"Waktu tersebut diperlukan agar tim medis bisa memantau siklus penyakit secara menyeluruh hingga pasien benar-benar melewati masa kritis dan diperbolehkan pulang," terangnya.

Guna menekan angka kasus agar tidak semakin meluas, pihak RSUD Kayuagung mengajak masyarakat luas untuk menerapkan langkah pencegahan dini secara mandiri di lingkungan masing-masing.

"Kami mengimbau masyarakat mengedepankan metode 3M.  Menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi jadi tempat berkembang biak nyamuk," paparnya.

Selain 3M, langkah pencegahan tambahan atau sangat disarankan  seperti menggunakan obat anti nyamuk (oles maupun semprot).

Menaburkan bubuk larvasida (abate) di penampungan air, tidur memakai kelambu dan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.

"Kami berharap dengan kerjasama masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, kasus DBD di Kabupaten OKI dapat ditekan dan tidak ada lagi penambahan pasien yang signifikan," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved