Berita OKI

Saat Luapan Sungai Babatan Pedamaran Menjelma 'Wisata Gratis' Ribuan Warga

Awal tahun 2026 membawa cerita berbeda bagi warga Desa Lebuh Rarak, Kecamatan Pedamaran. 

Penulis: Nando Davinchi | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Nando Davinchi
MANDI - Ribuan warga antusias mandi di Lebak Pedamaran di Desa Lebuh Rarak, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI, Sabtu (24/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Desa Lebuh Rarak mendadak menjadi wisata air dadakan bagi ribuan warga. 
  • Lebak Pedamaran mendadak penuhi dikunjungi warga untuk mandi. 
  • Lokasi itu sejak beberapa hari terakhir terendam akibat tingginya volume air dari Sungai Babatan

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Awal tahun 2026 membawa cerita berbeda bagi warga Desa Lebuh Rarak, Kecamatan Pedamaran. 

Alih-alih meratapi banjir yang biasanya menjadi momok, masyarakat Ogan Komering Ilir (OKI) justru menyambut luapan air Sungai Pedamaran dengan tawa riang.

Sabtu (24/1/2026) sore, suasana di Lebuh Rarak tak ubahnya sebuah waterboom kelas wahid. 

Namun, di sini tak ada tiket masuk atau antrean panjang. Anak-anak kecil dengan lincah menceburkan diri, sementara para remaja tampak nekat melakukan aksi terjun bebas di Sungai Babatan, Lebak Pedamaran

Ban dalam bekas hingga jeriken kosong menjadi "pelampung" andalan yang menemani keseruan mereka.

"Senang sekali, bukan main senangnya. Ini kolam gratis," ujar Mulyana dengan rona bahagia saat ditemui di lokasi. 

Bagi Mulyana, luapan air kali ini terasa istimewa. Sudah dua hari berturut-turut ia memboyong keponakannya untuk berendam.

Baginya, meski air meluap hingga ke jalanan, tak ada rasa takut yang menghantui.

"Orang Pedamaran itu sudah biasa. Hidup kami memang dekat sungai, jadi berenang seperti ini sudah jadi bagian keseharian," tegasnya sembari tertawa.

Istri Kepala Desa Lebuh Rarak, Mustika mengatakan fenomena ini telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan intensitas pengunjung terus meningkat setiap harinya.

"Alhamdulillah, meski air sungai naik, warga di sini maupun dari luar daerah justru menyambutnya dengan gembira. Setiap hari silih berganti ribuan orang datang ke sini. Ada yang dari daerah sekitar, ada juga yang sengaja datang dari jauh untuk mengajak anak-anak mereka bermain air," ujar Mustika.

Menurutnya luapan air sungai kali ini memang cukup jernih dan segar, sehingga warga tidak ragu untuk menceburkan diri. Area jalan dan lapangan yang tergenang dengan kedalaman yang bervariasi menjadi daya tarik utama, terutama bagi remaja yang ingin bersenda gurau menikmati suasana sore.

"Tak hanya menjadi ajang hiburan, fenomena wisata dadakan ini juga membawa dampak positif ekonomi, banyak warga sekitar yang mulai membuka lapak jualan makanan dan minuman di lokasi keramaian," ungkapnya.

Namun, ditengah keriuhan tersebut, Mustika tetap memberikan imbauan bagi para orang tua agar tetap waspada dan awasi buah hati mereka dengan ketat.

"Kami senang melihat antusias warga, tapi keselamatan tetap nomor satu. Kami selaku perangkat desa tetap memantau dan mengingatkan para orang tua agar  anak-anaknya jangan sampai lepas dari pengawasan saat bermain di pinggiran sungai," tutupnya.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved