Berita OKI
6.500 Hektar Sawah di OKI Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter
Akibatnya, aktivitas pertanian lumpuh dan status OKI sebagai salah satu lumbung pangan utama Sumatera Selatan terancam.
Penulis: Nando Davinchi | Editor: Odi Aria
Ringkasan Berita:
- Banjir ekstrem di OKI merendam total 6.551,5 hektar sawah, dengan dampak terparah di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, dan Jejawi
- Pemkab OKI telah menyalurkan 142 ton bibit padi, dan mengupayakan tambahan bantuan dari Cadangan Benih Nasional. Tim POPT siap verifikasi lahan yang berisiko puso
- Meski terdampak banjir, sebagian lahan memiliki Indeks Pertanaman (IP) 200–300, sehingga petani masih memiliki peluang untuk menanam ulang dan menjaga produksi padi
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG– Intensitas hujan ekstrem yang mengguyur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalam beberapa hari terakhir memicu banjir hebat yang melanda ribuan hektar sawah.
Akibatnya, aktivitas pertanian lumpuh dan status OKI sebagai salah satu lumbung pangan utama Sumatera Selatan terancam.
Berdasarkan pemantauan 113 tenaga penyuluh, luas sawah terendam terus meningkat drastis. Pada 10 Januari 2026, tercatat 4.255 hektar terendam di Kecamatan Air Sugihan, Jejawi, Lempuing, Lempuing Jaya, dan SP Padang.
Angka ini melonjak menjadi 6.047 hektar pada 11 Januari, dengan dampak terparah di Jejawi seluas 2.584 hektar. Puncaknya pada 12-13 Januari, total sawah terendam mencapai 6.551,5 hektar.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura OKI, Alexsander Bustomi, menyebut mayoritas lahan terdampak berada di pusat produksi padi, terutama Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, dan Mesuji, dengan ketinggian air antara 1 hingga 1,5 meter.
“Kondisi ini mengkhawatirkan, tapi sebagian lahan memiliki Indeks Pertanaman (IP) 200–300, sehingga masih ada peluang tanam ulang setelah lahan kering,” jelas Alex.
Pemerintah kabupaten telah menyalurkan bantuan bibit sebanyak 142.700 kilogram untuk Kecamatan Lempuing.
Namun, kebutuhan total lebih besar, sehingga Pemkab OKI tengah mengupayakan tambahan bantuan dari Cadangan Benih Nasional Kementerian Pertanian.
Selain itu, tim pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) akan melakukan verifikasi untuk menentukan lahan yang masuk kategori puso atau gagal panen.
“Kami optimis produksi padi tetap bisa dijaga, terutama di wilayah Lempuing dan Air Sugihan yang sudah memiliki IP 200. Petani masih memiliki kesempatan untuk menanam kembali segera setelah genangan surut," tegas Alex.
Banjir yang melanda OKI menjadi perhatian serius, mengingat wilayah ini merupakan tulang punggung ketahanan pangan Sumatera Selatan. Pemerintah daerah berupaya cepat menyalurkan bantuan dan memitigasi potensi kerugian akibat gagal panen.
| Muscab PKB OKI Tetapkan 8 Kandidat Ketua, Pasutri Ayu Monaria dan Harimandani Ikut Bersaing |
|
|---|
| Bupati Muchendi Curhat, Gaji Guru Honor di OKI Sebelumnya Rp1,5 Juta, Lulus PPPK Jadi Rp300 Ribu |
|
|---|
| 32 Pemuda Gen Z Asal OKI Ini Siap Diterbangkan ke Jepang, Ikuti Pelatihan Selama 23 Hari di UPTD BLK |
|
|---|
| Pemkab OKI Cairkan THR dan Gaji ke-13 Guru PAI Rp 6,9 Miliar, Realisasi Capai 100 Persen |
|
|---|
| AKBP Eko Rubiyanto Blender Sabu-sabu Berat 1 Kilogram Milik Warga Tulung Selapan, Jamin tak Beredar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/SAWAH-TERENDAM-BANJIR-11.jpg)