Berita Ogan Ilir

Beras Premium Diduga Oplosan Beredar di Kandis Ogan Ilir, Butir Beras Berwarna-warni dan Berkutu

Beras kemasan premium itu masing-masing dikemas dalam ukuran 10 kilogram, total lima karung.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Odi Aria
Handout
DIDUGA OPLOSAN - Penampakan beras premium dengan butir warna-warni dan berkutu yang ditunjukkan warga, Senin (29/12/2025). Beras tersebut didapatkan dari kantor Camat Kandis di Ogan Ilir. 
Ringkasan Berita:
  • Beras premium diduga oplosan dan berkutu beredar di Kecamatan Kandis, Ogan Ilir, setelah dibagikan kepada warga di kantor Camat Kandis pada 18 Desember 2025
  • Warga menemukan butir beras berwarna cokelat, hitam, dan kuning serta banyak kutu, sehingga khawatir beras tersebut tidak layak konsumsi
  • Pihak Kecamatan Kandis mengaku telah menerima laporan warga dan saat ini masih melakukan pengecekan serta pendalaman terkait kualitas beras tersebut

SRIPOKU.COM, INDRALAYA- Beras premium dengan butir warna-warni dan berkutu beredar di wilayah Kecamatan Kandis, Ogan Ilir.

Informasi dari warga, beras tersebut dibagikan di kantor Camat Kandis pada Kamis (18/12/2025) lalu.

Salah seorang warga bernama Mahmud mengungkapkan bahwa ia menerima bantuan beras sebanyak 50 kilogram.

Beras kemasan premium itu masing-masing dikemas dalam ukuran 10 kilogram, total lima karung.

"Kemarin saya buka karung berasnya, kaget waktu lihat butir beras ada yang warna cokelat, hitam, kuning. Ada kutunya juga banyak sekali," kata Mahmud kepada TribunSumsel.com dan Sripoku.com, Senin (29/12/2025).

Selain Mahmud, puluhan warga lainnya di Kecamatan Kandis mendapatkan beras serupa.

"Saya khawatirnya beras oplosan dan ini tidak layak dikonsumsi," ujar Mahmud yang merupakan petani padi ini.

Beras oplosan adalah campuran beras dari beberapa jenis atau kualitas berbeda yang kemudian dijual dengan label beras premium atau medium, namun tidak sesuai dengan isi sebenarnya. 

Awalnya Mahmud ingin mengembalikan beras tersebut ke kantor camat.

Namun karena takut aparat pemerintahan Kecamatan Kandis tersinggung, beras tersebut disimpan di rumah.

"Tanpa dibuka kemasannya pun kelihatan sekali warna-warni beras dan banyak kutunya. Sementara berasnya kami simpan," tutur Mahmud.

Sementara Camat Kandis, Firmansyah mengaku telah menerima laporan kekhawatiran warga terhadap beras oplosan.

"Ini sedang dalam tahap kroscek dan pendalaman laporan warga tersebut," kata Firmasyah dihubungi terpisah.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved