Breaking News

Warga Pesisir Sungai Komering Diminta Waspada, Peristiwa 10 Desember Bisa Jadi Warning

BPBD OKU Timur mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Komering waspada karena curah hujan sedang tinggi.

Penulis: Choirul Rahman | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/Choirul OKUT
TINGKATKAN KEWASPADAAN - Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Timur, Budi Widiyanto, meminta masyarakat pesisir Sungai Komering tingkatkan kewaspadaan. Jelang berakhirnya tahun 2025, curah hujan meningkat signnifikan. 

Ia juga menyinggung kejadian angin puting beliung yang baru saja melanda Dusun Karang Anyar, Desa Kotabaru.

BPBD memastikan kesiapan peralatan darurat, termasuk satu unit perahu karet. 

Jika bencana terjadi dalam skala besar, BPBD akan berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, serta pemerintah daerah tetangga.

Secara umum, peralatan yang dimiliki dinilai sudah cukup, namun tetap disiapkan opsi bantuan tambahan jika situasi darurat meluas.

Dalam mitigasi banjir, masyarakat diimbau menyimpan barang berharga di tempat lebih tinggi serta memastikan saluran air tidak tersumbat.

“BPBD terus memantau situasi dan siap bergerak kapan saja dibutuhkan. Kami selalu siap mengevakuasi masyarakat,” ujar Budi.

Ia menambahkan, meski curah hujan tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya, potensi bencana tetap ada. 

Karena itu, warga diminta tidak berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan disertai angin kencang.

BPBD juga membagikan sejumlah langkah antisipasi, yakni : 

  • Warga diminta menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) berisi dokumen penting,
  • mematikan aliran listrik dan gas,
  • menyiapkan jalur evakuasi, serta
  • memahami tingkatan peringatan banjir mulai siaga level I hingga IV.

"Saat banjir terjadi, warga diminta memadamkan aliran listrik dan gas, mencabut kabel, serta tidak menyentuh peralatan listrik yang sudah terkena air. Evakuasi ke tempat tinggi harus segera dilakukan bersama keluarga," ucapnya. 

Lalu usai banjir surut, warga diimbau tidak langsung menyalakan listrik atau gas, serta memeriksa kondisi rumah dari kemungkinan hewan berbahaya.

"Proses pembersihan disarankan menggunakan alas kaki dan sarung tangan untuk menghindari luka akibat benda tajam," terangnya. 

Menutup keterangannya, Budi kembali mengingatkan masyarakat agar tetap siaga.

“Bencana alam dapat terjadi kapan saja sehingga harus diwaspadai bersama. Kami mengajak masyarakat tetap siaga dan mengikuti informasi resmi, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Komering,” tegasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved