Lansia Dibunhuh Adik Ipar

Fakta Lansia Dibunuh Adik Ipar di Sumsel, Keluarga : Bukan Karena Rebutan Bansos

Pria lansia di Muratara dibunuh adik ipar. Sebelum dianiaya hingga tewas, korban sempat menanyakan bansos.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
DIBUNUH ADIK IPAR - Ilustrasi mayat. Seorang pria lansia di Muratara, Sumsel tewas dianiaya adik iparnya. Ia sempat bertanya kepada tersangka perihal bansos yang ada di rumah mertua. 

Ringkasan Berita:
  • Kronologi seorang langsia di kawasan Kabupaten Murata tewas di tangan adik ipar.
  • Sebelum dianiaya, korban sempat bertanya bansos kepada pelaku.
  • Cerita keluarga terkait konflik yang menewaskan pria berusia 55 tahun ini.

 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Salamat (55) warga Embacang Baru Ilir,  Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara}, Sumsel tewas dibunuh adik iparnya bernama Ahmad Hendri (33).

Peristiwa maut ini terjadi depan rumah Ahmad Hendri di Desa Embacang Baru pada Jumat (5/12/2025) lalu.

Dalam peristiwa ini, Salamat tewas dengan kondisi sejumlah luka di badan dan tewas saat dirawat di Rumah Sakit Ar-bunda Lubuklinggau.

Kejadian bermula saat mertua Salamat yang juga ibu kandung Ahmad Hendri terdata mendapat bantuan sosial (Bansos) berupa beras dan minyak goreng.

Baca juga: Pria Tewas Ditikam Badik oleh Adik Ipar, Sempat Bertamu ke Rumah Mantan Istri

Kemudian, karena penerimanya sudah meninggal dunia sebulan lalu, beras itu diambil oleh anaknya Ahmad Hendri kemudian dibawanya pulang.

Mendengar beras dan minyak itu tidak dibawa ke rumah mertuanya, Salamat pun mendatangi rumah Ahmad untuk menanyakan beras tersebut.

Karena rencananya beras itu akan digunakan pihak keluarga untuk sedekah 40 hari ibu mereka.

"Jadi kami luruskan ribut bukan masalah penerima bansos, tapi kakak kami itu mau menanyakan bansos itu seharusnya diletakkan di rumah orangtua, untuk acara 40 hari," ungkap Ade warga Embacang Ilir pada Tribunsumsel.com, Minggu (7/12/2025).

Penjelasan itu diterima Ade di dalam mobil ambulans ketika dalam perjalanan membawa Salamat menuju rumah sakit Ar-bunda.

Baca juga: Tengah Malam Menantang Maut, Saat Teriakan Sindiran Kakak Berujung Maut di Tangan Adik Ipar  

Hanya saja, Ade mengaku tak mengetahui pasti apa yang membuat Ahmad gelap mata.

Sehingga nekad menganiaya kakak iparnya Salamat itu di depan rumahnya hingga terluka parah.

"Pelaku Ahmad ini keluar dari rumah langsung menganiaya kakaknya Salamat pakai enggrek (alat pemanen sawit) hingga mengalami sejumlah luka yang cukup banyak," ujarnya.

Saat kejadian, Salamat masih sempat menyelamatkan diri lari menggunakan motor yang ia bawa, kemudian terjatuh di tengah jalan.

"Warga yang menemukannya terjatuh langsung membantu, Saat ditolong itu kakak kami itu mengatakan kalau dia aniaya Ahmad (adik ipar) pakai enggrek," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved