Berita OKI

PEDAMARAN Heboh, Seorang Warga Desa Menang Raya Ditemukan Meninggal Dunia, Begini Kronologinya!

Korban mengakhiri hidupnya dengan cara mengejutkan memakai seutas tali nilon yang diikatkan reng atap. 

Penulis: Nando Davinchi | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi : PEDAMARAN Heboh, Seorang Warga Desa Menang Raya Ditemukan Meninggal Dunia, Begini Kronologinya! 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Suasana tenang di Desa Menang Raya Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel, pecah oleh kabar duka Minggu (21/9/2025) dini hari lalu.

Seorang warga berinisial A (31) ditemukan tewas kondisi mengenaskan di dapur rumahnya.

Korban mengakhiri hidupnya dengan cara mengejutkan memakai seutas tali nilon yang diikatkan reng atap. 

Peristiwa tragis ini diduga kuat dipicu oleh pertengkaran rumah tangga sering terjadi karena masalah ekonomi.

Disampaikan oleh Kapolres OKI, AKP Eko Rubiyanto, melalui Kapolsek Pedamaran, Iptu M. Indra Gunawan yang membenarkan terkait insiden tersebut.

Menurutnya, jenazah korban pertama kali ditemukan keluarganya pukul 03.00 WIB dalam posisi sudah tidak bernyawa.

"Kami menerima laporan dari keluarga korban dan segera meluncur ke lokasi kejadian. Saat kami tiba, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," ujar Iptu Indra Gunawan saat dikonfirmasi pada Senin (22/9/2025) siang.

Berdasarkan keterangan saksi, bahwa  pertengkaran hebat antara korban dan istrinya terjadi malam sebelum kejadian.

Puncaknya, korban menyuruh sang istri keluar dan mengunci pintu rumah dari dalam.

"Saat istrinya berusaha masuk kembali, pintu rolling door sudah dikunci dari dalam oleh korban. Meski digedor berulang kali, tidak ada jawaban," jelas Iptu Indra.

Dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, sang istri segera menghubungi orang tua korban untuk meminta bantuan. 

Setelah berhasil membuka paksa pintu, keluarga mendapati pemandangan yang memilukan. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

"Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau kejanggalan lain di tubuh korban. Semua bukti mengarah pada kesimpulan bahwa ini murni peristiwa b*n*h d*ri," tegasnya.

Selain itu, pihak keluarga juga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan proses autopsi.

"Keluarga telah ikhlas dan tidak bersedia jenazah diautopsi. Sebagai syarat prosedur, kami minta mereka membuat surat pernyataan resmi menyatakan penolakan tersebut," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved