Kasus Taqy Malik

Ustaz Derry Sulaiman Turun Tangan Jawab Isu Taqy Malik Mark Up Program Wakaf Alquran, Ingatkan Ini

Lebih lanjut, Derry menjelaskan bahwa wakaf harus digunakan sesuai peruntukannya sejak awal.

Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Fadhila Rahma
Instagram
KASUS TAQY MALIK - Kolase. Randy Permana menuding program wakaf Alquran yang dijalankan Taqy Malik memiliki selisih harga, dengan harga wakaf Rp330.000 per mushaf dibandingkan harga pasar yang disebut sekitar Rp180.000. 

Ringkasan Berita:1. Derry menegaskan bahwa barang yang sudah diwakafkan (seperti Al-Qur'an, tanah, atau mobil) tidak boleh diperjualbelikan, dihibahkan, maupun dialihfungsikan. 
 
2. Penggunaannya harus tetap sesuai dengan peruntukan awal sejak pertama kali diwakafkan.
 
3. Ia menjelaskan bahwa posisi pihak pengelola dalam kasus ini adalah sebagai amil wakaf yang bertugas menghimpun dan menyalurkan dana umat (sedekah, infak, dan zakat) kepada yang berhak.

SRIPOKU.COM - Pemuka agama sekaligus rekan Taqy Malik, Derry Sulaiman, memberikan pandangannya, terkait kasus dugaan mark up program wakaf Alquran.

Ia menjelaskan secara umum mengenai prinsip dasar dalam wakaf.

Derry menegaskan barang yang sudah diwakafkan tidak bisa dialihfungsikan maupun diperjualbelikan.

"Jadi barang wakaf itu, semua benda yang diwakafkan memang enggak bisa dialihfungsikan. Jadi enggak bisa dihibahkan ataupun diperjualbelikan," ujar Derry.

Ustaz Derry juga mencontohkan bahwa mushaf yang sudah diwakafkan statusnya tetap sebagai wakaf, bahkan hingga tidak lagi layak pakai.

"Nah, jadi kalau orang sudah wakaf Al-Qur'an, itu memang wakaf. Al-Qur'an itu sampai hancur-hancuran pun enggak bisa dijual lagi, itu Al-Qur'an gitu."

Lebih lanjut, Derry menjelaskan bahwa wakaf harus digunakan sesuai peruntukannya sejak awal.

"Nah, orang wakaf tanah nih untuk masjid, enggak bisa dipakai buat rumah sakit, dipakai buat yang lain, harus sesuai dengan peruntukannya. Orang wakaf mobil ya, mobil itu pun tidak boleh untuk dijual lagi gitu, kecuali hibah gitu."

Terkait dugaan yang menyeret nama Taqy, Derry menyebut peran pengelola wakaf pada dasarnya adalah menghimpun dan menyalurkan dana umat.

"Nah, jadi kalau memang ada yang mengambil manfaat dari sedekah, dari wakaf, itu kayak yang dilakukan sama Taqy itu adalah amil wakaf, mengumpulkan sedekah, infak, zakat, dan sebagainya," terangnya. 

Ia pun meminta agar persoalan ini tidak berkembang liar di ruang publik dan sebaiknya diselesaikan secara langsung oleh pihak-pihak terkait.

"Jadi, aku rasa kita perlu tunggu duduk mereka berdua sehingga ini tidak ke mana-mana beritanya."

Di akhir pernyataannya, Derry mengimbau agar kedua belah pihak menahan diri dan tidak saling menyerang di media sosial.

"Dan aku rasa mereka harus cooling down, jangan saling serang di sosial media. Itu aja," pungkasnya. 

DITUDING PENGGELAPAN DANA - Potret Taqy Malik. Kini pendakwah muda sekaligus influencer itu dikabarkan tengah menghadapi isu miring diduga gelapkan dana donasi.
DITUDING PENGGELAPAN DANA - Potret Taqy Malik. Kini pendakwah muda sekaligus influencer itu dikabarkan tengah menghadapi isu miring diduga gelapkan dana donasi. (Instagram)

Baca juga: Randy Permana Ungkap Dugaan Keuntungan di Balik Program Wakaf Alquran Taqy Malik, Raup Ratusan Juta

Respon Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga mengaku prihatin atas mencuatnya kasus dugaan mark up harga dalam program wakaf Alquran yang menyeret nama Taqy Malik.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved