Ramadan

Doa yang Dibaca Selesai Sholat Kafarat pada Jumat Terakhir di Bulan Ramadan, Latin dan Terjemahan

Karena itu, umat Muslim dianjurkan tidak melewatkan kesempatan untuk menunaikan sholat Kafarat pada akhir Ramadan.

YouTube/Ilustrasi
DOA SHOLAT KAFARAT - Ilustrasi. Sholat Kafarat dianjurkan dilaksanakan pada Jumat terakhir di bulan Ramadan 1447 H / 2026 sebagai bentuk ikhtiar menutupi atau mengganti sholat yang mungkin terlewat. 

Ringkasan Berita:1. Sholat Kafarat dianjurkan dilaksanakan pada Jumat terakhir di bulan Ramadan 1447 H / 2026 sebagai bentuk ikhtiar menutupi atau mengganti sholat yang mungkin terlewat.
 
2. Setelah melaksanakan sholat Kafarat, umat Muslim dianjurkan membaca doa khusus untuk memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT.
 
3. Dalam pelaksanaannya, dianjurkan membaca Surat Al-Qadar dan Surat Al-Kautsar masing-masing sebanyak 15 kali.

SRIPOKU.COM – Berikut bacaan doa yang dianjurkan dibaca setelah melaksanakan sholat Kafarat pada Jumat terakhir di bulan Ramadan 1447 H / 2026.

Sholat Kafarat biasanya dikerjakan sebagai bentuk ikhtiar untuk mengganti atau menutupi kekurangan sholat yang mungkin terlewat selama bulan Ramadan.

Karena itu, umat Muslim dianjurkan tidak melewatkan kesempatan untuk menunaikan sholat Kafarat pada akhir Ramadan.

Setelah menyelesaikan sholat tersebut, dianjurkan membaca doa sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT.

Berikut bacaan doa setelah sholat Kafarat dalam tulisan latin beserta artinya.

Allahumma yaa man laa tan-fa’uka tha’atii wa laa tadhurruka ma’shiyatii taqabbal minnii ma laa yanfa’uka waghfirlii ma laa yadhurruka ya man idzaa wa ‘ada wa fii wa idzaa tawa’ada tajaa wa za wa’afaa ighfirli’abdin zhaalama nafsahu wa as’aluka. Allahumma innii a’udzubika min bathril ghinaa wa jahdil faqri ilaahii khalaqtanii wa lam aku syai’an wa razaqtanii wa lam aku syaii’in wartakabtu al-ma’ashii fa-innii muqirun laka bi-dzunuubii. Fa in ‘afawta ‘annii fala yanqushu min mulkika syai’an wa-in adzdzaabtanii falaa yaziidu fii sulthaanika syay-’an. Ilaahii anta tajidu man tu’adzdzi buhu ghayrii wa-anaa laa ajidu man yarhamanii ghaiyraka aghfirlii maa baynii wa baynaka waghfirlii ma baynii wa bayna khlaqika yaa arhamar rahiimiin wa yaa raja’a sa’iliin wa yaa amaanal khaifiina irhamnii birahmatikaal waasi’aati anta arhamur rahimiin yaa rabbal ‘aalaamiin. Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat wal musliimina wal muslimaat wa tabi’ baynana wa baynahum bil khaiyrati rabbighfir warham wa anta khairur-rahimiin wa shallallaahu ‘alaa sayidina Muhammadin wa ‘alaa alihii wa shahbihi wasallama tasliiman katsiiran amiin.

Artinya:

“Ya Allah, ketaatanku tidak memberi manfaat bagi-Mu dan kemaksiatanku tidak pula merugikan-Mu. Terimalah amalanku yang tidak memberi manfaat bagi-Mu dan ampunilah dosa-dosaku yang tidak pula merugikan-Mu. Wahai Tuhan yang jika berjanji pasti menepati dan jika mengancam masih memberi ampunan, ampunilah hamba-Mu yang telah menzalimi dirinya sendiri.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesombongan karena kekayaan dan dari kesulitan karena kemiskinan. Wahai Tuhanku, Engkau menciptakan aku ketika aku bukan apa-apa, dan Engkau memberiku rezeki padahal aku bukan siapa-siapa. Aku telah melakukan berbagai dosa dan aku mengakui semua kesalahanku di hadapan-Mu.

Jika Engkau mengampuniku, itu tidak akan mengurangi kekuasaan-Mu sedikit pun. Dan jika Engkau menyiksaku, hal itu tidak akan menambah kekuasaan-Mu sedikit pun. Ya Tuhanku, Engkau masih memiliki banyak hamba selain aku yang dapat Engkau siksa, tetapi bagiku tidak ada yang dapat memberi rahmat selain Engkau.

Ampunilah dosa-dosaku kepada-Mu dan kesalahanku terhadap sesama manusia. Wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tempat berharap bagi orang-orang yang memohon dan tempat berlindung bagi mereka yang takut. Limpahkanlah rahmat-Mu yang luas kepadaku. Engkaulah Yang Maha Penyayang, Tuhan seluruh alam.

Ampunilah dosa kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Satukanlah kami semua dalam kebaikan. Wahai Tuhan kami, ampunilah dan rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau sebaik-baik Pemberi rahmat. Semoga salawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya. Aamiin.”

Baca juga: Bacaan Surat Al-Qadar dan Al-Kautsar Dianjurkan Dibaca saat Sholat Kafarat, Mohon Ampunan

Surat yang Dianjurkan Dibaca

Selain doa setelah sholat, terdapat beberapa surat Al-Qur’an yang dianjurkan dibaca ketika melaksanakan sholat Kafarat.

Dalam praktiknya, dianjurkan membaca Surat Al-Qadar dan Surat Al-Kautsar sebanyak 15 kali dalam rangkaian sholat tersebut.

Berikut bacaan kedua surat tersebut lengkap dengan teks Arab, latin, dan terjemahannya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved