Ramadan

Besaran Pahala Solat Tarawih Malam ke-7 Ramadan, Bagaikan Ibadah Nabi Musa AS

Salat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang sarat keberkahan bagi siapa saja yang mengerjakannya dengan ikhlas dan penuh keimanan.

Tayang:
Freepik
PAHALA TAWARIH KE-7 - Ilustrasi orang yang sedang solat berjamaah. Besaran Pahala Solat Tarawih Malam ke-7 Ramadan, Bagaikan Ibadah Nabi Musa AS 

Ringkasan Berita:1. Dalam sejumlah riwayat disebutkan, umat Islam yang menunaikan salat Tarawih pada malam ke-7 akan mendapat pahala seolah-olah memperoleh nilai ibadah dan amal saleh seperti Nabi Musa,.
 
2. Amal utama Nabi Musa AS meliputi kesabaran menghadapi Fir’aun, menegakkan salat, menyeru tauhid, membebaskan Bani Israil, berpuasa 40 hari sebelum menerima Taurat, hingga membimbing umat dengan syariat Allah SWT.
 

SRIPOKU.COM - Berikut ini penjelasan mengenai fadilah dan keistimewaan salat Tarawih pada malam ke-7 Ramadan beserta ganjaran pahalanya.

Salat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang sarat keberkahan bagi siapa saja yang mengerjakannya dengan ikhlas dan penuh keimanan.

Setiap malam di bulan Ramadan diyakini memiliki keistimewaan tersendiri.

Pahala Tarawih Malam ke-7

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa pada malam ketujuh, orang yang melaksanakan salat Tarawih akan memperoleh pahala seakan-akan ia meraih nilai ibadah dan amal saleh seperti yang dilakukan oleh Nabi Musa AS.

Mengapa dikaitkan dengan Nabi Musa AS?

Nabi Musa AS dikenal sebagai salah satu nabi dengan keteladanan luar biasa dalam ibadah, perjuangan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Beberapa amal utama beliau antara lain:

  1. Sabar dan Taat dalam Ujian

Nabi Musa AS menunjukkan kesabaran tinggi saat menghadapi Fir’aun maupun kaumnya, Bani Israil. Meski mendapat tugas berat untuk berdakwah kepada Fir’aun, ia tetap patuh menjalankan perintah Allah.

2. Mendirikan Salat

Nabi Musa AS diperintahkan langsung oleh Allah SWT untuk menegakkan salat. Dalam Al-Qur’an disebutkan:
"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat-Ku." (QS. Tha-ha: 14)

3. Berdakwah Menegakkan Tauhid

Ia dengan tegas menyeru Fir’aun dan kaumnya agar menyembah Allah SWT, tanpa gentar menghadapi ancaman penguasa zalim tersebut.

4. Membela Kaum Tertindas

Nabi Musa AS diutus untuk membebaskan Bani Israil dari perbudakan Fir’aun dan memimpin mereka menuju kebebasan.

5. Puasa 40 Hari di Gunung Thursina

Sebelum menerima Taurat, Nabi Musa AS berpuasa selama 40 hari. Allah SWT berfirman:

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved