Ramadan 2026
Doa Puasa Ramadan Hari Ke-23: Raih Ampunan Dosa dan Ketakwaan di Malam-malam Terakhir Ramadan
Simak doa puasa Ramadan hari ke-23: teks Arab, Latin, & arti. Raih ampunan dosa dan ketakwaan di malam-malam terakhir bulan suci Ramadan.
Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ringkasan Berita:
- Hari ke-23 Ramadan menandai fase Itqum minan nar, yaitu pembebasan dari api neraka, sehingga konsistensi ibadah menjadi ujian utama
- Doa khusus hari ini berisi tiga inti permohonan: penyucian dari dosa, pembersihan aib, dan ujian ketakwaan hati
- Karena termasuk malam ganjil di sepuluh hari terakhir, amalan seperti iktikaf, sedekah, dan tilawah sangat dianjurkan untuk menjemput Lailatul Qadar
SRIPOKU.COM - Memasuki hari ke-23 Ramadan, kita telah berada jauh di dalam sepuluh malam terakhir, fase yang dikenal sebagai Itqum minan nar atau pembebasan dari api neraka. Di fase ini, konsistensi ibadah seorang Muslim sedang diuji.
Apakah kita akan mengendur, atau justru semakin kencang dalam mengejar rida Allah SWT?
Salah satu cara menjaga ritme spiritual adalah dengan menghayati doa harian yang dipanjatkan. Berikut adalah teks doa untuk hari ke-23 Ramadan.
Baca juga: Besaran Fidyah 2026 bagi Ibu Hamil dan Menyusui: Kriteria, Cara Hitung, dan Nominal Terbaru
Teks Doa Ramadan Hari Ke-23
Arab:
أللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ
Latin:
Allâhummaghsilnî fîhi minadz dzunûbi, wa thahhirnî fîhi minal ‘uyûbi, wamtahin qalbî fîhi bitaqwal qulûbi, yâ muqîla ‘atsarâtil mudznibîn.
Artinya:
"Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa-dosa di bulan ini, bersihkanlah aku dari segala aib (keburukan), dan ujilah hatiku dengan ketakwaan hati. Wahai Penghapus kesalahan orang-orang yang berdosa."
Makna Mendalam di Balik Doa
Doa hari ke-23 ini mengandung tiga permohonan utama yang sangat krusial bagi seorang hamba:
- Penyucian dari Dosa (Maghfirah): Kita memohon agar Allah "membasuh" dosa-dosa kita. Kata ighsilnî (basuhlah aku) menyiratkan keinginan untuk bersih secara total, layaknya pakaian kotor yang dicuci hingga tak berbekas.
- Pembersihan Aib: Setiap manusia memiliki kekurangan dan aib yang tersembunyi. Memohon pembersihan aib berarti meminta perlindungan agar karakter kita diperbaiki dan kesalahan kita ditutupi oleh Allah SWT.
- Ujian Ketakwaan Hati: Inti dari puasa adalah taqwa. Kita meminta agar hati kita memiliki standar ketakwaan yang tinggi, yaitu hati yang selalu merasa diawasi oleh Sang Pencipta dalam setiap hela napas.
Menjemput Lailatul Qadar
Karena hari ke-23 termasuk dalam deretan malam ganjil di sepuluh hari terakhir, sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan selain doa di atas. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:
- Iktikaf: Berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.
- Memperbanyak Sedekah: Menutup Ramadan dengan kedermawanan.
- Tilawah Al-Qur'an: Mengkhatamkan atau merenungi makna ayat-ayat suci.
Ramadan akan segera berlalu, namun peluang untuk menjadi pribadi yang suci masih terbuka lebar.
Melalui doa di hari ke-23 ini, kita berharap keluar dari bulan suci bukan hanya dengan menahan lapar, melainkan dengan hati yang bersih dan jiwa yang bertaqwa.***
| Doa Puasa Ramadan Hari Ke-28: Menjemput Keberkahan di Penghujung Ramadan |
|
|---|
| Kultum Menag Nasaruddin Umar 27 Ramadan 2026, Menyingkap Rahasia Alam Gaib dan Kecerdasan Spiritual |
|
|---|
| Kultum 26 Ramadan Menag Nasaruddin Umar, Pahami Basmalah: Spiritualitas hingga Asal-usul Semesta |
|
|---|
| Kultum 25 Ramadan 2026, Menag Nasaruddin Umar : Kekuatan Salat Tahajjud dan Keutamaan Ibadah Malam |
|
|---|
| Cara Menjemput Lailatul Qadr: Malam Lebih Mulia dari Seribu Bulan, Kultum Menag 23 Ramadan 1447 H |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Doa-Puasa-Ramadan-Hari-Ke-23.jpg)