Ramadan 2026

Doa Puasa Ramadan Hari Ke-13 : Tulisan Arab, Latin, Lengkap dengan Arti dan Maknanya

Sucikan jiwa di fase Maghfirah! Simak doa hari ke-13 Ramadan: memohon takwa, sabar atas takdir, & dikelilingi orang saleh.

Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ilustrasi/AI
ILUSTRASI DOA RAMADAN - Sucikan jiwa di fase Maghfirah! Simak doa hari ke-13 Ramadan: memohon takwa, sabar atas takdir, & dikelilingi orang saleh. 

Ringkasan Berita:
  • Puasa Ramadan hari ke-13 berada pada fase Maghfirah (ampunan), dengan doa yang berfokus pada kesucian jiwa, kesabaran menerima takdir, dan ketakwaan
  • Doa ini juga memohon agar kita dibersamai oleh orang-orang saleh, karena lingkungan berpengaruh besar pada konsistensi ibadah
  • Waktu paling mustajab untuk membacanya adalah saat sahur, sepanjang puasa, dan menjelang berbuka

SRIPOKU.COM - Memasuki hari ke-13 bulan suci Ramadan, kita telah melewati pertengahan fase kedua Ramadan, yaitu fase Maghfirah (ampunan).

Pada hari ini, fokus doa kita beralih pada permohonan kesucian jiwa, kesabaran dalam menghadapi takdir, serta ketakwaan.

Berikut adalah panduan lengkap doa puasa Ramadan hari ke-13 yang dapat Anda amalkan.

Baca juga: Bayar Zakat Online Sah atau Tidak? Ini Penjelasan MUI Hingga Baznas Soal Hukum Digitalisasi Zakat

Teks Doa Ramadan Hari Ke-13

Teks Arab:

اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي فِيهِ مِنَ الدَّنَسِ وَ الْأَقْذَارِ وَ صَبِّرْنِي فِيهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفِّقْنِي فِيهِ لِلتُّقَى وَ صُحْبَةِ الْأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِينِ

Teks Latin:

Allâhumma thahhirnî fîhi minad danasi wal aqdzâr, wa shabbirnî fîhi ‘alâ kâ’inâtil aqdâr, wa waffiqnî fîhi littuqâ wa shuhbatil abrâr, bi’awnika yâ qurrata ‘ainil masâkîn.

Artinya:

"Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari kotoran dan noda. Sabarkanlah aku di dalamnya atas segala ketentuan takdir. Berikanlah kemampuan kepadaku di bulan ini untuk bertakwa dan bergaul dengan orang-orang saleh, dengan pertolongan-Mu, Wahai Pujaan Hati orang-orang miskin."

Makna dan Kandungan Doa

Doa hari ke-13 ini mengandung empat poin utama yang sangat krusial bagi perjalanan spiritual seorang Muslim:

Pembersihan Jiwa (Tazkiyatun Nafs)
Kalimat "Sucikanlah aku dari kotoran dan noda" bukan sekadar merujuk pada kotoran fisik, melainkan noda batin seperti penyakit hati (iri, dengki, sombong) dan dosa-dosa yang menghijab doa kita.

Kesabaran Atas Takdir

Kita memohon kekuatan untuk menerima setiap ketetapan Allah. Sabar dalam ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat, dan sabar atas ujian hidup adalah kunci ketenangan hati.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved