Ramadan 2026
Sambut Ramadan, Ustad Amiruddin Muslim Ajak Umat Islam di Palembang Persiapkan Diri dengan 'Ladas'
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan atau Ramadhan 1447 H, ulama terkemuka Palembang, Ustad KH Amiruddin Muslim Anshori
Penulis: Syahrul Hidayat | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan atau Ramadhan 1447 mengimbau umat Islam untuk menyambut bulan mulia tersebut dengan penuh sukacita
- Hal ini disampaikannya dalam tausyiah di kawasan Jalan KH Azhari, Kelurahan Tangga Takat, Seberang Ulu Dua, Palembang
- Ustad Amiruddin menekankan pentingnya menyambut Ramadhan dengan perasaan senang atau dalam bahasa lokal disebut ladas.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan atau Ramadhan 1447 H, ulama terkemuka Palembang, Ustad KH Amiruddin Muslim Anshori, mengimbau umat Islam untuk menyambut bulan mulia tersebut dengan penuh sukacita dan persiapan matang.
Hal ini disampaikannya dalam tausyiah di kawasan Jalan KH Azhari, Kelurahan Tangga Takat, Seberang Ulu Dua, Palembang, Sabtu (14/2/2026).
Dalam penyampaiannya, Ustad Amiruddin menekankan pentingnya menyambut Ramadhan dengan perasaan senang atau dalam bahasa lokal disebut ladas.
"Kalau kita menyambut Ramadhan ini dengan ladas (senang dan bersemangat), insya Allah segalanya akan terasa berkah. Namun, ladas yang dimaksud harus memiliki dasar, yaitu semangat untuk meningkatkan amal ibadah," ujar Ustadz Amiruddin.
Ia mengingatkan agar momentum Ramadhan tidak dilewatkan begitu saja. Ramadhan, menurutnya, adalah madrasah untuk mengendalikan hawa nafsu dan tidak diperbudak oleh kenikmatan duniawi yang semu.
"Kenikmatan dunia ini hanya sebatas pangkal lidah sampai ujung lidah. Oleh karena itu, jadikan Ramadhan tempat meningkatkan amal. Jangan lupa tarawih, karena itu keistimewaan bulan ini. Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, karena sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang luar biasa," tambahnya.
Selain persiapan spiritual, Ustadz Amiruddin juga menyoroti pentingnya persiapan fisik dan ilmu.
Menjaga kesehatan agar ibadah puasa dan tarawih dapat dilaksanakan dengan nyaman.
Kemudian ilmu dengan memahami hikmah di balik puasa agar ibadah didasari oleh pengetahuan yang benar, sehingga meningkatkan semangat.
Mengupayakan untuk berbagi setiap hari, karena harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, melainkan ditambah oleh Allah SWT.
Di akhir tausyiahnya, ia berpesan tentang pentingnya menjaga kerukunan dan keberkahan dalam hidup.
"Hormati yang lebih tua, saling menyayangi, dan saling menghargai. Jangan menang sendiri agar tidak terjadi perselisihan. Yang paling penting bukan seberapa banyak harta kita, tapi seberapa berkah harta tersebut untuk ketenangan hidup," tegasnya
| Sehari Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kue Rp 5 Ribu Jadi Primadona di Pasar 10 Ulu Palembang |
|
|---|
| 4 Jenis Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan, Pertanda Doa Diijabah dan Dosa Digugurkan oleh Allah Swt |
|
|---|
| Keutamaan Salat Tarawih Malam Ke-29: Meraih Pahala Setara Seribu Haji Mabrur |
|
|---|
| Ramadan Segera Berakhir: Momen Terakhir Memaksimalkan Ibadah dan Introspeksi Diri |
|
|---|
| Keutamaan Salat Tarawih Malam Ke-28: Mengangkat Derajat di Surga yang Tertinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ustad-aminuddin-ladas.jpg)