Perangkat Pembelajaran

Contoh Kokurikuler Tema Wirausaha Lokal Berbasis Budaya Kurikulum Merdeka Tahun 2026

Contoh kokurikuler Kurikulum Merdeka 2026: Tema Wirausaha Lokal Berbasis Budaya untuk asah kreativitas, komunikasi, dan kemandirian siswa sekolah.

Tayang:
Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ilustrasi/AI
ILUSTRASI KOKURIKULER - Contoh kokurikuler Kurikulum Merdeka 2026: Tema Wirausaha Lokal Berbasis Budaya untuk asah kreativitas, komunikasi, dan kemandirian siswa sekolah. 

Ringkasan Berita:
  • Kegiatan kokurikuler bertema “Wirausaha Lokal Berbasis Budaya” dalam Kurikulum Merdeka 2026 mendorong siswa untuk mengembangkan potensi daerah secara kontekstual
  • Melalui tahapan riset pasar, wawancara pelaku usaha, perancangan produk, dan simulasi promosi, siswa belajar berwirausaha sekaligus melestarikan budaya lokal
  • Program ini membentuk profil pelajar yang komunikatif, kreatif, dan mandiri, serta memperkuat keterampilan hidup berbasis kearifan lokal

SRIPOKU.COM - Implementasi Kurikulum Merdeka pada tahun 2026 semakin menekankan pada kontekstualisasi pembelajaran melalui kegiatan kokurikuler.

Salah satu tema yang menarik untuk dikembangkan adalah pengembangan potensi daerah melalui kewirausahaan yang berakar pada kearifan lokal.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar berbisnis, tetapi juga belajar mencintai dan melestarikan kekayaan budaya yang ada di sekitarnya.

Baca juga: Kegiatan Kokurikuler Tema Teknologi, Judul Proyek Rancang Bangun Solusi Digital untuk Masalah Lokal

Identitas Kegiatan Kokurikuler

Untuk memastikan pembelajaran berjalan efektif, berikut adalah kerangka utama kokurikuler yang dapat diterapkan di sekolah:

  • Tema: Wirausaha Lokal Berbasis Budaya
  • Profil Lulusan (Dimensi Profil Pelajar Pancasila): Komunikasi, Kreativitas, dan Kemandirian.
  • Tujuan Pembelajaran: Murid mampu mengeksplorasi potensi lokal secara mendalam dan merancang produk usaha kecil yang memiliki nilai tambah berdasarkan budaya daerah masing-masing.

Rangkaian Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan kokurikuler ini dirancang melalui empat tahapan utama yang melibatkan pengalaman langsung bagi para siswa:

1. Riset Pasar Lokal

Siswa diajak untuk mengamati kebutuhan masyarakat sekitar dan melihat tren produk apa yang sedang diminati, namun tetap memiliki celah untuk dimasuki produk berbasis budaya.

2. Wawancara Pelaku Usaha

Guna menumbuhkan jiwa kemandirian, siswa melakukan wawancara langsung dengan pengusaha lokal atau pengrajin budaya. Hal ini bertujuan untuk memahami tantangan nyata dan strategi bertahan dalam dunia usaha.

3. Perancangan Produk

Pada tahap ini, aspek kreativitas diuji. Siswa merancang produk inovatif, misalnya kuliner tradisional dengan kemasan modern atau kerajinan tangan yang disesuaikan dengan fungsi kekinian tanpa menghilangkan identitas budayanya.

4. Simulasi Promosi dan Penjualan

Siswa melatih kemampuan komunikasi dengan mempraktikkan cara memasarkan produk. Simulasi ini bisa dilakukan melalui bazar sekolah atau pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi digital.

Kegiatan kokurikuler bertema Wirausaha Lokal Berbasis Budaya ini menjadi jembatan bagi murid untuk mengenali jati diri daerahnya sekaligus mempersiapkan keterampilan hidup (life skills) yang dibutuhkan di masa depan.

Dengan sinergi antara kreativitas dan kearifan lokal, Kurikulum Merdeka tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi yang mandiri dan kompetitif.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved