Modul Ajar
Contoh Modul Ajar Deep Learning IPA Kelas 8 SMP, Bab 1 Sel
Mereka mungkin sudah pernah melihat gambar sel atau membaca sekilas tentang konsep sel di jenjang sebelumnya.
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Rizka Pratiwi Utami
Ringkasan Berita:
- Tujuan dan identitas modul jelas, mencakup mata pelajaran IPA kelas VIII, alokasi waktu 4 pertemuan, serta fokus pada pemahaman konsep dasar tentang sel sebagai unit terkecil makhluk hidup.
- Gambaran kesiapan peserta didik menunjukkan bahwa siswa sudah memiliki pengetahuan dasar, seperti pernah melihat gambar sel dan mengenal bagian tubuh makhluk hidup, tetapi masih membutuhkan pendalaman tentang struktur sel, organel, serta perbedaan sel hewan dan tumbuhan.
SRIPOKU.COM - Berikut ini modul ajar deep learning IPA kelas 8 SMP, Bab 1 Sel.
Baca juga: Kunci Jawaban Modul 3.10 Edukasi Gizi Pelatihan Sosialisasi Kebijakan Pelaksanaan MBG di Madrasah
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
BAB: 1 SEL
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : .....................................................................................
Nama Penyusun : .....................................................................................
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Fase / Kelas /Semester : D / VIII / Ganjil
Alokasi Waktu : 4 pertemuan (2 x 40 menit = 80 menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik kelas VIII umumnya telah memiliki pemahaman dasar tentang makhluk hidup dan berbagai bagian tubuhnya.
Mereka mungkin sudah pernah melihat gambar sel atau membaca sekilas tentang konsep sel di jenjang sebelumnya.
Namun, pemahaman mendalam tentang struktur, fungsi organel sel, dan perbedaannya antara sel hewan dan tumbuhan mungkin masih kurang.
Kesulitan yang mungkin muncul adalah:
Kesulitan membayangkan ukuran sel yang sangat kecil dan organel-organel di dalamnya.
Kesulitan memahami fungsi kompleks setiap organel secara terpisah dan keterkaitannya sebagai satu kesatuan.
Kebingungan dalam membedakan sel hewan dan sel tumbuhan serta ciri khas masing-masing.
Kurangnya pengalaman praktikum langsung dalam mengamati sel.
Pemahaman yang sudah dimiliki peserta didik meliputi kemampuan dasar mengamati, mencatat, dan berdiskusi. Mereka juga sudah terbiasa dengan penggunaan media visual (gambar, video) dalam pembelajaran IPA.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi pelajaran "Sel" adalah jenis pengetahuan konseptual, faktual, dan prosedural.
Peserta didik akan memahami konsep dasar sel sebagai unit terkecil kehidupan, mengidentifikasi bagian-bagiannya (faktual), memahami fungsinya (konseptual), dan mungkin melakukan pengamatan sel (prosedural).
Materi ini sangat relevan dengan kehidupan nyata karena sel adalah dasar dari semua makhluk hidup, termasuk tubuh manusia.
Memahami sel membantu peserta didik memahami proses-proses biologis dalam tubuh mereka sendiri dan organisme lain.
Tingkat kesulitan materi ini moderat hingga tinggi, terutama saat membahas fungsi spesifik setiap organel dan proses-proses kompleks di dalamnya.
Struktur materi bersifat hierarkis, dimulai dari pengenalan sel secara umum, kemudian struktur dan fungsi organel, perbandingan sel hewan dan tumbuhan, hingga pengenalan organisme uniseluler dan multiseluler.
Materi ini mengintegrasikan nilai dan karakter seperti ketelitian, rasa ingin tahu, objektivitas, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir sistematis.
D. DIMENSI LULUSAN PEMBELAJARAN
Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi Profil Pelajar Pancasila yang relevan adalah:
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Menyadari kebesaran Tuhan YME melalui kompleksitas dan keteraturan sel sebagai unit terkecil kehidupan.
Penalaran Kritis: Peserta didik akan menganalisis informasi tentang sel, membandingkan berbagai jenis sel, dan menyimpulkan fungsi organel berdasarkan data.
Kreativitas: Peserta didik dapat membuat model sel, diagram, atau presentasi yang inovatif untuk menjelaskan konsep sel.
Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan pengamatan, diskusi, dan menyusun laporan.
Kemandirian: Peserta didik akan bertanggung jawab secara individu dalam memahami materi dan menyelesaikan tugas-tugas.
Komunikasi: Peserta didik akan menyampaikan hasil pengamatan, diskusi, dan presentasi mereka secara lisan dan tertulis dengan jelas.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan, membedakan sel hewan dan sel tumbuhan, serta mengaitkan struktur sel dengan fungsinya dalam organisme.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
Matematika: Penggunaan skala, pengukuran, dan perbandingan ukuran sel.
Seni Budaya: Menggambar atau membuat model sel yang akurat dan menarik.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Menggunakan mikroskop digital, mencari informasi daring, membuat presentasi digital.
Kimia: Memahami komposisi kimiawi beberapa organel sel (misalnya, membran sel).
C. TUJUAN PEMBELAJARAN dan Alokasi Waktu
Pertemuan 1 (Alokasi Waktu: 2 JP)
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat menjelaskan konsep dasar sel sebagai unit terkecil kehidupan dan mengidentifikasi bagian-bagian utama sel secara umum (membran, sitoplasma, inti sel) setelah menyimak penjelasan guru dan mengamati model/gambar.
Pertemuan 2 (Alokasi Waktu: 2 JP)
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat menganalisis struktur dan fungsi organel-organel utama pada sel hewan (misalnya, mitokondria, retikulum endoplasma, ribosom, lisosom) dengan tepat melalui studi literatur dan diskusi kelompok.
Pertemuan 3 (Alokasi Waktu: 2 JP)
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat menganalisis struktur dan fungsi organel-organel utama pada sel tumbuhan (misalnya, dinding sel, kloroplas, vakuola besar) serta membandingkan perbedaan utama antara sel hewan dan sel tumbuhan dengan benar setelah mengamati media pembelajaran.
Pertemuan 4 (Alokasi Waktu: 2 JP)
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat membuat model/diagram sel hewan dan/atau sel tumbuhan yang akurat beserta keterangan fungsinya, serta mempresentasikan hasilnya di depan kelas dengan percaya diri.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran kontekstual untuk Bab 1 adalah "Melihat Dunia di Balik Mikroskop: Keajaiban Sel".
Peserta didik akan diajak untuk menyadari bahwa tubuh mereka dan semua makhluk hidup terbentuk dari unit-unit kecil yang luar biasa kompleks dan teratur, seolah-olah mengintip ke dalam dunia mikroskopis yang penuh keajaiban.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
Praktik Pedagogik:
Pembelajaran Berbasis Proyek: Proyek utama adalah membuat model/diagram sel.
Diskusi Kelompok: Digunakan untuk menganalisis fungsi organel, membandingkan sel hewan dan tumbuhan, serta merencanakan proyek.
Eksplorasi Laboratorium/Virtual: Menggunakan mikroskop (jika tersedia) untuk mengamati sel, atau simulasi virtual laboratorium.
Presentasi: Peserta didik menyajikan hasil pengamatan, diskusi, dan proyek model sel mereka.
Studi Literatur: Mengkaji buku teks, artikel ilmiah populer, atau sumber daring tentang sel.
Mitra Pembelajaran:
Lingkungan Sekolah: Guru IPA, laboratorium sekolah, perpustakaan sekolah.
Lingkungan Luar Sekolah: Sumber belajar daring (website ilmiah, video edukasi YouTube), museum sains (jika memungkinkan kunjungan).
Masyarakat: Ilmuwan atau mahasiswa biologi/kedokteran (jika memungkinkan untuk sesi tanya jawab daring).
Lingkungan Belajar:
Ruang Fisik: Kelas untuk diskusi dan presentasi, laboratorium IPA untuk pengamatan mikroskop, perpustakaan untuk referensi.
Ruang Virtual: Google Classroom untuk materi ajar, penugasan, dan pengumpulan tugas; platform simulasi laboratorium virtual (misalnya PhET simulations atau sejenisnya jika relevan); platform konferensi video (Zoom/Google Meet) untuk sesi daring.
Pemanfaatan Digital:
Perpustakaan Digital: Mengakses jurnal ilmiah, e-book, atau artikel tentang biologi sel.
Forum Diskusi Daring: Google Classroom atau grup chat untuk tanya jawab, berbagi temuan, dan diskusi lanjutan.
Penilaian Daring: Penggunaan Google Forms untuk kuis, asesmen diagnostik, atau survei pemahaman.
Kahoot/Mentimeter: Untuk kuis interaktif, ice breaking, atau pengumpulan ide-ide cepat dan menyenangkan.
Google Classroom: Sebagai pusat pengelolaan materi, tugas, pengumuman, dan umpan balik.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1:
KONSEP DASAR SEL DAN BAGIAN UTAMANYA
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan "Mindful Breathing" (1-2 menit), meminta peserta didik fokus pada napas dan membayangkan bahwa setiap bagian tubuh mereka terdiri dari unit-unit kecil yang tak terlihat.
Bermakna: Guru menyapa peserta didik, menanyakan kabar, dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. "Pernahkah kalian berpikir, terbuat dari apa tubuh kita ini, atau tubuh hewan dan tumbuhan?"
Menggembirakan: Guru menampilkan gambar atau video makro dan mikro dari berbagai makhluk hidup (misalnya, daun di mikroskop, kulit manusia, serangga) untuk memicu rasa ingin tahu. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan antusias.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
Memahami (Bermakna):
Diferensiasi Konten:
Kelompok A (Visual): Diberikan infografis atau diagram besar tentang konsep sel dan bagian-bagian utamanya.
Kelompok B (Auditori): Diberikan rekaman audio penjelasan singkat atau video narasi tentang penemuan sel dan definisinya.
Kelompok C (Pembaca/Penulis): Diberikan teks bacaan ringkas tentang teori sel dan komponen utamanya.
Guru memfasilitasi diskusi kelompok kecil untuk mengidentifikasi bagian-bagian utama sel (membran, sitoplasma, inti sel) dari gambar/model sel yang disediakan.
Mengaplikasi (Menggembirakan):
Peserta didik secara berkelompok membuat "Kartu Identitas Sel" sederhana yang berisi nama bagian sel utama, fungsinya secara singkat, dan gambar sederhana.
Peserta didik yang tertarik dapat menggunakan aplikasi digital sederhana untuk membuat kartu identitas ini.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):
Setiap kelompok mempresentasikan "Kartu Identitas Sel" mereka.
Guru memfasilitasi sesi tanya jawab dan memberikan umpan balik konstruktif, menekankan bahwa sel adalah unit terkecil kehidupan.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Memberikan Umpan Balik: Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik dan merangkum poin-poin penting tentang konsep dasar sel.
Menyimpulkan Pembelajaran: Peserta didik secara individu menuliskan satu "fakta menarik" yang mereka pelajari tentang sel hari ini.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menyampaikan bahwa pertemuan selanjutnya akan fokus pada organel sel hewan. Peserta didik diminta untuk membawa alat tulis dan mungkin pensil warna.
PERTEMUAN 2:
STRUKTUR DAN FUNGSI ORGANEL SEL HEWAN
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Berkesadaran: Peserta didik diajak untuk sejenak membayangkan bagaimana sebuah pabrik bekerja dengan berbagai bagiannya. "Bagaimana bagian-bagian itu saling bekerja sama?"
Bermakna: Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang bagian utama sel dan mengaitkan dengan organel sel. "Sel itu seperti kota kecil dengan banyak 'kantor' di dalamnya. Hari ini kita akan menjelajahi 'kantor-kantor' di sel hewan."
Menggembirakan: Guru menampilkan video animasi singkat tentang perjalanan di dalam sel hewan, kemudian meminta peserta didik menyebutkan apa saja yang mereka lihat.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
Memahami (Bermakna):
Guru menjelaskan struktur dan fungsi organel-organel utama sel hewan (mitokondria, RE, ribosom, lisosom, kompleks Golgi, dll.) menggunakan bagan/diagram interaktif.
Guru memberikan tugas kelompok untuk membaca dan memahami fungsi spesifik setiap organel dari berbagai sumber (buku teks, artikel singkat).
Mengaplikasi (Menggembirakan):
Diferensiasi Proses:
Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok ditugaskan untuk fokus pada 2-3 organel tertentu.
Kelompok yang membutuhkan bimbingan lebih dapat diberikan lembar kerja terstruktur yang berisi pertanyaan panduan.
Kelompok yang sudah mahir dapat diberi tantangan untuk mencari penyakit atau kondisi yang terkait dengan disfungsi organel tertentu.
Setiap kelompok membuat "Peta Konsep Organel" atau "Tabel Fungsi Organel" yang menarik.
Guru berkeliling, memberikan masukan, dan membimbing.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):
Setiap kelompok mempresentasikan "Peta Konsep Organel" atau "Tabel Fungsi Organel" mereka.
Guru memfasilitasi diskusi tentang bagaimana organel-organel ini bekerja sama untuk menjaga kehidupan sel.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Memberikan Umpan Balik: Guru mengapresiasi upaya peserta didik dalam memahami kompleksitas organel dan memberikan penekanan pada keterkaitan fungsi.
Menyimpulkan Pembelajaran: Peserta didik menuliskan satu kalimat yang menggambarkan fungsi organel sel hewan yang paling menarik bagi mereka.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menyampaikan bahwa pertemuan selanjutnya akan membahas organel sel tumbuhan dan perbandingannya dengan sel hewan. Peserta didik diminta untuk mempersiapkan diri untuk diskusi.
PERTEMUAN 3:
STRUKTUR DAN FUNGSI ORGANEL SEL TUMBUHAN & PERBEDAAN SEL HEWAN-TUMBUHAN
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Berkesadaran: Peserta didik diajak untuk sejenak memikirkan perbedaan antara pohon dan kucing, meskipun keduanya sama-sama makhluk hidup. "Apa yang membuat mereka berbeda secara mendasar?"
Bermakna: Guru mengingatkan kembali organel sel hewan dan mengaitkan dengan organel sel tumbuhan serta perbedaannya. "Mengapa tumbuhan bisa membuat makanannya sendiri, sedangkan hewan tidak?"
Menggembirakan: Guru menampilkan gambar atau video yang membandingkan sel hewan dan sel tumbuhan secara visual, kemudian membuka diskusi tentang perbedaan mencolok yang mereka lihat.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
Memahami (Bermakna):
Guru menjelaskan struktur dan fungsi organel-organel khusus pada sel tumbuhan (dinding sel, kloroplas, vakuola besar) dan mereviu organel yang sama dengan sel hewan.
Guru memandu perbandingan antara sel hewan dan sel tumbuhan menggunakan diagram Venn atau tabel komparasi.
Mengaplikasi (Menggembirakan):
Diferensiasi Proses & Produk:
Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok ditugaskan untuk membuat "Mini Poster
Perbandingan Sel" (Hewan vs Tumbuhan).
Kelompok yang lebih suka menggambar dapat fokus pada ilustrasi detail.
Kelompok yang lebih suka analisis dapat fokus pada penulisan poin-poin perbedaan dan alasannya.
Kelompok yang punya akses ke mikroskop dan bahan (misalnya, bawang merah, darah ayam/ikan) dapat mencoba mengamati langsung di laboratorium (jika memungkinkan).
Setiap kelompok mempresentasikan perbandingan sel hewan dan tumbuhan yang mereka buat.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):
Diskusi tentang adaptasi struktural sel tumbuhan yang memungkinkannya bertahan dan melakukan fotosintesis.
Guru menekankan pentingnya setiap komponen sel dalam menjaga kehidupan organisme.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Memberikan Umpan Balik: Guru mengapresiasi kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi perbedaan dan memahami adaptasi sel.
Menyimpulkan Pembelajaran: Peserta didik menuliskan 3 perbedaan utama antara sel hewan dan sel tumbuhan yang paling mereka ingat.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menyampaikan bahwa pertemuan terakhir akan berupa proyek pembuatan model sel. Peserta didik diminta untuk mulai mengumpulkan bahan-bahan yang dapat didaur ulang atau mudah didapat.
PERTEMUAN 4:
PROYEK MODEL/DIAGRAM SEL DAN PRESENTASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Berkesadaran: Peserta didik diajak untuk merenungkan keindahan dan kerumitan desain alam yang tercermin pada sel. "Bagaimana alam bisa menciptakan struktur sekecil itu dengan fungsi yang begitu sempurna?"
Bermakna: Guru mengingatkan kembali seluruh konsep tentang sel yang telah dipelajari dan mengaitkannya dengan proyek pembuatan model sel sebagai wujud pemahaman mereka.
Menggembirakan: Guru menampilkan contoh-contoh model sel yang kreatif dari berbagai bahan, baik yang sederhana maupun kompleks, untuk memotivasi peserta didik.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
Memahami (Bermakna):
Guru mereviu kembali struktur dan fungsi organel sel hewan dan tumbuhan sebagai panduan untuk proyek.
Guru menjelaskan kriteria penilaian proyek model/diagram sel.
Mengaplikasi (Menggembirakan):
Diferensiasi Produk:
Peserta didik secara individu atau kelompok kecil (sesuai kesepakatan) membuat model 3D sel (hewan atau tumbuhan) menggunakan bahan daur ulang/sederhana (plastisin, styrofoam, gabus, dll.) ATAU membuat diagram 2D sel yang sangat detail dan berwarna.
Guru memberikan kebebasan dalam memilih bahan dan gaya, namun menekankan akurasi penempatan dan fungsi organel.
Guru berkeliling, memberikan bimbingan, dan umpan balik personal selama proses pengerjaan.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):
Peserta didik mempresentasikan model/diagram sel mereka, menjelaskan setiap bagian dan fungsinya.
Sesi tanya jawab antara peserta didik dan guru, serta antarpeserta didik.
Diskusi tentang tantangan dan solusi saat membuat model.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Memberikan Umpan Balik: Guru memberikan apresiasi atas kreativitas, usaha, dan pemahaman yang ditunjukkan dalam proyek. Menyoroti contoh-contoh model yang luar biasa.
Menyimpulkan Pembelajaran: Peserta didik menuliskan satu kalimat tentang "Apa yang paling berkesan dari belajar tentang sel?" dan "Bagaimana saya akan melihat makhluk hidup berbeda setelah belajar sel?".
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan informasi tentang bab selanjutnya dan mengumpulkan semua proyek dan lembar kerja.
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD BAB 8 Di Sekitar Rumah Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 7 Aku Ingin Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 6 Temanku Berbeda Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 5 Teman Baru Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 6 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Contoh-Modul-Ajar-Deep-Learning-IPA-Kelas-8-SMP-Bab-1-Sel.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.