Modul Ajar
Modul 3 Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial Jenjang Pendidikan Dasar & Menengah, Belajar Koding
Dimuat pembahasan Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Penulis: Tria Agustina | Editor: Tria Agustina
Ringkasan Berita:
- KA membantu banyak aktivitas seperti penerjemahan, rekomendasi, dan pengenalan pola.
- Ada berbagai jenis KA, namun semuanya tetap punya keterbatasan seperti bias dan ketergantungan data.
- Penggunaan KA harus etis—menjaga privasi, akuntabilitas, dan keadilan dalam pendidikan.
SRIPOKU.COM - Berikut ini panduan lengkap belajar koding dengan pembahasan Modul 3.
Dimuat pembahasan Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Bahasanya dibuat lebih mudah dipahami, tetap lengkap, dan cocok untuk siswa maupun guru.
Simak pembahasan dan penjelasan selengkapnya dilansir lewat YouTube Muhamad Jaelani Manjur untuk dipelajari dengan saksama.
Baca juga: 140 Soal Koding & Kecerdasan Artifisial Kelas 6 Terlengkap Bab 1 - Bab 12 beserta Kunci Jawaban
Modul 3
Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial
Definisi Kecerdasan Artifisial (KA)
Istilah 'Kecerdasan Artifisial' (KA) pertama kali digunakan pada tahun 1956 untuk mendeskripsikan "ilmu dan rekayasa dalam menciptakan mesin cerdas, terutama program komputer yang cerdas" (McCarthy et al., 2006).
Russell dan Norvig (2021): Sebuah sistem yang dapat berpikir seperti manusia, bertindak seperti manusia, atau mengambil keputusan yang rasional berdasarkan data yang dikumpulkan.
KBBI Daring Versi VI: Program komputer yang meniru kecerdasan manusia, seperti mengambil keputusan, menyediakan dasar penalaran, dan karakteristik manusia lainnya
Seiring waktu, definisi KA terus berkembang dan seringkali hal ini bersinggungan dengan pertanyaan filosofis tentang apa yang dimaksud dengan 'kecerdasan' dan apakah mesin benar-benar bisa dianggap 'cerdas'.
Namun, secara praktis, KA merujuk pada sistem yang memungkinkan komputer belajar dari data, mengenal pola, serta membuat prediksi atau keputusan secara mandiri.
Karakteristik Kecerdasan Artifisial (KA)
KA belajar dari data (Machine Learning)
KA bisa belajar dari data yang diberikan kepadanya (Russell & Norvig, 2021).
Semakin banyak data yang ia pelajari, semakin baik kemampuannya.
YouTube merekomendasikan video yang disukai berdasarkan riwayat tontonan.
Aplikasi penerjemah Google Translate semakin akurat dalam menerjemahkan karena terus belajar dari teks yang digunakan oleh banyak orang di seluruh dunia.
KA mampu beradaptasi dan meningkatkan performanya
Jika KA awalnya sering melakukan kesalahan, ia bisa memperbaiki dirinya sendiri dengan belajar dari kesalahan tersebut (Goodfellow et al., 2016).
Aplikasi peta bisa memprediksi waktu tempuh dengan lebih akurat dan memberikan rute yang lebih efektif.
Asisten Virtual seperti Google Assistant dan Siri yang bisa memproses permintaan penggunanya berdasarkan input suara.
KA bekerja berdasarkan algoritma dan model prediktif
KA bekerja dengan aturan dan langkah-langkah matematis yang disebut algoritma. Dengan algoritma ini, KA bisa memprediksi sesuatu sebelum terjadi berdasarkan pola data yang telah dipelajari (Domingos, 2015).
Aplikasi cuaca bisa memprediksi hujan berdasarkan pola suhu, kelembaban, dan data sebelumnya.
Aplikasi belanja daring yang bisa merekomendasikan produk yang pelanggan suka berdasarkan apa yang sering dicari atau dibeli.
KA mampu mengenali pola dan membuat keputusan secara otomatis
KA tidak hanya melihat data, tetapi juga bisa menemukan pola yang tidak terlihat oleh manusia. Dari pola-pola ini, KA bisa membantu mengambil keputusan secara otomatis (Mitchell, 1997).
Aplikasi penanda foto di dalam sosial media dapat memberikan rekomendasi untuk menandai foto meggunakan teknologi pengenalan wajah
Kecerdasan Artifisial (KA) versus Manusia
Apa perbedaan keduanya?
Manakah yang lebih baik?
Kecerdasan Artifisial
Tidak memiliki perasaan, hanya mengikuti instruksi
Belajar dari data dan program yang diberikan
Hanya memahami hal yang ada dalam datanya
Hanya bisa membuat keputusan berdasarkan angka dan pola
Kecerdasan Manusia
Bisa berpikir sendiri dan memiliki perasaan, serta kreativitas untuk berinovasi dan menciptakan ide baru.
Bisa belajar banyak hal yang berbeda dan beradaptasi dengan lingkungan melalui interaksi sosial
Bisa memahami konteks yang luas
Bisa membuat keputusan dengan pertimbangan emosi, nilai moral, dan etika
Kecerdasan Artifisial (KA) versus Manusia
FAKTA:
Manusia bisa dengan mudah membedakan mana foto anjing dan kucing dengan melihatnya di dunia nyata beberapa kali, namun KA butuh ribuan gambar anjing dan kucing untuk bisa mengenali perbedaannya dengan akurasi yang tinggi (Adriyanto et al., 2022).
Jadi, meskipun KA dapat menjadi sangat pintar dalam tugas-tugas tertentu, kemampuannya tetap terbatas karena tidak memiliki akal, intuisi, dan kreativitas seperti layaknya manusia.
Mesin Cerdas versus Mesin Noncerdas
Sebuah mesin dapat dikategorikan "cerdas" jika memiliki kemampuan:
Belajar dari pengalaman (tidak hanya mengikuti instruksi yang sama berulang kali),
Menyesuaikan diri dengan perubahan tanpa perlu diprogram ulang,
Membuat keputusan sendiri berdasarkan data yang dikumpulkan.
Macam-Macam Kecerdasan Artifisial (KA)
TEKNOLOGI
Natural Language Processing (NLP)/ Pemrosesan Bahasa Alami
PENJELASAN
KA yang bisa memahami dan menghasilkan teks seperti manusia.
FUNGSI
Digunakan dalam penerjemahan otomatis, chatbot, dan analisis dokumen.
CONTOH
Otter Al yang dapat menuliskan teks dari suara manusia secara otomatis.
TEKNOLOGI
Speechn Recognition (Pengenalan Suara)
PENJELASAN
NLP diterapkan pada kata yang diucapkan, termasuk ponsel pintar, asisten pribadi, dan layanan perbankan berbasis percakapan.
FUNGSI
Digunakan dalam asisten virtual dan chatbot yang menerima perintah suara.
CONTOH
Alibaba Cloud yang memiliki teknologi pengenalan suara canggih.
TEKNOLOGI
Affect Detection (Deteksi Afektif)
PENJELASAN
KA yang bisa menganalisis ekspresi wajah, teks, dan suara untuk mengenali emosi manusia.
FUNGSI
Banyak digunakan dalam analisis sentimen di media sosial dan layanan pelanggan.
CONTOH
Affectiva, teknologi yang bisa mendeteksi emosi manusia dari wajah mereka.
TEKNOLOGI
Data Mining for Prediction (Penambangan Data untuk Prediksi)
PENJELASAN
KA yang bisa menganalisis data besar untuk membuat prediksi tentang keuangan, cuaca, kesehatan dan lainnya, serta mendeteksi anomali dan penipuan.
FUNGSI
Digunakan dalam prediksi pasar saham, diagnosis medis, dan sistem manajemen kota pintar.
CONTOH
Persyst untuk deteksi kejang dan lonjakan aktivitas listrik yang tidak normal.
TEKNOLOGI
Kreativitas Artifisial atau KA Generatif
PENJELASAN
KA dapat menciptakan foto baru, musik, karya seni, atau cerita.
FUNGSI
Generative Adversarial Networks (GANS) - Model KA yang bekerja dengan dua jaringan yang bersaing satu sama lain untuk menghasilkan gambar atau karya yang realistis.
Model bahasa regresif otomatis yang bisa menghasilkan teks seperti manusia dengan cara memprediksi kata berikutnya dalam sebuah kalimat.
CONTOH
Situs This Person Does Not Exist, yang bisa membuat wajah manusia yang tidak nyata tetapi terlihat sangat nyata.
GPT-3 dapat menulis artikel, puisi, atau menjawab pertanyaan, meskipun sebenarnya tidak memahami apa yang ditulisnya.
PENTING UNTUK DIINGAT!
KA tidak selalu benar
Jika KA diberi data yang salah atau tidak cukup banyak, maka prediksinya juga bisa salah. Oleh karena itu, semakin baik data yang digunakan untuk melatih KA, semakin akurat hasilnya.
Limitasi Kecerdasan Artifisial (ΚΑ)
Meskipun Kecerdasan Artifisial (KA) telah berkembang pesat dan digunakan dalam berbagai bidang, teknologi ini masih memiliki banyak keterbatasan.
Ketidakmampuannya untuk memiliki kreativitas sejati, perasaan, atau pemahaman kontekstual yang mendalam.
Membuat kesalahan prediksi akibat keterbatasan data
Sangat bergantung pada data berkualitas tinggi
Etika Kecerdasan Artifisial
Kecerdasan Artifisial sebagai Bagian Penting di dalam Kehidupan di Abad 21.
Di era digital saat ini, Kecerdasan Artifisial (KA) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Dengan kemampuannya dalam mengolah dan menganalisis data dalam jumlah besar secara cepat dan akurat, KA membantu meningkatkan efisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, serta memberikan solusi yang lebih cerdas dan terpersonalisasi (Russell & Norvig, 2021).
Selain manfaat praktisnya, KA juga berperan besar dalam mendorong inovasi dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Teknologi KA digunakan untuk mendiagnosis penyakit lebih awal dan lebih akurat, membantu dalam pengembangan obat, bahkan di dalam proses pembedahan.
Teknologi KA memungkinkan sistem pembelajaran adaptif yang dapat
menyesuaikan materi dengan kebutuhan masing-masing peserta didik (personalisasi).
Teknologi KA membantu dalam pemantauan perubahan iklim dan optimalisasi sumber daya energi, serta pemilihan sampah.
Beberapa Tantangan di dalam Menggunakan Kecerdasan Artifisial (KA)
Selain aspek teknis dan keamanan, literasi digital juga berperan penting dalam penggunaan KA yang bertanggung jawab.
Pendidik dan peserta didik perlu memahami bagaimana teknologi ini bekerja, apa saja manfaatnya, serta risiko yang mungkin muncul.
Misalnya, KA dapat membantu dalam memberikan rekomendasi bahan ajar atau mengoreksi tugas secara otomatis, tetapi tetap perlu diawasi oleh manusia untuk memastikan keakuratannya.
Kecerdasan Artifisial (KA) versus Manusia
Adanya bias algoritma
Perlindungan privasi dan keamanan data
KA tidak selalu BENAR Selalu cek kembali keakuratannya
Prinsip-prinsip Penting dalam Menggunakan Kecerdasan Artifisial (KA) secara Bertanggung Jawab
Transparansi
Akuntabilitas
Adil dan Nondiskriminatif
Privasi
Transparansi
Transparansi dalam KA berarti bahwa setiap keputusan yang dihasilkan oleh KA harus dapat dijelaskan dan dipahami oleh manusia (European Commission, 2019).
Misalnya, jika KA digunakan dalam pengambilan keputusan penting seperti seleksi kerja atau penentuan kredit di bank, maka perusahaan yang menggunakan KA harus bisa menjelaskan apa dasar keputusan yang diambil KA dan tidak hanya mengandalkan keputusan otomatis yang tidak bisa diverifikasi validitas dan keabsahannya.
Akuntabilitas
KA bukanlah manusia yang bisa bertanggung jawab atas keputusannya sendiri. Oleh karena itu, setiap sistem KA yang digunakan untuk membantu manusia harus memiliki pemilik atau pengelola yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan (UNESCO, 2021).
Jika KA membuat keputusan yang salah, maka harus ada pihak yang dapat menganalisis, memperbaiki, dan memastikan tidak ada orang yang dirugikan.
Misalnya, dalam kasus mobil otonom, jika terjadi kecelakaan, pertanyaannya adalah apakah yang bertanggung jawab adalah si pembuat mobil, pengembang KA, atau pemilik kendaraan?
Sayangnya, sampai saat ini, jawaban dari pertanyaan ini masih menjadi suatu hal yang diperdebatkan di dalam regulasi global (Russell & Norvig, 2021).
Adil dan Nondiskriminatif
KA tidak memiliki niat buruk, tetapi karena ia belajar dari data yang diberikan oleh manusia, ia bisa mewarisi bias dan ketidakadilan yang ada dalam data tersebut. Jika KA tidak dikembangkan dengan hati-hati, ia dapat membuat keputusan yang tidak adil dan merugikan kelompok tertentu (UNESCO, 2021).
Oleh karena itu, pengembang KA harus memastikan bahwa data yang digunakan beragam dan representatif, sehingga tidak ada kelompok yang dirugikan.
Contohnya, penelitian oleh MIT (Johnson, 2023) menemukan bahwa sistem pengenalan wajah KA lebih akurat dalam mengenali wajah orang berkulit terang dibandingkan orang berkulit gelap. Hal ini terjadi karena data yang digunakan untuk melatih KA lebih banyak berasal dari wajah orang berkulit terang.
Ini menjadi masalah serius dalam sistem keamanan atau seleksi kerja, dimana KA yang tidak adil bisa menolak kandidat tertentu hanya karena bias dalam data pelatihannya.
Privasi
Banyak sistem KA bekerja dengan cara mengumpulkan informasi dari pengguna untuk memberikan layanan yang lebih baik, tetapi jika tidak diatur dengan baik, hal ini bisa menjadi pelanggaran privasi (European Commission, 2019).
Misalnya, aplikasi yang menggunakan KA untuk mengenali wajah dan suara pengguna, bisa saja menyimpan data ini tanpa izin atau menggunakannya tanpa sepengetahuan pemiliknya sehingga memungkinkan terjadi masalah.
VERSI PENDIDIKAN:
KA tidak akan menggantikan GURU - Tapi Guru dengan KA akan menggantikan Guru tanpa КА.
Modul 3
Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial
jenjang pendidikan dasar dan menengah
panduan lengkap belajar koding
Kecerdasan Artifisial (KA)
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD BAB 8 Di Sekitar Rumah Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 7 Aku Ingin Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 6 Temanku Berbeda Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 5 Teman Baru Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 6 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/belajar-koding-Modul-3.jpg)