Rangkuman Materi

Rangkuman Materi IPAS Kelas 6 BAB 4, Hubungan antar Negara dan Globalisasi

Lewat rangkuman materi IPAS ini, siswa kelas 6 dapat menambah wawasan seputar ubungan antar Negara dan Globalisasi.

Tayang:
Penulis: Tria Agustina | Editor: Tria Agustina
Sripoku.com
ILUSTRASI MATERI - Simak rangkuman materi IPAS kelas 6 BAB 4 Kurikulum Merdeka tentang Hubungan antar Negara dan Globalisasi. 

Hasil pertanian (biji, kopi, teh, rempah-rempah, tembakau, biji cokelat, kelapa sawit, dll)
Hasil manufaktur (tekstil, kayu olahan, minyak sawit, bahan kimia, produk logam kasat, peralatan listrik, alat ukur, optik, semen, kertas, dll)
Barang tambang (emas, perak, tembaga, nikel, bauksit, fosfat, dII)
Produk lain (daging, olahan daging, hasil susu dan telur, ikan, gandum, olahan gandum, karet, rotan, dll)

KEGIATAN IMPOR INDONESIA

Jenis komoditas impor Indonesia yang dibutuhkan sangat beragam, mulai dari barang konsumsi, bahan baku penolong, barang modal, hingga komoditas nonmigas.

Impor Barang Modal Indonesia

Merupakan barang-barang yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi.
Indonesia belum mampu menghasilkan semua barang modal yang dibutuhkan, karena perkembangan teknologi di Indonesia yang masih terbatas.
Barang-barang modal sifatnya tahan lama.
Misalnya mesin pabrik, pesawat, alat-alat berat, kapal, serta peralatan dan perlengkapan TNI.

Impor Bahan Baku Indonesia

Indonesia mengimpor berbagai jenis bahan baku untuk kebutuhan industri.
Bahan baku industri bisa berupa bahan baku pokok dan bahan pendampingan.
Contohnya kapas untuk industri tekstil, obat-obatan untuk industri pupuk, komponen kendaraan bermotor, gandum untuk industri mie instan dan makanan olahan, plastik, dan besi baja.

Impor Barang-barang Konsumsi Indonesia

Barang konsumsi merupakan barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Barang konsumsi yang diimpor dari luar negeri antara lain alat elektronik, kendaraan bermotor, susu, daging, beras, mentega, makanan kalengan, kosmetik, kedelai, dan obat-obatan.

INDONESIA DI TENGAH GLOBALISASI

  • Globalisasi merupakan suatu proses di mana setiap orang mampu mengetahui dan mengikuti perkembangan dunia melalui kemajuan teknologi dan informasi.
  • Globalisasi dikatakan sebagai masa yang mampu menembus ruang dan waktu.
  • Proses masuk ke ruang lingkup dunia terjadi akibat kemajuan teknologi, komunikasi, dan transportasi.
  • Ada beberapa perusahaan asing yang ada di dalam negeri.
  • Freeport dari Amerika Serikat dan British Petroleum dari Inggris yang bergerak di bidang perminyakan.
  • Mc. Donalds dan Pizzahut yang bergerak di bidang makanan.

TANDA-TANDA GLOBALISASI

  • Perdagangan Bebas
  • Komunikasi Cepat
  • Perjalanan Mudah
  • Budaya Menyebar dengan cepat
  • Informasi Mudah Didapat

DAMPAK POSITIF GLOBALISASI

  • Pola pikir masyarakat semakin maju.
  • Kemajuan di bidang teknologi yang memudahkan kehidupan manusia.
  • Meningkatkan kualitas diri dan semangat kerja.
  • Ruang sosial semakin terbuka.
  • Terjadinya pertukaran kebudayaan antarbangsa.
  • Terjadinya akulturasi antarbudaya yang dapat memperkuat budaya nasional.
  • Terbukanya peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional.
  • Kesempatan kerja menjadi semakin luas dan semakin mudahnya akses informasi.

DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI

  • Hilangnya semangat nasionalisme dan patriotisme.
  • Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.
  • Munculnya sikap individualisme.
  • Munculnya sikap kebarat-baratan.
  • Lunturnya semangat gotong royong.
  • Menghambat pertumbuhan sektor industri dalam negeri.
  • Produk lokal dapat kalah bersaing dengan produk impor.
  • Budaya daerah semakin terkikis.
  • Banyaknya pabrik yang dibuka menyebabkan tercemarnya lingkungan.

MENYIKAPI DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI

  • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME.
  • Menyaring budaya asing agar dapat menerapkan budaya positif dan meninggalkan budaya negatif.
  • Belajar dengan giat agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
  • Bersifat terbuka, inovatif, dan kreatif serta mau mengikuti perkembangan dunia.
  • Tetap melestarikan budaya bangsa.
  • Membeli barang sesuai kebutuhan dan mengembangkan sikap hidup hemat.
  • Mengembangkan sikap mencintai barang buatan dalam negeri.
Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved