Modul Ajar
Contoh Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas 11 SMA, Unit 1 Permainan Invasi Permainan Bola Basket
Peserta didik di kelas XI memiliki tingkat kesiapan fisik dan pengetahuan awal yang bervariasi mengenai bola basket.
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Rizka Pratiwi Utami
SRIPOKU.COM - Berikut ini disajikan referensi Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di Kelas 11 SMA yang merupakan kurikulum terbaru.
Berdasarkan buku teks pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, & Kesehatan (PJOK) di Kelas 11 Semester 1 dan Semester 2 Kurikulum Merdeka terdapat 8 Bab materi yang nantinya akan di pelajari, diantaranya yaitu sebagai berikut:
Modul ajar Deep Learning Pendidikan Jasmani, Olahraga, & Kesehatan (PJOK) kelas 11 SMA Materi Unit 1 Permainan Invasi (Permainan Bola Basket) ini dapat menjadi contoh modul ajar bagi para guru.
Untuk itu, simak contoh Pendidikan Jasmani, Olahraga, & Kesehatan (PJOK) kelas 11 SMA yang akan Sripoku.com jabarkan.
Baca juga: Unduh Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas 12 SMA Bab 6 Aktivitas Senam Semester 2
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MAPEL : PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, & KESEHATAN (PJOK)
UNIT 1 PERMAINAN INVASI (PERMAINAN BOLA BASKET)
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : .....................................................................................
Nama Penyusun : .....................................................................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, & Kesehatan (PJOK)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan (12 JP @ 45 menit)
Tahun Pelajaran : 20.. / 20..
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik di kelas XI memiliki tingkat kesiapan fisik dan pengetahuan awal yang bervariasi mengenai bola basket. Beberapa mungkin sudah memiliki pengalaman bermain atau pengetahuan dasar tentang teknik dasar, sementara yang lain mungkin belum pernah sama sekali. Tingkat kebugaran fisik, koordinasi motorik, dan minat terhadap olahraga tim juga akan berbeda-beda. Latar belakang sosial dan budaya dapat mempengaruhi seberapa akrab mereka dengan aktivitas fisik dan olahraga. Kebutuhan belajar akan mencakup pengenalan teknik dasar bagi pemula, perbaikan dan penguatan teknik bagi yang sudah memiliki dasar, serta pengembangan strategi bermain tim. Beberapa peserta didik mungkin memerlukan bimbingan lebih dalam aspek motorik, sementara yang lain membutuhkan tantangan dalam aspek taktik dan kepemimpinan.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi ini berfokus pada jenis pengetahuan prosedural (langkah-langkah teknik dasar bola basket), konseptual (aturan permainan, strategi), dan metakognitif (strategi belajar gerak, analisis performa). Relevansi materi dengan kehidupan nyata sangat tinggi karena menumbuhkan kebugaran jasmani, kerja sama tim, sportivitas, dan kedisiplinan. Tingkat kesulitan materi akan bertahap, dimulai dari pengenalan gerak dasar individu, kombinasi gerak, hingga penerapan dalam situasi permainan. Struktur materi akan mengikuti alur penguasaan teknik dasar (passing, dribbling, shooting, pivot), kemudian penguasaan taktik sederhana, dan diakhiri dengan permainan. Materi ini mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti kerja sama, sportivitas, disiplin, pantang menyerah, tanggung jawab, dan saling menghargai.
D DIMENSI PROFIL LULUSAN
Dalam pembelajaran ini, dimensi lulusan yang akan dicapai adalah:
Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis situasi permainan, mengevaluasi performa diri dan tim, serta membuat keputusan taktis yang tepat.
Kreativitas: Peserta didik mampu mengaplikasikan variasi gerak dan strategi bermain untuk mengatasi lawan atau menemukan solusi dalam permainan.
Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama secara efektif dalam tim untuk mencapai tujuan bersama, saling mendukung, dan berkomunikasi dengan baik.
Kemandirian: Peserta didik mampu berlatih teknik dasar secara mandiri, mengelola diri dalam permainan, dan mengambil inisiatif.
Kesehatan: Peserta didik memahami pentingnya aktivitas fisik teratur, menjaga kebugaran, dan menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pada akhir Fase F, peserta didik menerapkan dan mengevaluasi keterampilan gerak spesifik, konsep gerak, dan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak baru yang menantang untuk meningkatkan kinerja gerak. Peserta didik memeragakan dan mengevaluasi fair play, perilaku etis, pendekatan kepemimpinan, dan strategi kolaborasi dalam berbagai konteks gerak. Mereka mengevaluasi efektivitas strategi peningkatan partisipasi dan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen dan Capaian Pembelajaran
Terampil Bergerak: Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak tiap konsep pada capaian keterampilan gerak.
Belajar melalui Gerak: Peserta didik mentransfer dan mengadaptasi strategi gerak yang telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda. Peserta didik memeragakan fair play dan mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan kelompok. Peserta didik merencanakan, menerapkan, dan menyempurnakan strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi.
Bergaya Hidup Aktif: Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebugaran dan menginvestigasi dampak partisipasi yang teratur terhadap kesehatan. Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebuga-ran di luar ruang dan /atau lingkungan alam, dan merancang strategi peningkatan pemanfaatannya. Peserta didik merancang strategi peningkatan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Memilih Hidup yang Menyehatkan: Peserta didik mengevaluasi risiko kesehatan akibat gaya hidup dan tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani serta mempromosikannya menggunakan berbagai media. Peserta didik mengevaluasi pilihan makanan sehat berdasarkan analisis kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani. Peserta didik mempraktikkan pertolongan pertama sesuai prinsip dan prosedur operasional standar (POS) untuk mengelola situasi yang mengancam kesehatan dan keselamatan sendiri atau orang lain.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
Ilmu Pengetahuan Alam (Fisika): Memahami prinsip-prinsip gerak, gaya, dan gravitasi dalam teknik passing dan shooting.
Matematika: Perhitungan skor, statistik permainan, atau sudut tembakan (shooting angle).
Ilmu Pengetahuan Sosial (Sosiologi/Antropologi): Memahami dinamika kelompok, kepemimpinan, dan nilai-nilai sosial dalam olahraga tim.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-2: Gerak Dasar Bola Basket (Passing dan Dribbling) (4 JP)
Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan gerak dasar passing (chest pass, bounce pass, overhead pass) dalam berbagai situasi dengan benar.
Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan gerak dasar dribbling (dribble di tempat, dribble bergerak, crossover dribble) dengan kontrol yang baik.
Peserta didik mampu menerapkan nilai kerja sama dan disiplin saat berlatih.
Pertemuan 3-4: Gerak Dasar Bola Basket (Shooting dan Pivot) (4 JP)
Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan gerak dasar shooting (lay-up shoot, set shoot) dengan teknik yang benar dan akurasi yang meningkat.
Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan gerak dasar pivot (maju, mundur) dengan keseimbangan yang baik.
Peserta didik mampu menerapkan nilai sportivitas dan pantang menyerah.
Pertemuan 5-6: Permainan Sederhana dan Taktik Dasar Bola Basket (4 JP)
Peserta didik mampu menggabungkan gerak dasar passing, dribbling, shooting, dan pivot dalam permainan sederhana.
Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman taktik dasar penyerangan dan pertahanan dalam permainan bola basket (misalnya, man-to-man defense, formasi serangan sederhana).
Peserta didik mampu menerapkan nilai kolaborasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan dalam situasi permainan.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran akan berfokus pada pengembangan keterampilan motorik dan taktik dalam permainan bola basket yang dapat diaplikasikan dalam berbagai situasi kompetitif maupun rekreatif. Materi akan dikaitkan dengan manfaat kebugaran jasmani, pentingnya kerja sama tim, dan sportivitas yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, bagaimana kerja sama tim dalam basket bisa diterapkan dalam proyek kelompok di kelas, atau bagaimana disiplin latihan membangun kemandirian.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
Model Pembelajaran: Teaching Games for Understanding (TGfU), di mana peserta didik belajar keterampilan dan taktik melalui permainan kecil yang dimodifikasi.
Strategi: Pendekatan bermain (untuk joyful learning), drilling (untuk penguasaan teknik), simulasi permainan (untuk meaningful learning), dan refleksi (untuk mindful learning).
Metode: Latihan berpasangan/kelompok, small-sided games, kompetisi internal, demonstrasi, dan diskusi.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
Lingkungan Sekolah: Kolaborasi dengan guru BK/pendamping untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter (sportivitas, kejujuran) melalui olahraga. Menggunakan fasilitas lapangan olahraga sekolah.
Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengundang pelatih bola basket lokal (jika memungkinkan) sebagai narasumber untuk berbagi teknik atau pengalaman. Menyarankan peserta didik untuk menonton pertandingan basket atau bergabung dengan komunitas olahraga di luar sekolah.
LINGKUNGAN BELAJAR:
Ruang Fisik: Lapangan bola basket sekolah (indoor/outdoor), area latihan dengan ring basket, ruang kelas untuk diskusi teori dan refleksi.
Ruang Virtual: Pemanfaatan platform daring (Google Classroom) untuk berbagi video tutorial teknik dasar, peraturan, atau cuplikan pertandingan inspiratif.
Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar yang aktif, suportif, saling menghargai usaha, berani mencoba, dan berkompetisi secara sehat.
PEMANFAATAN DIGITAL:
YouTube/Video Pembelajaran: Menayangkan video tutorial teknik dasar dari atlet profesional atau pelatih bersertifikat.
Aplikasi Perekam Video: Merekam performa peserta didik saat melakukan teknik dasar untuk analisis diri dan umpan balik.
Google Classroom: Untuk berbagi materi, mengirimkan tugas (misal, video latihan pribadi), dan forum diskusi.
Stopwatch Aplikasi HP: Untuk mengukur kecepatan dribbling atau jumlah tembakan dalam waktu tertentu.
Platform Kuis Online (misal Quizizz/Kahoot): Untuk review peraturan dan taktik dasar bola basket secara interaktif.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1: GERAK DASAR PASSING BOLA BASKET (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
Guru memulai dengan pertanyaan pemantik: "Apa peran passing dalam permainan tim?" atau "Bagaimana bola bisa berpindah dengan cepat dari satu pemain ke pemain lain?" (Memicu kesadaran akan pentingnya passing).
Menayangkan video singkat cuplikan pertandingan basket yang menunjukkan passing-passing efektif dan kreatif. (Membangkitkan antusiasme dan inspirasi).
Pemanasan yang disisipi permainan ringan terkait melempar dan menangkap bola berpasangan, seperti "oper bola cepat" atau "oper bola estafet". (Menciptakan suasana gembira).
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan relevansi penguasaan passing untuk kerja sama tim. (Memberikan makna).
KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Diferensiasi Konten:
Guru menjelaskan teknik dasar chest pass, bounce pass, dan overhead pass melalui demonstrasi langsung dan video tutorial.
Menyediakan kartu tugas atau lembar kerja bergambar yang menjelaskan setiap teknik.
Diferensiasi Proses:
Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (heterogen).
Setiap kelompok berlatih teknik passing secara berpasangan atau berkelompok, dengan guru berkeliling memberikan koreksi dan umpan balik individual.
Bagi yang kesulitan, guru memberikan drill yang lebih sederhana atau visualisasi lebih banyak. Bagi yang sudah menguasai, diberikan tantangan untuk melakukan passing sambil bergerak atau melewati rintangan (mengaplikasi).
Peer coaching: Peserta didik saling mengamati dan memberikan masukan kepada teman (merefleksi).
Guru dapat merekam sebagian kecil performa peserta didik untuk dianalisis bersama.
Diferensiasi Produk:
Setiap peserta didik mampu mendemonstrasikan 3 jenis passing dengan sedikit bimbingan.
Kelompok membuat daftar "tips passing efektif" setelah sesi latihan.
KEGIATAN PENUTUP
Guru memfasilitasi refleksi bersama tentang tantangan dalam melakukan passing dan bagaimana mengatasinya. "Apa yang paling sulit dari teknik passing dan bagaimana cara kalian memperbaikinya?"
Peserta didik mengungkapkan satu hal yang mereka pelajari dan satu hal yang ingin mereka tingkatkan.
Pendinginan.
Guru memberikan tugas rumah untuk mencari contoh passing efektif dalam pertandingan basket.
PERTEMUAN 2: GERAK DASAR DRIBBLING BOLA BASKET (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
Guru menanyakan: "Mengapa seorang pemain basket harus bisa mendribble bola?" "Apa yang terjadi jika pemain tidak bisa mendribble?" (Memicu kesadaran akan pentingnya dribbling).
Menayangkan cuplikan video dribbling pemain profesional yang lincah dan cepat.
Pemanasan yang melibatkan gerak manipulatif dengan bola, seperti memantulkan bola di tempat dengan tangan kanan/kiri.
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu menguasai teknik dribbling.
KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Diferensiasi Konten:
Guru menjelaskan teknik dasar dribbling (dribble di tempat, dribble bergerak, dribble rendah/tinggi, crossover dribble) melalui demonstrasi dan penjelasan kunci.
Menyediakan variasi drill dribbling dengan tingkat kesulitan bertahap.
Diferensiasi Proses:
Peserta didik berlatih dribbling secara individu dan berpasangan.
Guru memberikan instruksi yang jelas dan umpan balik langsung.
Bagi pemula, fokus pada kontrol bola di tempat. Bagi yang menengah, fokus pada dribble bergerak dan perubahan arah. Bagi yang mahir, tantangan dribble melewati rintangan atau cone (mengaplikasi).
Drill station: Peserta didik bergerak dari satu pos latihan ke pos lain dengan fokus dribbling yang berbeda.
Peserta didik merekam diri mereka melakukan dribbling dan menganalisisnya (merefleksi).
Diferensiasi Produk:
Setiap peserta didik mampu mendemonstrasikan dribbling di tempat dan bergerak dengan kontrol bola yang relatif baik.
Peserta didik dapat mengidentifikasi 2-3 kesalahan umum dalam dribbling dan cara memperbaikinya.
KEGIATAN PENUTUP
Guru memfasilitasi refleksi tentang tantangan dalam mengontrol bola saat dribbling.
Pendinginan.
Guru memberikan tugas untuk berlatih dribbling secara mandiri di rumah.
PERTEMUAN 3: GERAK DASAR SHOOTING BOLA BASKET (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
Guru bertanya: "Apa tujuan utama dalam permainan bola basket?" "Bagaimana cara memasukkan bola ke ring dengan tepat?" (Memicu kesadaran akan shooting).
Menayangkan video cuplikan tembakan-tembakan indah dalam basket.
Pemanasan dengan simulasi gerakan menembak tanpa bola.
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu menguasai teknik shooting.
KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Diferensiasi Konten:
Guru menjelaskan teknik dasar set shoot dan lay-up shoot (fokus pada posisi tangan, keseimbangan, arah bola, dan follow through).
Menyediakan berbagai posisi tembakan yang berbeda.
Diferensiasi Proses:
Peserta didik berlatih set shoot dari berbagai jarak. Bagi yang kesulitan, mulai dari jarak dekat. Bagi yang sudah menguasai, tingkatkan jarak atau sudut tembakan (mengaplikasi).
Latihan lay-up shoot secara berurutan. Guru memberikan feedback individual pada setiap tahapan gerak.
Menggunakan target atau sasaran tambahan untuk meningkatkan akurasi.
Shooting drill competition: Kompetisi tembakan sederhana untuk meningkatkan motivasi.
Peserta didik menganalisis video gerakan shooting mereka sendiri atau teman (merefleksi).
Diferensiasi Produk:
Setiap peserta didik mampu mendemonstrasikan set shoot dan lay-up shoot dengan peningkatan akurasi.
Peserta didik dapat mengidentifikasi elemen-elemen kunci dalam shooting yang efektif.
KEGIATAN PENUTUP
Guru memfasilitasi refleksi tentang pentingnya konsistensi dan fokus dalam menembak.
Pendinginan.
Guru memberikan tugas untuk memperhatikan shooting dalam pertandingan basket yang mereka tonton.
PERTEMUAN 4: GERAK DASAR PIVOT BOLA BASKET (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
Guru bertanya: "Mengapa pemain basket harus bisa bergerak tanpa mendribble bola?" "Bagaimana cara melindungi bola dari lawan saat diam?" (Memicu kesadaran akan pentingnya pivot).
Menayangkan cuplikan gerakan pivot yang efektif dalam permainan.
Pemanasan yang melibatkan gerakan memutar dan menjaga keseimbangan.
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu menguasai teknik pivot.
KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Diferensiasi Konten:
Guru menjelaskan teknik dasar pivot (kaki tumpu, putaran badan, perlindungan bola) dengan pivot maju dan mundur.
Menyediakan skenario latihan pivot dalam situasi permainan sederhana (misal, setelah menangkap bola).
Diferensiasi Proses:
Peserta didik berlatih pivot secara individu dan berpasangan.
Guru memberikan perhatian khusus pada kestabilan tubuh dan perlindungan bola.
Bagi pemula, fokus pada gerakan pivot dasar. Bagi yang sudah menguasai, tantangan pivot dengan lawan (mengaplikasi).
Simulasi situasi permainan kecil di mana pivot diperlukan (misal, 1 lawan 1).
Peserta didik saling memberikan umpan balik tentang keseimbangan dan posisi badan saat pivot (merefleksi).
Diferensiasi Produk:
Setiap peserta didik mampu mendemonstrasikan pivot maju dan mundur dengan keseimbangan yang baik.
Peserta didik dapat mengidentifikasi kapan waktu yang tepat untuk melakukan pivot.
KEGIATAN PENUTUP
Guru memfasilitasi refleksi tentang pentingnya pivot dalam menjaga penguasaan bola.
Pendinginan.
Guru mengingatkan bahwa pertemuan selanjutnya akan menggabungkan semua teknik.
PERTEMUAN 5: PERMAINAN SEDERHANA DAN TAKTIK DASAR (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
Guru menanyakan: "Apa yang membuat sebuah tim basket menang?" (Mengarahkan pada kerja sama dan taktik).
Menayangkan cuplikan taktik sederhana dalam basket (misal, pertahanan man-to-man).
Pemanasan yang berfokus pada kelincahan dan koordinasi tim.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menggabungkan gerak dasar dan memahami taktik sederhana.
KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Diferensiasi Konten:
Guru menjelaskan aturan permainan bola basket sederhana (misal, 3 lawan 3 atau 4 lawan 4).
Mengenalkan taktik dasar serangan (misal, give and go) dan pertahanan (man-to-man defense sederhana).
Diferensiasi Proses:
Peserta didik dibagi menjadi tim-tim kecil.
Melakukan small-sided games (misal, 3v3) dengan penekanan pada penerapan gerak dasar yang telah dipelajari.
Guru dapat memberikan "misi" spesifik kepada setiap tim (misal: "cobalah lakukan minimal 3 passing sebelum menembak," atau "fokus pada pertahanan satu lawan satu"). (Mengaplikasi).
Setelah setiap sesi permainan, dilakukan diskusi singkat (timeout) untuk merefleksikan apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki (merefleksi).
Bagi tim yang kesulitan, guru dapat memberikan instruksi langsung atau simulasi ulang. Bagi tim yang mahir, tantangan taktik yang lebih kompleks.
Diferensiasi Produk:
Setiap tim menunjukkan peningkatan dalam koordinasi dan penerapan gerak dasar dalam permainan.
Tim dapat menjelaskan satu taktik sederhana yang mereka coba terapkan.
KEGIATAN PENUTUP
Guru memfasilitasi refleksi kelompok tentang pentingnya komunikasi dan kerja sama dalam permainan.
Pendinginan.
Guru memberikan tugas rumah untuk menganalisis taktik dalam pertandingan basket yang mereka tonton.
PERTEMUAN 6: PERMAINAN INVASI PENUH DAN REFLEKSI (2 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
Guru bertanya: "Apa arti sportivitas dalam permainan tim?" "Bagaimana kita bisa belajar dari kekalahan atau kemenangan?" (Memicu kesadaran akan nilai-nilai).
Pemanasan dengan permainan estafet bola yang menguji kecepatan dan kerja sama.
Guru menjelaskan bahwa hari ini akan bermain basket penuh dan merefleksikan semua pembelajaran.
KEGIATAN INTI (MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Diferensiasi Proses:
Peserta didik bermain pertandingan bola basket penuh (5v5) atau modifikasi sesuai jumlah peserta dan lapangan.
Guru mengamati penerapan teknik dasar, taktik, dan interaksi tim.
Setelah pertandingan, setiap tim melakukan diskusi singkat untuk mengevaluasi performa mereka (kekuatan dan kelemahan).
Guru memfasilitasi sesi refleksi yang lebih luas:
"Apa yang kalian pelajari tentang diri kalian sendiri sebagai pemain basket?"
"Bagaimana kalian bekerja sama sebagai tim?"
"Pelajaran apa yang kalian dapatkan tentang sportivitas?" (Merefleksi, mengaplikasi).
"Bagaimana kebugaran fisik kalian setelah belajar unit ini?"
Diferensiasi Produk:
Partisipasi aktif dalam permainan.
Jurnal refleksi pribadi tentang pengalaman belajar bola basket, termasuk peningkatan keterampilan, pemahaman taktik, dan nilai-nilai yang didapat.
KEGIATAN PENUTUP
Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan peningkatan yang ditunjukkan peserta didik.
Pendinginan.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan gambaran singkat tentang unit selanjutnya dan mengajak peserta didik untuk berbagi ide atau minat untuk unit tersebut.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
A. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal, pengalaman, dan tingkat kebugaran dasar peserta didik terkait bola basket.
Format Asesmen: Kuesioner singkat atau tes praktik keterampilan dasar sederhana (misal, memantulkan bola di tempat selama 30 detik, melempar bola ke dinding).
Pertanyaan/Tugas:
"Apakah kamu pernah bermain bola basket sebelumnya? Jika ya, teknik apa yang paling kamu kuasai?" (Pengetahuan awal, pengalaman)
"Sebutkan minimal 3 teknik dasar dalam permainan bola basket." (Pengetahuan awal)
"Seberapa sering kamu berolahraga dalam seminggu?" (Kebugaran)
"Apa yang ingin kamu pelajari dari unit bola basket ini?" (Minat, kebutuhan belajar)
B. ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)
Tujuan: Memantau kemajuan penguasaan gerak, pemahaman taktik, dan penerapan nilai-nilai selama proses pembelajaran, serta memberikan umpan balik berkelanjutan.
Format Asesmen: Observasi, Penilaian Kinerja (Drill), Diskusi Kelompok, Jurnal Latihan/Refleksi.
Pertanyaan/Tugas:
Observasi (menggunakan lembar observasi):
Ketepatan gerak dasar (passing, dribbling, shooting, pivot) saat drill.
Partisipasi dan inisiatif dalam latihan.
Kerja sama dan komunikasi dalam kelompok/tim.
Penerapan sportivitas dan disiplin.
Penilaian Kinerja (Drill):
Drill Passing: "Lakukan 10 chest pass berpasangan. Amati akurasi dan kekuatan pasing."
Drill Dribbling: "Lakukan dribbling melewati 5 cone dalam waktu tercepat."
Drill Shooting: "Lakukan 5 set shoot dari garis bebas, hitung jumlah yang masuk."
Diskusi Kelompok: "Bagaimana cara tim kalian mengatasi kesulitan saat melakukan pertahanan man-to-man?"
Jurnal Latihan/Refleksi (per pertemuan/minggu): "Tuliskan 3 hal yang kamu pelajari hari ini, 2 hal yang masih sulit bagimu, dan 1 hal yang membuatmu senang selama latihan."
C. ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)
Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi peserta didik terhadap tujuan pembelajaran secara keseluruhan, baik aspek keterampilan maupun pengetahuan.
Format Asesmen: Penilaian Kinerja (Permainan Bola Basket), Penilaian Proyek (Analisis Taktik Sederhana), Tes Tertulis (pengetahuan aturan dan taktik).
Pertanyaan/Tugas:
Penilaian Kinerja (Permainan Bola Basket Sederhana):
Tugas: Peserta didik bermain bola basket 3 lawan 3 atau 5 lawan 5 (sesuai jumlah dan fasilitas), guru mengamati dan menilai performa secara keseluruhan.
Rubrik Penilaian Kinerja:
Aspek Penilaian:
Penerapan teknik dasar (passing, dribbling, shooting, pivot) dalam situasi permainan.
Pemahaman dan penerapan taktik dasar (penyerangan/pertahanan).
Kerja sama tim dan komunikasi.
Sportivitas dan kepatuhan terhadap aturan.
Kebugaran jasmani (daya tahan, kelincahan).
Penilaian Proyek (Analisis Taktik Sederhana):
Tugas: "Pilihlah satu tim basket (profesional atau sekolah lain) yang kalian amati. Buatlah laporan singkat (bisa dalam bentuk infografis atau video sederhana) yang menganalisis 2-3 taktik penyerangan atau pertahanan yang mereka gunakan. Sertakan juga pendapat kalian tentang efektivitas taktik tersebut."
Rubrik Penilaian Proyek:
Ketepatan identifikasi taktik.
Kejelasan penjelasan taktik.
Kritis dalam menganalisis efektivitas.
Kreativitas penyajian.
Tes Tertulis (Pengetahuan):
Tugas: Menjawab pertanyaan tentang aturan permainan, teknik dasar, dan taktik sederhana bola basket.
Contoh Soal:
"Sebutkan 3 jenis passing dalam bola basket dan jelaskan kapan masing-masing digunakan."
"Apa yang dimaksud dengan pivot dalam bola basket dan mengapa gerak ini penting?"
"Jelaskan perbedaan antara pertahanan man-to-man dan zone defense."
"Jika seorang pemain melakukan pelanggaran travelling, apa yang terjadi?"
Baca berita menarik Sripoku.com lainnya di Google News
Modul Ajar
Contoh Modul Ajar Deep Learning PAI
PJOK
kelas 11 SMA
Unit 1 Permainan Invasi Permainan Bola Basket
Deep Learning
Bola basket
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD BAB 8 Di Sekitar Rumah Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 7 Aku Ingin Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 6 Temanku Berbeda Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 5 Teman Baru Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 6 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Contoh-Modul-Ajar-Deep-Learning-PJOK-Kelas-11-SMA-Unit-1-Permainan-Invasi-Permainan-Bola-Basket.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.