Berita Viral

Rudy Mas'ud Takut Dilempar, Siap Hadapi Hak Angket yang Bisa Lengserkannya dari Jabatan Gubernur

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan protokol resmi pemerintahan.

Editor: Welly Hadinata
Instagram
OGAH TEMUI MASSA- Faktor keamanan menjadi alasan Gubernur Kaltim (Kalimantan Timur), Rudy Masud memutuskan tidak menemui ribuan massa yang menggelar demonstrasi di depan kantornya di, Kota Samarinda, Selasa (21/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Rudy Mas'ud tidak menemui massa demo di Samarinda karena alasan keamanan dan protokol.
  • Ia menawarkan dialog dengan perwakilan, namun ditolak dan situasi aksi sempat ricuh.
  • Rudy menyatakan siap menghadapi hak angket DPRD sebagai bagian mekanisme demokrasi.

SRIPOKU.COM, SAMARINDA – Terungkap alasan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud yang memutuskan tidak menemui ribuan massa yang menggelar demonstrasi di depan kantor gubernur di Samarinda, Selasa (21/4/2026).

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan protokol resmi pemerintahan.

Rudy menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya sehari sebelum aksi, massa awalnya akan berunjuk rasa di gedung DPRD Kalimantan Timur.

Namun, aksi tersebut kemudian bergeser ke kantor gubernur.

Ia menegaskan pada dasarnya siap menerima aspirasi masyarakat, namun bukan di tengah kerumunan massa.

“Saya siap berdialog, tetapi tidak dalam kerumunan. Ini menyangkut keamanan dan juga protokol,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, dialog akan lebih efektif jika dilakukan dalam suasana kondusif.

Ia bahkan mengaku telah menawarkan pertemuan dengan perwakilan massa, namun tawaran tersebut ditolak.

Rudy juga mengungkapkan sempat menyaksikan kericuhan saat aksi berlangsung.

Ia melihat adanya lemparan botol hingga batu ke arah aparat keamanan oleh oknum massa.

“Kalau saya berada di tengah situasi seperti itu tentu berisiko,” katanya.

Selain faktor keamanan, ia menilai tidak memungkinkan mengambil keputusan di tengah keramaian tanpa didukung data yang lengkap dan valid.

Ia menegaskan pintu komunikasi tetap terbuka bagi masyarakat selama 24 jam, baik di kantor maupun rumah jabatan, untuk berdialog secara langsung.

Siap Hadapi Hak Angket DPRD

Terkait rencana penggunaan hak angket oleh DPRD Kalimantan Timur, Rudy menyatakan kesiapan untuk memberikan penjelasan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami siap memaparkan semua data. APBD tidak mungkin disahkan tanpa persetujuan DPRD,” tegasnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved