Iran dan AS Kembali Memanas

Harga Emas Diprediksi Naik Imbas Perang Amerika vs Iran, Emas Antam Bakal Tembus Segini per Gram

Dalam situasi perang dan ketidakpastian global, emas menjadi aset safe haven yang diburu investor.

Tayang:
Editor: Odi Aria
Handout
BAKAL NAIK- Memanasnya perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas ekonomi global. Salah satu hal yang bakal berdampak yakni naiknya harga emas imbas perang tersebut. 

Tak hanya minyak, harga emas dunia juga diprediksi melonjak tajam. Dalam situasi perang dan ketidakpastian global, emas menjadi aset safe haven yang diburu investor.

Ibrahim memperkirakan harga emas dunia bisa mencapai US$ 6.000 per troy ons pada akhir kuartal I-2026. Sementara harga emas Antam berpotensi menembus Rp 3,5 juta per gram.

“Ini kemungkinan besar harga emas akan naik,” katanya.

Dampak ke Indonesia

Rahma menjelaskan, dampak perang AS–Iran terhadap Indonesia bisa sangat signifikan.

Pertama, lonjakan harga minyak global akan meningkatkan beban subsidi BBM dan listrik. Pemerintah berpotensi harus merealokasi anggaran pembangunan ke perlindungan sosial.

Kedua, rupiah bisa tertekan hingga menyentuh Rp 17.000 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini berisiko memicu inflasi barang impor karena industri manufaktur Indonesia masih bergantung pada bahan baku luar negeri.

Ketiga, instabilitas Timur Tengah berpotensi memicu gerakan radikal transnasional dan peningkatan ancaman keamanan di Asia Tenggara.

Rahma menekankan pentingnya penguatan ketahanan energi nasional, diversifikasi energi baru dan terbarukan (EBT), serta diplomasi aktif untuk meredam dampak konflik.

“Indonesia perlu mengambil langkah-langkah untuk menghadapi dampak ekonomi dan keamanan dari konflik ini,” pungkasnya.

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved