Mahasiswi UIN Suska Dibacok

Ustaz Abdul Somad Soroti Kasus Mahasiswi UIN Suska Dibacok, Singgung Pergaulan Remaja dan Peran Ortu

"Rayhan, berarti rezeki dan ketenangan, kata Imam Ibnu Katsir. Dari Surah al-Waqi’ah, ayat 89. Muzhaffar, orang yang beruntung."

Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Welly Hadinata
Instagram
UAS BUKA SUARA - Kolase. Menanggapi kasus penyerangan terhadap Farradhila Ayu Pramesti di UIN Suska Riau, Ustaz Abdul Somad menyampaikan keprihatinannya melalui akun Instagram @ustadzabdulsomad_official. 

Ringkasan Berita:1. Menanggapi kasus penyerangan terhadap Farradhila Ayu Pramesti di UIN Suska Riau, Ustaz Abdul Somad menyampaikan keprihatinannya melalui akun Instagram @ustadzabdulsomad_official.
 
2. UAS menilai peristiwa ini sebagai peringatan serius bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap pergaulan remaja.
 
3. Dengan gaya khasnya, UAS mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak hubungan tanpa kepastian dan menjaga kehormatan diri.

SRIPOKU.COM - Ustaz Abdul Somad atau UAS turut menyoroti kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan UIN Suska Riau. 

Insiden berdarah itu terjadi saat korban bernama Farradhila Ayu Pramesti tengah berada di kampus untuk mempersiapkan ujian akhir.

Farradhila Ayu Pramesti diduga diserang Rehan karena masalah asmara.

Pelaku diduga tidak terima saat korban ingin mengakhiri hubungan.

Dikutiip dari akun Instagramnya @ustadzabdulsomad_official pada Sabtu (28/2/2026), UAS turut buka suara.

Dalam pernyataan panjangnya, UAS menyampaikan keprihatinan mendalam dari sudut pandang seorang ayah, sekaligus mengajak masyarakat melakukan refleksi bersama.

Ia mengawali dengan menyinggung makna nama pelaku.

"Rayhan, berarti rezeki dan ketenangan, kata Imam Ibnu Katsir.

Dari Surah al-Waqi’ah, ayat 89. Muzhaffar, orang yang beruntung."

Menurutnya, setiap orang tua tentu memberikan nama terbaik bagi anaknya, penuh harapan akan masa depan.

"Sebagaimana aku mencarikan nama yang baik untuk anak-anakku, begitu jugalah Ayah Rayhan mencarikan nama terbaik untuk anaknya.
Aku melihatnya dalam pandangan seorang Ayah."

UAS juga menggambarkan betapa hancurnya perasaan orang tua korban.

"Walau aku tak punya anak perempuan. Tapi dua ponakanku perempuan. Ntah bagaimana hancurnya perasaan orang tua Faradilla Ayu melihat putrinya bersimbah darah."

Ia menilai peristiwa ini menjadi alarm keras bagi masyarakat untuk lebih mawas terhadap pergaulan anak-anaknya.

"Peristiwa ini membangunkan kita dari lamunan panjang, dari politik sampai drakor dan dracin. Ada apa dengan anak remaja kita."

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved